Pesonamu

Pesonamu
90


__ADS_3

2 hari kemudian.


"Beb cepatan kita udah telat ini..!!" Pekik Devi mengedor pintu kamar Meira.


"Tunggu sebentar.." Ucap meira,tidak lama Meira keluar dari kamarnya.


"Ayo.."Mereka berdua berjalan cepat keluar dari Apartemen dan kemudian melajukan mobil menuju kampus.


"Aku masih capek sekali tapi hari ini presentasiku..!" Meira mengerak gerakan lehernya.


"Nanti istirahat lagi..semoga sukses presentasimu ya.." ucap Devi menyemangati Meira.


"Pastinya.." Ucap Meira tersenyum namun kemudian dia teringat dengan mimpi menyeramkan semalam.


"Dev..Aku mau mengatakan sesuatu!" ucapnya.


"Katakan saja..!" Ucap Devi sembari merapikan riasannya.


"Aku bermimpi buruk sekali semalam.. aku bermimpi bertemu dengan pria menyeramkan bahkan dia mengatakan kalau dia akan datang menjemputku sebagai korban keabadian mereka.. Gila seram kan?aneh banget mimpiku Beb.." Ucap Meira sampai merinding tubuhnya menceritakan mimpinya.


"Haah kamu ini,makanya jangan nonton flm seram terus jadi mimpi buruk kan.." Ucap Devi.


"Tapi mimpi itu sangat nyata Beb..itu kayak bukan mimpi..serius..!" Ujarnya merasa yakin dirinya seperti bukan mimpi semalam.


"Sudahlah..lupakan,yuk masuk.." Ternyata mereka sudah sampai di kampus.


"Pulang nanti temani aku ke perpus ya.." Ucap Devi.


"Ia..aku masuk dulu.." Mereka berdua berpisah menuju kelas masing-masing. Meira berjalan cepat menuju ruangannya.


Brukk..


Dengan sigap pria yang tidak sengaja menabrak Meira lansung menahan tubuh Meira dan saat itu tatapan mereka lansung bertemu.


"Cantik!" Gumanan pria itu tampa sadar.


"Ems..maaf..maafkan aku!" Ucapnya melepaskan Meira.


"Lain kali gunakan matamu dengan benar melihat langkahmu!" Ucap Meira Dingin.


"Terimakasih atas peringatanmu.lain aku tidak akan melakukan kesalahan." Ucap pria yang tidak di hiraukan Meira.


"Tunggu nona.." Meira menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah pria itu.


"Aku mahasiswa baru di kampus ini.. bisa beritahu aku dimana ruangan pak Willem..?" Ucapnya bertanya.


"Kau bisa meneruskan langkahmu lurus belok kanan nomor 3 ruangan Pak Willen." Meira lansung meneruskan langkahnya menuju ruangannya karena dia bisa telat masuk kelasnya.


"Menarik! Dan dia memiliki Aura yang berbeda.baiklah..tujuan utamaku dulu.." Gumanan pria itu lalu melanjutkan langkahnya sesuai dengan apa yang Meira katakan padanya sebelumnya.


Tuk..tuk..pintu ruangan Willen terbuka, pria itu masuk kedalam.

__ADS_1


"Selamat pagi."


"Pagi! Silahkan duduk..kau mahasiswa baru itu..?" Ucap Willen bertanya.


"Benar pak.."


"Stefan Rodolfir..Baiklah,semuanya sudah selesai..kamu bisa lansung masuk kelas kamu..ruangan 38.. Selamat untukmu" Ucap pak Willen.


"Terimakasih..saya permisi." Ucapnya lalu pergi dari ruangan itu mencari kelasnya yang di beritahu pak Willen barusan.


"Ternyata lantai 10,kalau aku mengunakan lif akan membutuhkan waktu 3 menit sampai disana..lebih baik aku gunakan saja.." Ucapnya ingin melesat cepat.


"Jangan memperilihatkan kekuatanmu di Dunia manusia STEFAN!!" ya suara yang selalu mengawasinya.


"Hah..kau banyak aturan.." kesal Stefan terpaksa memakai lif menuju ruangannya.3 menit kemudian dia sampai di depan ruangannnya. Stefan mengetuk pintu ruangan itu.


"Oh..kamu anak baru itu,silahkan masuk.." Ucap Dosen itu.


"Semuanya perkenalkan ini teman baru kalian.." Ucap Dosen itu membuat mereka menoleh semua kearah Stefan dan saat itu juga Meira sedikit terkejut melihat pria menabraknya tadi satu kelas dengannya saat itu. Stefan tersenyum kearah Meira.


"Semuanya Namaku Stefan..senang bertemu kalian,semoga kita bisa berteman.." Ucapnya lalu membungkuk.


"Baiklah..kamu silahkan duduk di samping Andri." Ucap Dosen itu kemudian Dia kembali melanjutkan mengajar mereka dengan melanjutkan presentasi siswanya.kini giliran Meira maju kedepan melakukan presentasi tugasnya.mengagumkan sekali,Meira menyelesaikan presentasinya dengan baik bahkan Dosennya memujinya begitu juga dengan teman sekelasnya itu.


"Kau merasa wanita itu berbeda..?" Suara dalam tubuh Stefan.


"Sedikit tapi ini belum membuktikan apa- apa bagiku dia sangat cantik.. menarik!!" Ucapnya lalu tersenyum.


"Jangan lupa tujuanmu..Stefan!!" Peringkatan untuk stefan.


Di kampus lain.


Elvano mendapatkan pengelihatan yang berbeda membuat dia lansung terdiam dengan matanya menajam.Elvano memulai berkemunikasi dengan Morgan.


"Dimana kau?"


"Aku sedang di kelas..kenapa?" Ucap Morgan.


"Seperti dugaanku! Dia sudah datang.. Kita harus memberitahu Papa dan lainnya." Ucapnya.


"Benarkah..kau melihat bagaimana bentuk wajahnya..? Apa dia benar menyamar menjadi manusia atau bisa juga mahasiswa seperti kita juga..?" Ucap Morgan.


"Firasatku mengatakan ia..temui Meira dan awasi dia..kalau dia sudah selesai dengan kelasnya,bawa dia denganmu..


aku sedang menyelesaikan pekerjaanku!"Ucap Elvano menghentikan kemunikasi yang tidak biasa mereka lakukan. Elvano keluar dari kampusnya ingin menuju parkiran mobilnya namun dia melihat Dean sudah berdiri di samping mobilnya saat itu.


"Aku tidak punya waktu dengan pertanyaanmu!" Ucap Elvano.


"Jangan membuatku memaksamu.. beritahu aku Apa maksudmu mengirim pesan itu untukku.. Kau ingin menantangku!" Ucap Dean menatap tajam Elvano.


"Kau salah paham! Aku sama sekali tidak mengirim pesan apapun untukmu.. Kau pikir aku pria bodoh mengirim pesan rahasia hanya untuk urusan Asmara." Elvano masuk kedalam mobilnya namun dengan sigap Dean juga masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Keluar..!! Jangan membuatku marah Dean!!" Ucap Elvano Dingin.


"Kalau bukan kau,beritahu aku siapa?" Elvano tersenyum menyeringai saat itu mendengar pertanyaan Dean.


"Apa kau benar keturunan Gilbert..??" Elvano sedikit mengejek Dean.


"Kau..!!" Kesal Dean.


"Aku sedang sibuk! keluarlah,kau belum saatnya tau siapa..persaingan kita akan di tentukan Meira sendiri,untuk itu kau bisa ikut membantu menjaganya. Meski aku tidak yakin.KELUAR!!" Ucap Elvano menatap Dean dengan sangat menyeramkan.


"Urusan kita belum selesai!" Dean pun segera keluar dan saat itu Elvano lansung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.


"Apa maksud Elvano..kenapa dia bicara sangat sulit aku mengerti..kau benar-benar pria sangat sulit aku tembus!!" Kesal Dean lalu menuju mobilnya.


Kembali Kekampus Meira.


Setelah 1 jam kemudian,mereka selesai dengan kelas itu.Meira lansung keluar dan berjalan menuju kelas Devi.


"Tunggu!" Dengan rasa sedikit kesal, Meira menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah yang tak lain adalah Stefan.


"Aku baru disini,aku belum tau mengenai kampus ini..bisa aku mengikutimu??" Ucapnya.


"Maaf aku tidak bisa..dan jangan mengikutiku,kita tidak sedekat itu..!" Ucap Meira melanjutkan langkahnya.


"Menarik!!" Guman Stefan tersenyum.


"Aku ingin membuat sedikit kejutan!" seringaian menakutkan stefan pancarkan kemudian dia berjalan menuju kebawah.


"Baby..." Meira lansung menoleh kearah Morgan.


"Kau disini?ngapain..jangan bilang kau mencari mangsa baru..?" Ucap Meira dengan sedikit Dingin.


"Kau ini..tidak percaya sekali aku sudah berhenti..serius baby..kau sudah selesai mengampus..?" Ucap Morgan.


"Sudah selesai,tapi kita harus menunggu Devi..Dia mau membawaku keperustakaan.." Ucap Meira.


"Baiklah..kalau begitu aku ikut!" Ucap Morgan yang di angguki Meira.


"Kenapa wajahmu terlihat kesal?" Ucap Morgan.


"Kelasku memiliki anak pindahan,dan aku tidak menyukainya,tatapannya membuatku entah tidak menyukainya.." ucap Meira.


"Apa dia pria..?" Ucap Morgan.


"Ia dia pria..pria yang menurutku sangat aneh..!" Ucap Meira. Mendengar itu Morgan memegang tangan Meira dan saat itu juga Morgan lansung melihat pengelihatan lain.


"Baby apa kau di peganginya saat tadi.." Ucap Morgan mengejutkan Meira.


"Apa maksudmu Bray..?kenapa kau tau itu?" Ucap Meira.


"Itu..Aku di beritahu temanku tidak sengaja melihat kalian tadi..Baby kau sebaiknya menghindari pria itu..dia sepertinya bukan pria baik.." Ucap Morgan.

__ADS_1


"Hah kau ini..kira aku apa..seperti kau pria baik saja..!" Ucap Meira mengejek Morgan lalu dulu melangkah lalu di ikuti Morgan.


"Dia sudah memiliki kekasih..Hmmm.. Baiklah tidak masalah.." Gumanan licik Stefan lagi tengaj mengintip Meira dan Morgan.


__ADS_2