Pesonamu

Pesonamu
74


__ADS_3

"Suami kamu mana Ayura?" Tanya Andreu beralih melihat kearah Ayura.


"Masih__"


"Apa kau merindukanku Tuan Andreu..!!" mereka semua menoleh kearah pintu, melihat Gerson merangkul seorang wanita muda di sampingnya.Gerson mendekat kearah mereka semua lalu membawa putrinya mendekati Istrinya.


"Ger..Apa ini putri kalian..?" Tanya Andreu.


"Ia..Dia putriku,Reyna Zameira.." Ucap Gerson membuat Amira dan Elisa lansung mendekat kearah Meira yang seperti kemarin.Meira saat itu memakai masker,topi dan juga kaca matanya.


Amira dan Elisa masih memandang Meira begitu juga Andreu dan Dio.


"Sayang..Ini Oma Amira dan Ini Oma Elisa..dan itu Opa Andreu dan Opa Dio." Ucap Ayura memberitahu kepada putrinya mengenai siapa mereka.Meira mengulurkan tangannya lalu menyalimi tangan Amira dan Elisa.


"Kemari nak.." Ucap Andreu yang perlahan membuat Meira mendekat kearah Andreu lalu menyalimi tangan Andreu lalu berlanjut menyalimi tangan Dio.


"Gerson...kau kejam sekali nyembunyikan putrimu selama ini..!" Ucap Andreu menatap Gerson.


"Itu bukan Kejam Tuan Andreu.. melainkan aku melatih dia,agar dia tau kalau dia bukanlah anak dari orang biasa..!" Ucap Gerson.


"Tetap saja!!" Ucap Andreu.


"Ayura..boleh Aunty melihat wajah putri kamu ini..?" Ucap Amira mendekati Meira.


"Aunty bisa tanyakan dengan suamiku Aunty..!" ucap Ayura yang segera membuat Amira melihat kearah Gerson.


"Anda bisa mananyakan putriku Nyonya Andreu..!" Ucap Gerson.


"Apa Oma boleh melihat wajah kamu sayang..?" Ucap Amira.


"Boleh Oma.."Ucap Meira membuat Amira,Elisa dan Andreu juga Dio terkejut mendengar suara merdu Meira. Perlahan Meira membuka masker lalu membuka Kaca matanya.saat itu Juga Amira,Elisa,Andreu dan juga Dio lansung mematung,terpesona melihat wajah putri Gerson yang benar-benar begitu cantiknya.belasan tahun Gerson nyembunyikan putrinya dari mereka bahkan dari awak media.


"Ya Tuhanku..Kamu cantik sekali sayang..kamu sungguh cantik sekali.." Puji Amira sembari memegang kedua pipi Meira membuat Meira tersenyum.


"Oma berlebihan mengatakan begitu! Kalianlah yang sangat cantik,lihat kalian, sudah memiliki cucu,kalian saja masih Awet muda dan cantik.." Ucap Meira tersenyum membuat kecantikannya semakin bertambah.Hal itu membuat Andreu dan Dio tidak berkedip lagi melihat Meira.


Haaah...


"Honey..maafkan aku,Putri Gerson membuatku ingin kembali Muda Honey.." Seketika itu mereka lansung tertawa bersama bahkan Geril menahan tawanya karena Ucapan Andreu.


"Bukan kau saja And,aku juga ingin kembali muda lagi..Ahh kamu membuat kami ingin muda lagi nak.kenapa kau membuat Putri secantik Dia Gerson!!" Ucap Dio yang lagi-lagi membuat mereka sama-sama tertawa.


"Hubby tau,aku juga ingin Muda lagi Hubby,karena apa..karena aku ingin menemukan pemuda tampan yang waktu itu menolongku,aku bahkan serasa jatuh cinta lagi padanya..!" Ucap Amira membuat mereka tertawa kembali.


"Astaga istriku!!Jangan kamu berpikir memiliki 2 suami,aku tidak akan terima.."Ucap Andreu membuat Mereka kembali tertawa bersama.


"Bibitku Unggul semua Tuan Andreu!!" Ucap Gerson tersenyum.


"Baiklah..aku mengalah..Aku akui putrimu sangatlah cantik Ger..aku rasa Ini akan membuat perang terjadi Ger.! Kau tau keluargaku banyak memiliki anak laki-laki.." Ucap Andreu yang di pahami Gerson saat itu.

__ADS_1


"Bukan Urusanku!" Ucap Gerson menyeringai.


"Hah sialan kau...!" Ucap Andreu.


"Tutup kembali wajahmu nak,Opa tidak tahan melihatmu,lama-lama Opa bisa melupakan Oma kalau terus begini..!" Ucap Dio kembali membuat gelak tawa mereka pecah lagi.


"Itu sih maunya kamu Dio..!" Ucap Andreu mengejek Dio.


"Terus yang sulung mana?" Ucap Amira menanyakan Raymond.


"Dia masih dirumah Aunty,katanya nanti dia akan kesini.." Ucap Ayura memberitahu.


"Ems Baiklah,aku tidak sabar ingin melihatnya juga,aku rasa dia pasti sangat tampan.."Ucap Amira.


"Siap saja Aunty terpesona melihatnya.." Ledek Gerath.


"Ahh benarkah..Hubby..aku akan berpaling darimu..kalau benar.." Ucap Amira kembali membuat mereka tertawa.


"Selagi putra Gerson,aku mengijinkanmu Honey..!" Ucap Andreu tak henti-hentinya membuat mereka tertawa bersama.


"Kalian lama disini..?" Tanya Amira


"Aku yang akan lama disini Aunty,kalau Ander sama anak-anak lusa sudah pulang.." Ucap Ayura lagi.


"Besok jangan nggak datang kerumah Nathan,Ger..Ulang tahun Daren,dia ingin sekali bertemu denganmu.." Ucap Andreu.


"Mumpung kita ketemu,aku mau bicara soal bisnis dengamu Ger..bisa kita keluar sebentar..!" Ucap andreu.


"Baiklah..!"Ucap Gerson setuju.


"Kami keluar dulu Ger.." Ucap Andreu yang di angguki Geril.mereka berempat keluar dari ruangan Geril,sedangkan Mita dan Ayura masih lanjut mengobrol dengan Amira dan Elisa.


Di lain tempat,


Raymond masih sibuk di ruangan kerja kakeknya mengerjakan pekerjaannya belum tau kalau rombongan Davin datang kerumah itu.


"Tuan Davin..Nona..kalian duduklah dulu,saya panggilkan Nona Rani dulu.." ucap bibik.


"Baik bik.." Jawab Davin.


Bibik lansung pergi menuju kamar Rani untuk memberitahu Rani kalau Davin, Deysa dan juga Debora ada dirumah.


Tok..tok..


"Nona..."


"Masuk bik.." Saut Rani.


"Ada apa bik?"Tanya Rani saat bibik sudah mendekatinya.

__ADS_1


"Non..di bawa ada nona Debora sama nona Deysa dan Tuan muda Davin, Nona.."Ucap Bibik.


"Kak Raymond mana bik..dia yang tau dimana menyimpannya.." Ucap Rani.


"Tuan muda berada di ruang kerja Tuan Besar Non..!" Ucap Bibik.


"Em..baiklah,bibik buat kan minum dulu, nanti aku menemui mereka..!" Ucap Rani lalu berjalan menuju kebawah bersama Bibik.


"Rani..."Sapa Debora melihat kedatangan Rani.Debora dan Rani saling memberikan pelukan mereka.


"Kak Deysa..."kemudian Rani berpelukan dengan Deysa perlahan mengurainya.Rani melihat sekilas kearah Davin yang sejak tadi melihat kearahnya namun kemudian dia melihat kearah Debora.


"Kalian kemari mau mengambil barang yang Om Gerson berikan itu kah..?" Tanya Rani.


"Ia Ran.." Jawab Debora.


"Tunggu dulu ya,aku belum lama pulang jadi nggak tau dimana mereka menyimpannya,kalian minum dulu,aku mau nanyain Kak Raymond dulu.." Ucap Rani.


"Raymond?" Ucap Deysa spontan.


"Ia kak Deysa..Raymond anak sulung Tante Ayura.."Ucap Rani yang membuat Deysa perlahan menganggukan kepalanya.


"Aku panggil dia dulu,kalian minumlah..!" Ucap Rani yang di angguki Debora dengan Deysa.


"Kak..kenapa kakak terkejut begitu saat mendengar nama Raymond..?kakak pernah melihat dia..?" bisik Debora.


"Nggak!aku belum pernah melihatnya.." Jawab Deysa jujur.


"Kak Davin pernah melihat putra sulung Om Gerson?" Tanya Debora.


"Nggak Pernah.."Jawab Davin.


Di ruangan Opa Geril,Raymond sangat serius melihat pekerjaannya namun teralihkan dengan pintu di bukakan yang tak lain Rani yang membukannya.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Maaf aku menganggu,tapi di depan ada Anak Om Bareil ingin mengambil barang-barang yang Daddy bilang tadi Ray.." Ucap Rani membuat Raymond menghentikan tangannya mengetik sesuatu di laptopnya.


"Di ruangan tamu itu,itu semua barang-barang yang Dad berikan untuk putra bungsu Om Juand.." Ucap Raymond.


"Kau sajalah ikut aku mengambilnya.." Ucap Rani.


"Aku masih sibuk Ran..kamu bisa mengambilnya sendiri..!" Ucap Raymond menolak.


"Sebentar sajalah Ray...sekalian mengobrollah bersama mereka sebentar,kamu kan belum pernah bertemu dengan mereka.." Rani mendekati Raymond lalu merangkul tangan Raymond.


"Ayuklah.." Rayu Rani membuat Raymond menghelakan napasnya,dia pun ahkirnya bangun dari tempat duduknya mengikuti sepupunya itu. Mereka berdua keluar lalu menuju kamar tamu lalu mengambil beberapa kotak besar disana lalu membawa menuju kedepan.


"Kak..." Deysa,Debora maupun Davin menoleh kearah Rani dan Raymond, bahkan Deysa dan Debora tidak bekedip melihat kearah Raymond.

__ADS_1


__ADS_2