
"Beb..bukain"Ucap Devi menghubungi Meira.tidak lama Meira membuka pintu Apartemennya,Devi lansung masuk kedalam mengikuti Meira menuju ruang tamu.
"Beb aku mau ngasi tau kamu soal Brayen beb..." Ucap Devi.
"Memangnya kenapa Dia?" Ucap Meira duduk menyandar di sofa ruangan tamu itu.
"Jadi gini aku tadi nganterin Frans belanja keMall,pas kami mau balik. Brayen datang manggilin aku,saat aku baliklah kearah dia,aku terkejut beb lihat perubahan Brayen,mulai dari pakaian, rambut dan cara bicaranya membuat aku hampir ngak kenal sama dia.Dia berubah benget beb,sumpah beb gimana aku ngak syock coba.."Ucap Devi membuat Kening Meira mengeryit.
"Dia seperti itu..!!."Devi menganggukan kepalanya "Ia Beb,ya ampun aku jadi gila karena Brayen Beb.." Ucap Devi bercampur aduklah perasaannya saat itu.
"Baguslah,bukannya itu mau kamu dulu,ya siap-siap saja nanti cewek kegatelan banyak deketin Cowok kamu."Ucap Meira memberi peringatan sama Devi mengenai perubahan Brayen sekarang.
"Ia aku memang pernah menginginkan Brayen kayak sekarang tapi melihat dia berubah seperti sekarang aku jadi malah takut beb, gimana kalau dia berpaling dari aku..." Ucap Devi ketakutan.
"Aku juga ngak tau gimana,aku aja ngak pengalamanan masalah itu.
sudahlah santai saja,aku yakin Brayen tidak mungkin aneh-aneh deh,dia kan cinta mati sama kau beb.." Ucap Meira kemudian mendekati Devi lalu memeluk sahabatnya itu.
"Aku sudah mengingatkan kamu, Brayen itu jangan kamu remehin,dia sepertinya bukan pria biasa beb. sudah berapa kali aku ngasi tau kamu tapi ngomong-ngomong kenapa dia segitu cintanya sama kamu ya..,kamu kan ngak cantik-cantik amat,seksi bokong sama dada kamu ia sih.."
Bugh..Meira lansung mendapatkan pukulan dari Devi,membuat Meira tertawa karena berhasil membuat Devi semakin kesal.
"Kamu Jahat ahh beb." Rajuk Devi.
"Bercanda!!,kamu sih serius banget nanggapin.udah jangan di pikirin,yakin saja Brayen itu pria yang setia.lihatlah sudah Dua tahun hubungan kalian,apa sikapnya,perhatiannya berubah sama kamu,ngak kan??" Ucap Meira menghibur hati Devi.
"Ngak sih beb,malah sekarang dia sangat posesif beb sama aku..,Aku jadi merasa bersalah sama dia sering ngebohongin dia beb.." Ucap Devi yang lansung mendapatkan usapan lembut di belakangnnya oleh Meira.
__ADS_1
"Kalau begitu perbaiki dirimu,jangan mengulangi kesalahan kamu.kita boleh berteman dengan pria tapi ingat kalau kamu sudah memiliki kekasih,
beda lagi kalau aku yang jomblo ini.." Hahahaha..Meira lansung tertawa setelah mengatakan itu.
"Tidak akan lama lagi kau pasti akan di pusingkan dengan banyak pria menyukai kamu beb,rasain nantinya." ucap Devi membuat Meira semakin kuat tertawa.
"Aku menantikan hari itu beb.." jawab Meira.
"Aku mau pulanglah.." Ucap Devi.
"Loh kok pulang? ngak mau nginap disini?" tanya Meira yang mendapatkan senyuman centil dari Devi.
"Aku menunggu Brayen..." Jawabnya masih tersenyum membuat Meira memelas.
"Dasar Bucin,awas kau jangan lupa aturan Deviani!!" Ucap Meira dingin.
"Kenapa aku tiba-tiba memikirkan Gelang dan Liontin itu ya.." Guman Meira kemudian bangun lalu berjalan menuju tempat penyimpanan perhiasannya.Meira mengambil Gelang dan liontin itu lalu memainkannya diatas tangannya.
"Cantik.Andai aku tau siapa yang memberikan Gelang dan juga Liontin ini..." Guman Meira kemudian meletakan keduanya diatas tempat tidurnya,dia melanjutkan lagi pekerjaannya.
***
Di Bar.
Brayen sudah sampai disana bahkan saat ini tengah mengobrol dengan Morgan.
"Kenapa tidak sejak dulu Bro..?" Ucap Morgan yang di mengerti Brayen maksud dari pertanyaan Morgan.
__ADS_1
"Aku masih melihat ketulusan Devi padaku,dan sekarang aku sangat yakin dia wanita yang tepat aku pilih menjadi Miliku." Ucap Brayen lalu meneguk minumnya dengan tersenyum membuat Morgan mengernyitkan keningnya.
"Kenapa kau senyum-senyum begitu?"Tanya Morgan. Brayen mengambil Dompetnya lalu memperlihatkan kearah Morgan.
"Devi merampok semua isi Dompetku, dia hanya meninggalkan aku 5 lembaran ini.aku miskin Bro" Ucap Brayen bercanda membuat Morgan tertawa.
"Benar-benar cewek kau itu,dia ketakutan sekali melihat kau sekarang Bro." Ucap Morgan.
"Itu sudah pasti tapi aku menyukainya, aku sangat mencintainya Bro." Ucap Brayen membuat Morgan tersenyum.
"Aku tidak menyangka kau sebucin ini tapi aku ikut bahagia.semoga kalian tetap bersama." Ucap Morgan.
"Tentu saja." Jawab Brayen.
"Bagaimana selanjutnya,apa kau akan memberitahu Devi,siapa sebenarnya kau Bro.?" Ucap Morgan kembali meneguk minumannya.
"Untuk sekarang tidak dulu,bila waktunya sudah tepat,aku pasti akan memberitahu siapa aku sebenarnya sama Devi" Ucap Brayen.
"Terserah kau saja,jadi selama ini kau sering menghilang karena ingin membentuk badan kamu ini..?" Ucap Morgan.
"Yap.menyesal juga aku tidak pernah berolahraga,aku sampai sakit beberapa waktu lalu karena keseringan olahraga." Ucap Brayen meneguk lagi minumannya.
"Dasar Bucin!" Ucap Morgan membuat Brayen tersenyum.
"Bukanya kau tidak dulu,aku doakan kau lebih parah nantinya." Ucap Brayen namun tidak di tanggapi Morgan.
"Bro..." Ucap Brayen pelan dengan matanya menatap kearah depan mereka membuat Morgan ikut melihat kearah pandangan Brayen,siapa yang saat itu Brayen lihat.
__ADS_1