Pesonamu

Pesonamu
30


__ADS_3

"What!!"Pekik Meira dan Devi terkejut mengetahui kakak sepupunya Morgan ternyata satu gedung Apartemen dengan mereka tinggalnya.


"Lantai berapa dia tinggal?" tanya Meira.


"Ruangan terahkir." Jawab Morgan membuat Emma dan Devi memekik lagi."Apa!!!" Morgan mengernyitkan keningnya karena melihat kedua sahabat kembali terkejut mendengar jawabannya.


"Kenapa sih kalian harus triak begitu, lihat tu orang-orang pada lihatin kita." Ucap Morgan mengomeli kedua sahabatnya.


"Sorry,sorry.Kau ngak bohong kan' itu cowok sepupu kamu..!!" tanya Meira.


"Memang dia sepupu aku benaran, untuk apa aku berbohong sama kalian." Jawab Morgan membuat Meira dan Devi saling pandang lagi lalu melihat kearah Morgan.


"Kenapa sih dengan kalian berdua. Emm jangan-jangan kalian memang pernah bikin masalah sama Dia kan??" Ucap Morgan menatap Meira dan Devi bergantian.


"Ngak ada masalah...!Bentar! kakak sepupu kamu itu Dokter bukan!!" Morgan menganggukan kepalanya membenarkan apa yang Meira tanyakan "Ia Dia seorang Dokter. kenapa??" ucap Morgan lagi.


"Berarti Dialah orang yang sama pernah nolongin aku waktu aku sakit berapa minggu lalu." Ucap Meira membuat Morgan yang kini menatap Meira.

__ADS_1


"Dia..Nolongin kamu!!" Ucap Morgan menunjuk sahabatnya itu.


"Ia Bray..benaran kata Meira, memang sepupu kau lah kayaknya yang nolongin Meira saat sakit waktu itu." Ucap Devi ikut membenarkan ucapan Meira.


"Apa kalian melihat wajahnya?" Meira dan Devi lansung mengelengkan kepala mereka.


"Enggak,soalnya dia selalu pakai kacamatanya trus pakai masker gitu kalau setiap kami lihat." Jawab Meira.


"Ini sangat langka sih menurut aku.Itu anak jarang mau perduli sama masalah orang lain.aa..mungkin bisa jadi karena itu tu dia nyariin informasi mengenai kalian beb...oo Dia waktu itu masuk KeApartemen kamu kah?" Ucap Morgan lalu bertanya lagi.


"Ia.kan aku sakit waktu itu dibawa kak kenzi kekamar malah,dia juga ikut masuk." Jawab Meira.


"Iakah...,siapa sih namanya Bray kakak sepupu kamu itu?" tanya Meira. Morgan mendekatkan wajahnya kearah Meira dan Devi.


"Aku akan memberitahu kalian saja tapi berjanji jangan mengatakan kepada siapa pun" Meira dan Devi menganggukan kepala mereka menyetujui permintaan Morgan.


"Nama kakak aku itu.Elvano Sky Alexander." Ucap Morgan dengan pelan bahkan orang disana tidak bisa mendengar.

__ADS_1


"Emm..baiklah.pantas saja dia memberiku Nomor ponselnya Ada tulisan kecil bahkan tidak terlihat kayak EL gitu tulisannya." Ucap Meira membuat Morgan yang terkejut.


"Apa!! Apa yang kamu katakan tadi beb..Dia ngasi nomornya sama kamu! How could it be?" Ucap Morgan tidak percaya.


"Benaran bray..,ini aku lihatin sama kamu." Meira mengambil kartu nama masih Meira simpan dengan baik dalam Dompetnya lalu memberikan kepada Morgan.Morgan lansung melihat Nomor itu lalu mengingat Nomor Elvano tempat Dia yang ternyata sama.


"Gila...gila ini Beb...kau masuk nominasi kalau gini nih. Ini nomor, nomor yang asli dia gunakan beb dan dia,dia itu bukan tipe orang yang mau sembarangan ngasi nomor sama siapapun.kayaknya dia tertarik deh sama kamu beb.." Ucap Morgan membuat Meira melongo.


"Suka sama aku!.ngak..ngak..ngak mungkin!.Dia ngasi nomor ini ke'aku karena aku pinjamin buku dia.Waktu itu ceritanya aku nyari buku yang udah lama banget aku pengen baca,eh taunya kita ngak sengaja tabrakan tu depan pintu perpus,nah saat itulah aku lihat buku itu sama dia,dia taukan aku pengen buku itu,saat itulah dia ngasi buku itu dan buku sambungannya miliknya pribadi trus ngasi nomor ini.kalau masalah suka atau nggak,Itu tidak mungkin." Ucap Meira menceritakan kepada Morgan mau pun Devi.


"Tapi aku merasa ada kemungkinan beb,benaran kan Dev..?" ucap Morgan lalu bertanya dengan Devi.


"Menurut aku Ada benarnya juga beb, soalnya dengar apa yang Buaya darat jelasin tadi.ih.. senanglah tu,kau kan bilang dia kayaknya Tampan kan',Kan'" Ucap Devi lalu mengoda Meira.


"Apa kau bilang tadi Dev,Mei bilang kakakku tampan??" Tanya Morgan.


"Ia..."jawab Devi membuat Morgan menatap kearah Meira begitu juga Devi."Apa!!,kenapa!,Aku itu jarang mengatakan hal itu.kalau ia kenapa?" Ucap Meira menatap tajam kearah Devi dan Morgan.

__ADS_1


"Jelaslah kami heran..,kau kan ngak pernah memuji pria mana pun beb.., menurutku ngak masalah sih, kenyataannya kak Elvano memang tampan beb,tapi aku ngak yakin juga sih dia benaran suka sama kamu, soalnya yang aku tau dia punya itu punya wanita yang dia sukai beb.." Ucap Morgan menceritakan sedikit mengenai Elvano.


"Kamu terlalu jauh berpikir.Aku hanya memujinya bukan karena aku menyukai kakak kamu itu." Meira mengambil makanannya lalu segera memakannya membuat Morgan sama Devi saling pandang merasa bingung melihat perubahan sikap Meira.


__ADS_2