
"Baiklah sayang,Daddy tidak akan berkomentar masalah itu,daddy yakin kamu bisa menyelesaikan sendiri masalah itu.daddy mau menanyakan kamu..apa kamu ingin ikut bersama Daddy,Mommy kenegara C??"Ucap Gerson.
"Berangkatnya kapan Dad..?" Tanya Meira.
"Lusa kita berangkat ketempat kakek, nenek kalian kenegara B dulu,setelah itu baru terbang kenegara C." Ucap Gerson.
"Emm..kakak ikut dad?" Tanya Meira.
"Sepertinya juga ikut,dia juga belum pernah kesana.." Ucap Gerson.
"Baiklah..aku ikut kalau begitu dad..tapi aku tidak mau menghadiri acara tersebut,aku hanya mau ikut berlibur saja dad." Ucap Meira.
"Baiklah Frinces permintaan kamu daddy penuhi.." Ucap Gerson tersenyum.
"Ia Dad..nanti malam aku pulang dad, aku masih mau kekampus dulu.." Ucap Meira.
"Baiklah sayang,ingat jangan jauh dari jangkauan Kenzi.." Ucap Gerson mengingatkan putrinya.
"Ia Dad..I love you Mommy,Daddy... Muaaach..." Ucap Meira.
"Ya sayang,I Love you too my baby Frinces Mommy..Muaach..." Ucap Ayura.
Mereka pun mengahkiri pembicaraan mereka itu.
Hap...Gerson lansung mengangkat tubuh Ayura kedalam gendongannya.
"Nder kamu mau apa??..."
__ADS_1
"Aku akan memberikan kamu hukuman karena sudah memuji putra Juandra." Bisik Gerson lalu meniup telinga Ayura membuat Ayura merinding seketika.
"Kenapa harus cemburu sih,kamu ini Ande___" Mulut Ayura sekarang sudah di bungkam Gerson dengan ciumannya dan tubuhnya sudah menindih istrinya itu.perlahan tangannya juga sudah mulai berjalan membuka reksleting Dres Ayura,begitu juga dengan Ayura,dia juga tidak mau kalah,dia melepaskan satu persatu kancing baju kemeja suaminya lalu kemudian membuka baju suaminya sampai terlepas.
Terjadilah permainan panas pasangan yang tak muda itu dengan mengerang bersama bersautan memenuhi ruangan berkedap suara itu.
Di luar Raymond tengah mengetuk pintu ruangan Daddynya,namun sudah ketiga kalinya dia mengetuknya namun tidak juga ada sautan.Raymond pun memutuskan masuk kedalam ruangan daddynya namun langkahnya terhenti melihat sendal Mommynya tertinggal 1 di samping Meja Kerja Daddynya.
Raymond mengelengkan kepalanya mengetahui apa yang di lakukan orangtuanya saat itu.
"Dasar pak tua,pagi- pagi masih saja sempatnya meminta jatah." Guman Raymond keluar dari ruangan daddynya kembali menuju ruangannya setelah sebelumnya meletakan berkas di meja kerja daddynya.
Di Lain tempat.
Meira sudah bersiap ingin berangkat menuju kampusnya.
"Sudah Nona...,Pesawat keberangkatan untuk Nona sudah saya siapkan." Jawab Kenzi.
"Baiklah kak,antar aku kekampus sebentar,setelah itu baru kita kembali keApartemen dulu." Ucap Meira yang di angguki Kenzi.Mereka pun berangkat menuju kampus Meira.
Saat sampai disana,mobil Meira lansung di halangi mobil yang sudah Meira kenal siapa pemiliknya.Meira keluar dari mobilnya lalu berjalan mendekat kearah Mobil itu dan bersamaan dengan itu kaca mobil itu terbuka.
"Nanti siang aku jemput kamu,kita harus bicara.." Ucapnya.
"Kakak mau bicara apa? sepertinya aku tidak bisa kak,aku mau pulang keNegaraku.." Ucap Meira yang saat itu tengah bicara dengan Elvano yang termyata sengaja menunggu dia disitu.
"Kalau begitu selesai kamu dari urusan kampus,tidak ada penolakan..!!" Ucap Elvano.
__ADS_1
"Baiklah..aku akan keluar 2 jam lagi.." Ucap Meira di angguki Elvano.
"Aku tunggu kamu disini.!" Ucap Elvano.
"Iaaa..."saut Meira lalu berjalan menuju kedalam kampusnya.
Di lain tempat.
Dean baru saja tiba di Negara E siang itu,dia dan rombongannya lansung pulang menuju keApartemen mereka.
"Kak kita disuruh pulang..." Ucap Davin
"Aku sudah tau,besok kita akan berangkat.." Ucap Dean.
"Kita mau kemana ini,kenapa menuju kampus??" Ucap Davin bingung melihat Frans melajukan mobil kearah Kampus.
"Aku mau menemui Reyna..dia pasti berada di kampus saat ini." Ucap Dean.
"Tidakkah bisa nanti saja,aku belum mandi,begitu juga kau kak.." Ucap Davin
"Tidak bisa,aku tidak bisa menundanya." Ucap Dean lagi.
"Hais..kau kak..Dasar bucin..!"Gerutu Davin.
Tidak lama mereka sampai di kampus Meira,namun Dean lansung mengepalkan tangannya melihat Meira masuk kedalam Mobil orang yang sudah dia ketahui siapa sekarang yaitu Elvano.
"Ikuti mereka..!" perintahnya. Frans pun lansung melajukan mobilnya mengejar Mobil Elvano.
__ADS_1