Pesonamu

Pesonamu
71


__ADS_3

Ayura dan anak-anaknya baru saja tiba di rumah mereka.


"Aku kekamar dulu Mom.." Ucap Raymond.


"Nanti Mom kerumah sakit lagi,kalian berdua tinggal di rumah saja sayang.." Ucap Ayura.


"Ia..Mom.." Jawab Raymond dan Meira kemudian mereka berjalan menuju kekamar mereka masing-masing.


Haaah...


"Ahkirnya baring juga.."Meira memejamkan matanya namun tidak lama dia kembali membukanya lalu menoleh kearah ponselnya yang saat itu berdering.Meira mengambilnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.


"Hallo kak..?" Saat ini Elvano yang sedang menghubungi Meira.


"Kamu sedang apa..kenapa sepertinya sangat lelah sekali..?" Tanya Elvano.


"Aku belum lama pulang dari rumah sakit kak..kakekku sedang sakit..!" Ucap Meira memberitahu Elvano.mendengar itu Elvano menghentikan tangannya membereskan sesuatu di tangannya.


"Sakit..?sakit apa kakek kamu?" Tanya Elvano.


"Radang Usus buntu kak,tadi kakek lansung di Operasi karena usus buntunya sudah mau pecah.." Jelas Meira lagi.


"Pasti kakek kamu sudah lama mengidapnya makanya sampai seperti itu..!" Ucap Elvano.


"Itu memang benar kak..tadi pagi kakek baru mau di ajak periksa dan jujur mengatakan dengan kami kalau kakek sering mengalami nyeri di perutnya sudah lama kak.." Ucap Meira lagi.


"Emm Begitu..Cepat sembuh untuk kakek kamu..Kamu sudah mandi belum?" Ucap Elvano lalu menanyakan Meira sudah mandi atau belum saat itu.


"Belum.." Jawabnya.


"Mandilah segera,ini sudah malam.." Ucap Elvano menyuruh Meira segara membersihkan tubuhnya.


"Kakak mau kemana?"Tanya Meira melihat Elvano tengah berkemas. Elvano tersenyum mendengar Meira menanyakan dirinya akan kemana.


"Aku ada perjalanan bisnis dengan papaku!Kenapa,kamu ikut..?" Ucap Elvano.


"Owh...bersama Om.."Ucap Meira seperti merasa tidak percaya dengan ucapan Elvano.


"Kamu tidak percaya..?"


"Percaya..Apa malam begini berangkatnya?" Tanya Meira.


"Ia..ini aku mau berangkat__"


"Kak,kau sudah siap?"Meira menajamkan pendengarannya,jelas sekali itu suara Morgan.Elvano menoleh kearah Morgan dengan matanya mengatakan dirinya tengah berteleponan dengan Meira.


"Owh..sory.." Morgan melihat kearah layar ponsel Elvano.


"Beb..."


"Kau mau ikut bersama kak Elvano juga..?" Tanya Meira.


"Ia..kami mau pergi mengurus pekerjaan..!" Jawab Morgan.


"Benarkah..?" Tanya menyelidik.

__ADS_1


"Kenapa tidak percaya..apa perlu aku memanggil Om Dante untuk memberitahu kau,agar kau percaya..!" Ucap Morgan.


"Baiklah..Aku mau mandi!" Ucap Meira bangun membuat rambut panjang tergerai.


"You are sexy baby, i like you.!" Ucap Morgan lansung mendapatkan celetukan keras di kepalanya dari Elvano.


"Sakit sialan.." Pekik Morgan mengusap kepalanya.


"Jangan mengatakan itu lagi,jika kau tidak ingin aku suntik mati suri batangmu itu!" Ucap Elvano memgancam.


"Sialan ancamanmu itu,kenapa tidak milikmu saja kau suntik mati suri..!" Gerutu Morgan membuat Meira tertawa.


"Jangan dengar ucapannya Reyna..!" Ucap Elvano.


"Baiklah..kak,aku mandi dulu,kalian berhati-hatilah..!" Ucap Meira.


"Nanti aku,hubungi kamu lagi jika sudah sampai..semalam malam..!" Ucap Elvano yang di angguki Meira,kemudian mereka berdua mengahkiri teleponan itu.


"Sangat kebetulan sekali kita kesana dan membatalkan kepergian kita, mereka juga akan berkumpul di Negara B.." Ucap Morgan


"Itu namannya keberuntungan memihak kepada kita.!" Ucap Elvano.


"Kak..kenapa kau membawa ini!" Tanya Morgan melihat sesuatu di dalam tas Elvano.


"Hanya berjaga-jaga.." Jawabnya kemudian mereka keluar dari kamar Elvano turun kebawah menghampiri Papa mamanya dan adiknya.


"Kami berangkat dulu ma.." Ucap Dante melihat kedatangan Elvano dan Morgan kemudian mencium kening lalu mencium bibir istrinya.


"Berhati-hatilah kalian.." Ucap Istri Dante.


"Ia Ma.."Jawab Dante dan Elvano dan Morgan,Kemudian mereka berangkat menuju bandara.


10 menit kemudian,Meira baru saja menyelesaikan mandinya,lalu segera mengunakan pakaian dan juga mengerikan rambutnya.setelah selesai, Meira turun kebawah ingin segera mengisi perutnya sudah lapar.


"Mommy sudah mau berangkat lagi..?" Tanya Meira.


"Ia sayang..Kamu makanlah dulu,belum ada makan dari tadi tu.!" Ucap Ayura.


"Ia Mom..Mom aku mau keluar ngajakin kakak,boleh nggak Mom..?" Tanya Meira.


"Kamu mau kemana dek?" Tanya Raymond baru bergabung di meja makan itu.


"Jalan KeMall kak,Ayuklah kak.."Ucap Meira mengatakan keinginannya.


"Mom rasa Daddy tidak akan mengijinkan sayang..sebaiknya kamu tanya Daddy dulu.." Ucap Ayura membuat Meira mengerucutkan bibirnya,sedangkan Raymond lansung menghubungi Daddynya.


"Ada apa Ray?"Saut Gerson membuat Meira melototkan matanya kearah kakaknya agar tidak usah memberitahu Daddynya.


"Dad..Embul ingin mengajakku jalan ke Mall..!" Ucap Raymond memberitahu.


"Kalian berdua tidak tau kota ini Ray.. Dad tidak mengijinkan kalian pergi..!" Mendengar itu Raymond menatap kearah adiknya kalau daddy tidak mengijinkan mereka pergi.


"Baiklah Dad..hanya itu saja..!" Ucap Raymond.


"Mom kalian sudah mau berangkat..?" Ucap Gerson menanyakan Ayura.

__ADS_1


"Sebentar lagi Mom berangkat Dad.." Jawab Raymond.


"Baiklah..kalian berdua sudah mendengar,jangan membantah ucapan Daddy!" Ucap Gerson disana.


"Kami dengar Dad..!" Ucap Raymond kemudian mengahkiri teleponnya bersama Daddynya.


"Ray kenapa Ger?" Tanya Gerath.


"Frincces kami ingin mengajak kakaknya pergi keluar,tapi aku tidak mengijinkan. Mereka baru di kota ini dan belum mengenal bagaimana kota ini..aku tidak mau terjadi apa-apa dengan putriku..!" Ucap Gerson menjelaskan.


"Jika Om mengijinkan biar Davin yang mengantar mereka Om..!" Ucap Davin membuat mereka semua menoleh kearah Davin.


"Bilang aja kakak mau melihat Meira kan..?" Celetuk Debora membuat Mita dan Maora saling pandang lalu tersenyum.


"Debora...!" Ucap Mamanya.


"Itu benar Ma..Om Gerson tau..saat kami tadi masih di parkiran,kak Davin menanyakan Om..tapi aku tau,kalau kakak sebenarnya ingin menanyakan mengenai Meira.." Ucap Debora bar-bar membuat Davin malu setengah mati saat itu.


"Itu..itu tidak benar...kalian jangan dengar ucapan wanita Bar-bar ini.." Ucap Davin mendapatkan tatapan tajam dari Devora.


"Benarkah itu Davin...?" Tanya Opa Nathannya.


"Itu bohong Opa..aku tidak bermaksud seperti itu..kalian kan tau Debora mulutnya nggak ada remnya,ngomong suka aneh-aneh..!" Ucap Davin.


"Apa katamu kak..kakak bilang mulutku nggak punya rem..jahat sekali.."Debora ingin memukuli Davin.


"Debora..!!" Tekan Bareil menghentikan putrinya itu.


"Kakak yang duluan Pa..!" Kesal Debora.


"Sudah jangan ribut ah kalian..kalau pun Ia jangan malu Davin..wajar sekali kalau kamu penasaran melihat cucu Nenek Mita yang cantik itu.Oma mengingatkan, Oma dengar sepupu kamu begitu sangat menyukainya Davin..!" Ucap Maora mengetahui kalau Dean begitu menyukai cucu Mita itu.


"Aku tau Oma.." saut Davin.


"Gerson..Ini sangat berbahaya! Kami memiliki para lelaki di keluarga kami..! Jangan terjadi perang saudara nantinya" Ucap Nathan membuat Gerson tersenyum.


"Aku tidak menyuruh maupun melarang!Aku akan menerima siapa di antara mereka yang nanti bisa mendapatkan hati putriku..!" Ucap Gerson.


"Kamu dengar Itu Davin..!" Ucap Nathan.


"Aku tidak pernah akan ingin bersaing dengan kak Dean.." ucap Davin.


Bersamaan Rani masuk kedalam ruangan itu mengejutkan mereka semua.


"Pa..Mama mana?" Tanyanya Rani karena dia ingin mengajak Mamanya pulang.


"Masih ketoilet nak..!" Jawab Gerath.


"Baiklah..Gerath sepertinya kami juga mau pulang,besok kami kemari lagi..!" Ucap Nathan mewakili keluarganya pamit pulang.


"Baiklah Om..kalau papa sudah sadar, ada aku memberitahu kalian..!" Ucap Gerath lalu memeluk tubuh Nathan.


"Okey..kabari saja nanti.." Ucap Nathan lalu menguraikan pelukan mereka.


"Kami pulang dulu Mbak..!" Ucap Maora berpelukan dengan Mita.

__ADS_1


"Ia Maora..Makasih sudah kemari.." Ucap Mita.


"Sama-sama mbak.." Ucap Maora. Kini Mita mendapatkan pelukan dari istri Bareil lalu Debora,sedangkan Nathan dan Bareil dan Davin berpamitan dengan Gerson.Setelah itu mereka keluar dari ruangan itu.


__ADS_2