Pesonamu

Pesonamu
49


__ADS_3

Sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Dean dari nomor yang tidak kenal.


Temui aku jam 7 malam nanti di tempat yang akan aku beritahu lokasinya.jika tidak wanita bersamamu tidak akan aku biarkan lepas.


Dean mengernyitkan keningnya saat dia selesai membaca pesannya,mencoba mencari tau siapa yang mengirim pesan untuknya itu yang bahkan orang itu tau dia saat ini bersama Meira.Dean menanyakan siapa orang itu,namun orang yang mengirim kepadanya tidak membalas pesannya bahkan nomornya tidak bisa dihubungi.


"Kau sudah melihat pesanku!" Tanyanya.Dean tadi lansung mengirim pesan itu kepada Frans untuk melacak keberadaan nomor yang baru saja mengirim pesan untuknya.


"Sudah Bos,saya sedang mencarinya." Jawab Frans.


"Baiklah..Aku tunggu!." Dean mematikan teleponnya dan menyimpan kembali ponselnya kedalam saku calananya.


"Reyna..."


Reyna yang baru saja selesai makan, melihat kearah Dean.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Aku akan mengantarmu pulang,bisakah kau tidak pergi kemana-mana setelah ini.." Reyna kembali mengernyitkan keningnya mendengar Dean tiba-tiba menyuruh dia tidak pergi kemana-mana.


"Kenapa?" Tanya Meira bingung.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjelaskan padamu. kau sudah selesaikan! Ayo kita pulang..!" Dean bangun namun tidak dengan Meira masih di posisi duduknya.


"Kamu mengajakku kemari cuma untuk makan saja?" Ucap Meira tidak percaya dengan sikap Dean padanya.


"Lalu kamu berpikir,aku mengajakmu kemari untuk apa?" Dean malah balik menanyakan Meira membuat Meira kesal saat itu.


"Kita kemari sudah melakukan perjalanan jauh,setidaknya ajak aku main kepantai atau bermain apa gitu atau apa.." Melihat kebingungan di wajah Dean,Meira semakin kesal dan dia pun bangun dan berdiri.


"Sudahlah balik saja.Aku akan pulang bersama Kak kenzi saja." Meira bangun dan ingin pergi,namun tangannya lansung di cekal oleh Dean.


"Kau marah?"


Meira menarik pelan napasnya untuk meredamkan rasa kesalnya lalu melihat kearah Dean.


"Masuklah..."


"Tapi__"


"Reyna Zameira..!" Dengan kesal Reyna masuk kedalam mobil Dean lalu tidak lama Dean juga masuk dan mulai melajukan mobilnya menuju jalan pulang.


"Aku tidak menyukai mandi di pantai. apalagi melihatmu mandi disana,Apa kau suka memperlihatkan tubuhmu kedepan semua orang!" Meira melototkan matanya mendengar setiap ucapan yang Dean keluarkan dari mulutnya.Dean salah mengira maksud dari ucapannya.

__ADS_1


"Kau salah paham maksudku,aku bukannya mau mandi di pantai, lagi pula siapa juga yang mau mandi disana,di lihat orang banyak.maksudku bawalah aku...ahh sudahlah. Jelas panjang lebar kalau kau tidak mengerti pun sama saja.."Ketus Meira kemudian melihat kearah jendela mobil.


"Maksud kamu bagaimana,kalau kepantai tidak mandi? Bukanya biasanya orang kepantai mandi,trus mereka mengunakan Bikini mereka, memperlihatkan lekuk tu__" Ucapan Dean terhenti karena mulutnya lansung Meira tahan mengunakan telapak tangannya.


"Ternyata kau pria yang banyak bicara juga ya..,aku sudah sebesar ini belum pernah merasakan mandi di pantai terbuka seperti tadi,aku juga tau kalau tubuhku bukan untuk komsumsi banyak mata di luar sana.kalau aku ingin mandi tentunya aku ketempat privatku.mulut kamu ini banyak bicaranya sekali.."


Dean lansung menghentikan laju mobilnya,kemudian tidak Meira sangka, Dean menarik Meira sampai Meira berada diatas pangkuannya. Meira sungguh gugup saat itu bahkan perlahan tangannya dia turunkan namun lansung Dean pegang.


"Tanganmu ini,tangan wanita pertama menyentuh bibirku setelah Mamy dan Adikku.kau cukup berani!" tatapan Dean tidak lepas dari wajah Meira yang saat itu tengah menahan gugupnya. Dean tersenyum melihat kegugupan dan ketakutan Meira.


"Le..lepaskan aku." Ucapnya terbata.


Tampa menjawab,Dean melepaskan rangkulannya dan membiarkan Meira kembali kearah posisi duduknya tadi. Dean pun tidak ingin berlama-lama seperti Barusan karena dia merasakan miliknya berdenyut lain. Dean kembali melajukan mobilnya tampa bicara apapun dengan Meira,begitu Juga dengan Meira.


Sekarang mereka sampai di parkiran Apartemen Meira,Meira lansung ingin keluar dari mobil Dean.


"Jangan melanggar apa yang aku katakan Reyna.."Dean mengingatkan Meira dengan ucapannya tadi.


"Ia..." Meira lansung keluar dari mobil Dean lansung masuk kedalam menuju Apartemennya.tampa sadar Dean tersenyum.


"Kenapa kau bisa bangun setelah sekian lama?apa kau tertarik dengannya.." Gila bukan,Dean bicara dengan miliknya.

__ADS_1


setelah Meira sempat duduk diatasnya tadi,Miliknya terus bergerak dan bahkan saat ini sudah menyembul tinggi. Ini sesuatu yang sangat membahagiakan untuk Dean,karena miliknya merespon. Selama ini dia mengira dirinya mengalami impoten karena biasanya biar pun dia melihat wanita mengunakan bikini maupun baju seksi,tubuh Dean tidak merespon sama sekali apalagi batangnya yang sekarang tengah menyembul.


__ADS_2