
"KeNegara C? Boleh aku tau kenapa kalian kesana..?" Ucap Elvano ingin tau.
"Daddy bilang mau menghadiri acara ulang tahun putra bungsu kerabatnya sekalian berlibur kesana,Daddy sudah berulang kali di undang kesana tapi tidak pernah datang.kemungkinan karena jarak antara negara yang cukup jauh membuat Daddy mempertimbangkan pergi kesana.." Jelas Meira.
"Itu memang benar..butuh satu hari satu malam bisa sampai disana." Ucap Elvano.
"Kok kakak tau,kakak pernah kesana..?" Tanya Meira.
"Pernah..Aku kesana liburan dengan Morgan.." Ucap Elvano.
"Dengan Morgan..,kenapa dia tidak menceritakan sama kami dia pernah berlibur kesana...?" Tanya Meira.
"Mungkin karena liburan bersamaku jadi dia sangat memprivasi mengenai kami.." Jawab Elvano.
"Baiklah..Memangnya kalian belibur di kota mananya disana,bersama siapa?" Tanya Meira lagi.
"Itu Rahasia.." Ucap Elvano tersenyum membuat Meira seketika itu cemberut.
"Baiklah..,Itu privasi kalian.." Ucap Meira.
"Aku tidak seperti Morgan..!" Ucap Elvano.
"Aku harap begitu...!" Saut Meira.
"Kamu meragukan aku??" Tanya Elvano.
"Tidak..bukan begitu,maksudku semoga saja sampai kedepannya tidak seperti Morgan." Ucap Meira.
"Tentu saja..mengenai tadi,berarti kamu akan ikut menghadiri acara tersebut..?" Tanya Elvano.
"Sepertinya nggak kak..,aku tidak menyukai acara seperti itu..Aku ikut karena hanya ingin berlibur saja disana, katanya banyak tempat yang sangat bagus disana..Kakak tidak mau ikut?" Ucap Meira tampa sadar mengajak Elvano. Elvano tersenyum kearah Meira.
"Kamu menginginkan aku ikut..?" Tanya Elvano menatap kearah Meira membuat Meira menjadi gugup.
"Emm..Bu..bukan begitu maksudku, maksudku kakak tidak mau pergi berlibur kesana lagi...?" Kilah Meira dengan wajahnya sudah memerah. Elvano mengangkat tangannya lalu mengusap lembut pucuk kepala Meira.
"Jika kamu meminta tentu saja aku akan memenuhi keinginan kamu.." Jawab Elvano membuat Meira bingung.
__ADS_1
"Eh...Aku kan nggak bilang nyuruh kakak harus ikut,aku kan hanya menanyaka___" Ucapan Meira terpotong karena Elvano meletakan telunjuk jarinya tepat di bibir Meira.
"Itu sama saja.." Ucap Elvano menatap lekat Meira lalu perlahan melepaskan jarinya dari bibir Meira.kemudian melanjutkan lagi langkahnya berjalan sembari menarik pelan tangan Meira.
"Kamu lansung berangkat?" Tanya Elvano menghilangkan kecanggungan diantara mereka berdua.
"Emm..Aku masih keApartemen mengambil barang-barangku kak.." Jawab Meira melihat tangannya masih di pegangi Elvano.
"Baiklah..maaf aku tidak bisa mengantar kamu kebandara,tapi anak buahku akan mengamankan perjalanan kalian.." Ucap Elvano.
"Memangnya kakak mau kemana sekarang?" Tanya Meira.
"Hey apa kamu ingin mengintrogasi kemana aku mau pergi sekarang hmm..!"Tatap Elvano kearah Meira membuat Meira lansung memalingkan wajahnya.
"Bu..bukan seperti itu..ya maksudku kakak mau kemana setelah ini..apakah mau kuliah atau kerja..?" Ucap Meira.
"Hmmm baiklah..Aku mau kembali kekantor,selain Dokter aku juga harus bekerja membantu papaku di kantornya..!"Ucap Elvano.
"Kakak bekerja juga..?" Tanya Elvano.
"Sejak SMP..sejak itu aku sudah ikut Papaku bekerja.." Ucap Elvano.
"Maksud kamu Raymond..?" Tanya Elvano.
"Ia.,kenapa kak,kakak mengenal kakakku..?"Ucap Meira balik bertanya.
"Tunggu! Jadi Pria yang waktu itu mencium kening kamu...." Meira lansung tertawa kecil saat itu mendengar ucapan Elvano.
"Owh...ternyata kakak selain menjadi Dokter,dan juga sudah bekerja..kakak juga seorang penguntit ternyata..yaa..?" Ucap Meira tersenyum.
"Penguntit..!siapa yang menjadi penguntit..?saat itu aku memang tidak sengaja melihat kalian..!" Ucap Elvano berkilah.
"Oh ya..? Lalu kenapa kakak sampai tau, kalau kak Raymond mencium keningku saat dia mengantarku waktu itu.. Aaa.. ayooo,ngaku saja kak..kamu memang menungguku saat itu kan..?Oo pasti kakak mengatakan kalah itu kekasihku..?" Ucap Meira sembari menoel-noel lengan Elvano.
"Kalau aku mengatakan ia,lalu kenapa..kamu marah...?" Ucap Elvano menatap Meira yang seketika itu Meira berhenti tertawa..
"Tidak kak..untuk apa aku marah.." Elvano meraih tangan Meira lalu kembali menatap lekat wajah Meira dan kemudian membawa tubuh Meira kedalam pelukannya.semua anak buah Elvano dan juga Kenzi lansung membalikan badan mereka,melihat kejadian romantis Tuan dan Nona mereka.
__ADS_1
"Berhati-hatilah..kalau pergi kabari aku.." Elvano mencium pucuk kepala Meira lalu menguraikan pelukannya dan perlahan mencium kening Meira lagi.
"Ems..Aku masuk dulu.." Ucap Meira canggung ingin masuk kedalam mobilnya namun terhenti karena Elvano tidak melepaskan pegangannya.
"Apapun terjadi jangan pernah melepaskan Gelang ini..,kamu bisa berjanji denganku..?" Ucap Elvano serius. Mendengar itu Meira tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Aku janji kak,aku tidak akan pernah melepaskan gelang ini.." Ucap Meira.
"Hmm...bagus..masuklah.." Ucap Elvano lalu melepaskan tangannya dari tangan Meira lalu membantu Meira masuk kedalam Mobil.
"Anak Buahku akan mengawal perjalanan kalian,berhati-hatilah membawa Nonamu Kenzi..!!" Ucap Elvano mode Datarnya.
"Baik Tuan..Kami permisi..!" Ucap Kenzi menundukan kepalanya lalu masuk kedalam mobil.
"Kami pergi kak.." Ucap Meira melambaikan tangannya kearah Elvano yang juga di balas Elvano dengan lambaian tangannya.
Setelah kepergian Meira,Elvano masuk kedalam villanya lagi menuju kedalam kamarnya.Dia mengambil Ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Atur penerbangan ketempat kita dulu.." Ucap Elvano ternyata dia menghubungi Morgan.
"Hoo..kau tertarik lagi kesana..?" Tanya Morgan.
"Tidak..Tapi aku mau memastikan Dean tidak melakukan kelicikannya kepadaku dan juga Mata Biruku..!" Ucapnya Elvano
"Ahkirnya kau menemukan Mata Birumu juga kak,selamat...." Ucap Morgan sedikit meledek.
"Hukuman untukmu menyembunyikan kebenaran selama ini,kau yang membiayai semua keberangkatan kita dan juga biaya kita selama disana tampa terkecuali!!" Ucap Elvano mengejutkan Morgan.
"Kejam sekali kau kak...Aaais.. Baiklah.. menolak pun aku tidak bisa..kapan mau berangkatnya?.Meira kalau tidak salah, dia masih menginap di rumah kakek neneknya di Negara B.." Ucap Morgan disana.
"Besok Malam...!"
"Besok malam..baiklah.kita tidak bilang papa,mama mau kesana..?" Tanya Morgan.
"Nanti aku memberitahu mereka.." Ucap Elvano.
"Baiklah...Apa lagi..?" Tanya Morgan melihat Kakak sepupunya tumben tidak lansung mematikan teleponnya.
__ADS_1
"Beritahu Randi..." Elvano lansung mematikan teleponnya membuat Morgan lansung menarik napasnya kasar karena permintaan Kakaknya.