
Hari Berikutnya.
"Pagi frinces daddy.."Gerson memeluk erat tubuh putrinya yang masih terlelap tidurnya sembari membubuhkan ciuman di kening dan kepala putrinya itu.
"Masih mengantuk Dad..." Meira membalas memeluk erat tubuh daddynya.
"Baiklah..tidurlah lagi.Daddy mau kekantor sebentar."Ucap Gerson.
"Hmm.."
Gerson bangun namun tidak sengaja melihat kearah tangan kiri putrinya memakai Gelang yang sangat bagus sekali saat itu.Gerson memegang tangan kiri putrinya melihat lekat gelang tersebut.
"Sayang..sejak kapan kamu memiliki Gelang? Daddy tidak melihat pengeluaran kartu kreditmu membeli sesuatu..?" Tanya Daddy Gerson.
"Dad..masih ngantuk,nanti saja bicaranya.." Ucap Meira Manja.
"Baiklah..tidurlah.." Gerson bangun lalu merapikan selimut Putrinya menutupi tubuhnya sampai kelehernya.Gerson keluar dari kamar putrinya turun kebawah ingin segera berangkat kerja.
"Aku berangkat dulu sayang.." Gerson merangkul pinggang Ayura lalu mencium lembut bibir istrinya bahkan **********.
Ais.."Kalian..." Gerutu Raymond saat ingin menuju dapur menghentikan kegiatan Daddy dan Mommynya.
"Kau sudah cukup umur son kalau mau menikahlah..!" Ucap Daddy Gerson meledeki putranya.
"Belum kepikiran Dad..,Daddy mau kekantor?" Ucap Raymond.
"Hanya sebentar..ada yang ingin Daddy kerjaankan dulu.kalian bersiaplah, setelah itu kita lansung berangkat."
"Baik Dad...Aku mau menemui Embul.." Raymond berlalu menuju dapur sebentar setelah itu berjalan lagi menuju kekamar adiknya.
"Putri kita sudah tau siapa pemilik Gelang itu sayang..bahkan Dia memakainya.." Ucap Daddy Gerson.
"Biarkan saja..memakainya belum tentu kan putri kita sudah memiliki hubungan yang resmi dengan Elvano.kalau Aku sih setuju saja putri kita bersama putra Dante..Dia tampan__" Ucap Ayura terpotong karena bibirnya kembali di bungkam Gerson dengan ciumannya.
"Aku tidak suka kamu memuji pria lain selain aku!" Ayura tersenyum mendengar ucapan suaminya.Gerson mengangkat tubuhnya lalu membawanya menuju kamar mereka.
"Ander..katanya mau kekantor..?" Ucap Ayura merangkul leher suaminya.
"Aku membatalkannya,Aku belum mendapatkan jatahku pagi ini."Dengan kakinya,Gerson menutup pintu kamar mereka lalu mendekati tempat tidur mereka, perlahan meletakan istrinya keatas tempat tidur.Gerson membuka jasnya dan juga baju kemeja lalu dia berbaring mendekati istrinya.
__ADS_1
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Gerson.
"Kamu tidak berubah suamiku.."
Tangan halus Ayura membelai wajah Gerson dan kemudian turun kearah dada bidang suaminya.Kecupan lembut Ayura berikan di dada suaminya, membuat Gerson memejamkan matanya menahan sentuhan istrinya.
Ahhh ****..."Aku mencintamu Ayura..!!" Pekik Gerson membalik tubuh istrinya lalu kembali membukam mulut istrinya dan tidak lama di bawah melakukan penyatuan mereka.
Permaian panas itu pun terjadi di pagi itu.Gerson yang ingin kekantor sudah tidak lagi niatannya pergi.
Di kamar lain.
Raymond malah ikut berbaring mendekati adiknya sembari memeluk tubuh adiknya itu.
"kakak...ngapa sih peluk-peluk.." Meira tau itu kakaknya,karena dari wangi aroma tubuh kakaknya.
"Kakak merindukanmu Embul..." Ucap Raymond.
Mendengar itu Meira membalikan tubuhnya lalu balik membalas pelukan kakaknya.
"Kau seperti mempraktekan pelukan dengan kekasihmu kak denganku.." Ucap Meira membuat Raymond tersenyum.
"Kau cukup umur,kenapa tidak mencari kekasih..?" Ucap Meira.
"Mencari seperti Mom...itu sangat sulit!" Raymond memejamkan matanya dengan terus memeluk tubuh Meira.
"Aku dengar kakak di suruh Mommy mencari sekertaris..?"
"Hmm..masih tahap pemilihan..!" Saut Raymond.
"Baiklah..bangunlah,aku mau bangun kak.." Cubit Meira di hidung kakaknya.
"Sebentar lagi! Aku masih ingin memelukmu..Aku masih tidak percaya adikku yang gembul dulu sudah sebesar ini..!" Ucap Raymond mengingat masa kecil adiknya.
"Hah..kau ini...tidurlah.."
Bersamaan ponsel Meira berdering yang lansung dia ambil dan dia lihat siapa yang menghubunginya pagi begini.
"Hallo kak.."
__ADS_1
Raymond lansung melebarkan matanya saat adiknya memanggil seseorang dengan sebutan kakak.
"Selamat pagi..kamu sudah bangun..?" Tanya Elvano dari sana.
"Emm..sudah..tapi masih baring di tempat tidur." Jawab Meira.
Saat itu Elvano mengalihkan teleponnya dengan Vedio call membuat Meira melihat kearah kakaknya masih menatap dirinya.Meira menyetujui panggilan vedio call itu.
"Kak..." Meira menampilkan senyumannya yang membuat Elvano ikut tersenyum.
"Jam berapa kalian akan berangkat?" Tanya Elvano
"Belum tau kak..Daddy belum memberitahu jam berapa pastinya. kakak sudah rapi mau kemana?" Tanya Meira.
"Hmm rupanya kamu ingin tau sekali aku mau kemana.."Ucap Elvano.
"Bukan..Bukan begitu kak.." Ucap Meira gugup.
"Emm Baiklah,aku senang kamu menanyakan kemana aku mau pergi.. Aku mau kekantor menghadiri metting dengan Papa.." Ucap Elvano tiba-tiba merubah ekpresinya karena melihat sebuah tangan pria memeluk perut Meira.Meira menyadari perubahan raut wajah Elvano perlahan dia mengarahkan ponselnya kearah Raymond yang saat itu berpura-pura memejamkan matanya.
"Dia kakakku!" Jelas Meira namun Elvano masih diam.
"Dia adikku!" Raymond membuka matanya lalu menatap Elvano di layar ponsel adiknya.
"Ternyata ini wajah Aslimu kakak ipar..!" Ucap Elvano tersenyum membuat Raymond tersenyum menyeringai.
"Butuh perjuangan panjang,kau bisa memanggilku sebutan itu,jangan ulangi ucapanmu barusan sebelum waktunya." Raymond lansung mematikan Vedio call Elvano membuat Meira menatap kakaknya.
"Jelaskan padaku??" Ucap Raymond menatap tajam adiknya.
"Menjelaskan apa?" Tanya Meira.
"Sejak kapan kau tau dia?" Tanya Raymond.
"Baru kemarin!kalau tau dia putra sulung Om Dante berapa minggu yang lalu. Jangan salah paham kak,aku hanya berteman baik dengannya." Ucap Meira menjelaskan sembari dia bangun.
"Aku tidak mendukung dan tidak juga melarangmu!" Ucap Raymond membuat Meira menoleh kearah kakaknya masih berbaring.
"Aku memahami ketakutanmu kak.. tenang saja,aku belum kepikiran lebih dari teman dengannya maupun jika pria itu lain.." Ucap Meira tersenyum lalu berjalan menuju kamar mandinya.
__ADS_1
Mendengar itu Raymond tersenyum,lalu bangun dari tempat tidur kemudian keluar dari kamar adiknya menuju kamarnya lagi.