
"D..kau kenapa..?" Dean memperlihatkan ponselnya kepada Deysa membuat Deysa melototkan matanya.
"Kau masih berhubungan dengan wanita ini?" Tanya Deysa.
"Aku nggak punya hubungan apapun dengannya..! Sialan dari mana dia tau aku berada disini.." Ucap Dean kesal.
"Apa mungkin Mommy..Dia kan punya nomor Mommy..bisa saja kan..?" Ucap Deysa.
"Kau benar..bisa jadi Mom yang memberitahu.." Layar ponsel Dean menyala lagi,terlihat seseorang menghubunginya yang saat itu juga Deysa lihat.
"Kenapa tidak di angkat saja.." Ucap Deysa.
"Biarkan saja.."Ucap Dean.
"Biarkan saja,bagaimana kalau dia menyusul kita nanti..bagaimana kau menjelaskan dengan Mata biru kau nanti..angkat saja beritahu kau sedang sibuk..!" Ucap Deysa membuat Dean melihat ponselnya masih berdering.
"Hallo.." Jawab Dean.
"D..bisa kamu jemput aku kebandara..?" Ucap tidak lain adalah Velysa.
"Aku tidak bisa Vely..Kau kenapa kemari..!" Kesal Dean memelankan suaranya.
"Kalau kau tidak mau menjemputku.. , Baiklah aku akan mengatakan pada Daddy biar daddy memberitahu Paman Juandra..!" Ucap Velysa mengamcam.Dean mengepalkan tangannya mendengar itu.
"Terserah kau saja..tapi benar aku tidak bisa menjemputmu..!" Ucap Dean.
"Baiklah..jangan salahkan aku mengacaukan apa yang ingin kau rencanakan saat ini..!" Ucap Velysa mengancam lagi.
"Kau!! Baiklah..tunggu disana!" Dean mematikan sambungan ponselnya lalu bangun dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana D..?" Tanya Deysa menahan tangan Dean.
"Perempuan itu menyusahkanku..! Kalian temani mereka berdua pergi..aku akan menyusul kalian..!" Dean pun lansung pergi dari sana menemui Velysa.
Tidak lama dari tangga lantai 2 terlihat seorang wanita cantik tidak lain yaitu Meira turun berjalan perlahan mendekati Deysa dan Debora tengah duduk.
"Ems.." Deysa dan Debora lansung menoleh kearah Meira dan lansung terdiam kaku melihat Meira.
Cantik sekali dia..
Ya Ampun Dia cantik sekali..
"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama.." Ucap Meira tersenyum menambahkan kecantikannya.Deysa dan Debora belum menjawab karena masih terpana melihat kecantikan Meira.
"Ems.." Barulah Deysa dan Debora baru tersadar.Meira mengulurkan tangannya kearah mereka berdua yang saat itu di sambut Deysa.
__ADS_1
"Namaku,Meira putri bungsu Daddy Gerson and Mom Ayura.." Ucap Meira memberitahu namanya.
"Namaku,Deysa putri Daddy Juandra.." Ucap Deysa tersenyum juga yang di angguki Meira dan kini Meira berpindah bersalaman dengan Debora.
"Namaku,Debora..aku putri bungsu Papa Bareil.."Ucap Debora yang di angguki Meira kembali.
"Kalian lebih tua dariku,jadi baiknya aku akan panggil kalian kakak..tidak keberatan kan..?" Ucap Meira ramah.
"Itu lebih baik.." Ucap Deysa tersenyum.
"Katanya kamu ingin keluar ingin melihat kota kami..jadi kami kemari di suruh Om Gerson nemanin kamu.." Ucap Deysa.
"Itu Benar kak..sebenarnya kemarin tapi Dad tidak mengijinkan aku pergi sendirian..kebetulan aku juga belum mengetahui kota ini.." Ucap Meira.
"Ia..itu karena kamu jarang kemari.. Kami akan mengantar kamu jalan-jalan biar kamu tidak bosan.." Ucap Deysa.
"Benar kata kak Deysa..kami berdua akan mengantar kamu jalan-jalan, menonton juga bisa.." Ucap Debora.
"Aku akan senang sekali kak..kalian mau menemaniku..ems tapi aku dengar dari Dad bukannya kalian bertiga kemari.. Kenapa kalian hanya berdua saja kemari kak..?" Ucap Meira bertanya.
"Owh itu..itu benar Meira..kami tadi bertiga dengan Dean..tapi dia tiba-tiba ada urusan mendadak jadi dia pergi tapi nanti dia akan menyusul kita.." Ucap Deysa memberitahu yang di pahami Meira.
"Baiklah...Apa kita akan pergi sekarang?" Ucap Meira
"Bisa juga..Emm apa kakak kamu tidak akan ikut..?" Ucap Deysa membuat Debora menoleh kearah kakak sepupunya itu.
"Kau akan pergi seperti ini Embul?" Ucap Raymond menatap penampilan Adiknya.
"Ya nggak lah kak..kakak temanin kak Deysa sama kak Debora,aku akan berganti pakaianku dulu..tidak akan lama 5 menit saja..Kak Deysa aku ganti sebentar.." Ucap Meira lalu bicara dengan Deysa kemudian dia berjalan cepat menuju kamarnya.
Raymond duduk menghadap kearah Deysa dan Debora dengan mata elangnya melihat kearah mereka berdua.
"Dimana Dean?" Tanyanya.
"Dean sedang ada urusan nanti dia akan menyusul.." Raymond lansung menyeringaikan senyumannya mendengar jawaban Deysa.
"Dia lebih mementingkan wanitanya, sulit di percaya.!" Deysa menongakan pandangannya menatap Raymond dengan penuh pertanyaan di benaknya bagaimana Raymond tau Dean tengah mengurusi masalahnya dengan Velysa yang datang kenagara itu juga.
"Aku selesai..." Ucap Meira mengejutkan mereka bertiga. Raymond bangun melihat penampilan adiknya, tangannya lansung merapikan masker adiknya.Deysa dan Debora melihat itu saling pandang.
"Ayo kak.." Ucap Meira lalu merangkul tangan Raymond.
"Ayo.." Ucap Deysa sempat melirik Raymond yang saat itu melirik sekejap kearahnya.mereka berempat berjalan keluar rumah itu.
"Kita akan mengunakan Mobil ini saja.." Ucap Raymond lansung masuk kedalam bangku samping kemudi dimana Kenzi berada di dalamnya.
__ADS_1
"Ayo kak.." Ucap Meira yang di angguki Deysa dan Debora.Mobil pun mulai berjalan keluar dari halaman rumah itu.
"Kalian mau kemana dulu Meira..?" Ucap Deysa.
"Emm kemana ya..disini ada tempat perpustakaan kak,aku ingin kesana mencari buku-buku.." Ucap Meira.
"Baiklah...kalau begitu kita harus melalui jalur kiri di depan nanti.." Ucap Deysa.
"Kak Kenzi..kakak dengar itu..?"Ucap Meira.
"Ia Nona.." Ucap Kenzi.
"Kakak sudah kerja atau masih kuliah..?" Tanya Meira
"Kakak masih kuliah lanjut S2 tapi sebentar lagi selesai.." Ucap Deysa.
"Kalau kak Debora..?" Tanya Meira.
"Aku masih kuliah semester ahkir.." Ucap Debora memberitahu yang di angguki Meira.
"Kalau kamu gimana Meira..?" Tanya Deysa.
"Aku juga kuliah kak..baru semester 5.." Ucap Meira.
"Emm begitu.." Ucap Deysa.
Tidak lama mereka sampai di depan perpustakaan yang begitu besar sekali tempatnya.
"Megah sekali tempatnya kak..?" Ucap Meira melihat gedung perpustakaan itu.
"Ini perpustakaan terbaik di Negara ini.. Buku-bukunya sangat lengkap.." Ucap Debora.
"Benarkah..aku tidak sabar melihatnya.." Ucap Meira tersenyum kemudian turun begitu juga Deysa,Debora dan juga Raymond dan Kenzi.mereka masuk kedalam perpustakaan itu menuju koleksi buku di dalam sana.
"Kakak tunggu disini Embul.." ucap Raymond ingin menunggu di depan ruangan tunggu bersama Kenzi.
"Emm baiklah..Ayo kak.." Ucap Meira lalu mengajak Deysa dan Debora mengelilingi perpustakaan itu.
"Sepertinya kamu suka membaca Meira..?" Tanya Deysa.
"Itu sangat benar kak..aku suka sekali membaca.." Ucap Meira.
"Hmm pantasan saja kamu sangat pintar sekali..padahal usia kamu masih muda sekali,tapi kamu sudah kuliah bahkan semester 5.." Ucap Deysa
"Kakak bisa aja..nggak..aku biasa saja kak.." Ucap Meira.
__ADS_1
"Kak aku mau melihat buku di rak sana, kakak tunggu disini.." Ucap Meira yang di angguki Deysa sedangkan Debora dia sedang ke toilet sebentar. Meira berjalan menuju rak yang menarik perhatiannya sejak tadi namun sampai disana dia ingin mengambil buku di sampingnya tiba-tiba Ada orang..
Hap...Membekap mulut Meira lansung dengan tangan membuat Meira lansung melawan namun seketika itu dia melototkan matanya melihat siapa yang saat itu membekap mulutnya.