Pesonamu

Pesonamu
23


__ADS_3

"Tania!!" Ucap Frans terkejut mengetahui teman wanitanya keluar bersama wanita yang Tuannya cari identitasnya selama ini.Mendengar itu Dean dan Davin menoleh kearah Frans.


"Siapa yang kau panggil itu Frans..?" Tanya Dean.


"Tuan muda,Yang Mengunakan baju jaket warna putih itu Tania teman saya yang saya ajak makan malam semalam Tuan." Jelas Frans membuat Dean dan Davin terkejut.


"Kamu serius?" tanya Dean.


"Saya serius Tuan,jelas itu Tania teman saya Tuan muda." Ucap Frans meyakinkan Dean dan Davin.


"Kenapa kau tidak memberitahu sejak Awal Frans teman kamu itu berteman dengan wanita kak Dean cari,tau begitu kita ngak gila seperti ini jadinya mencari tau wanita itu." Ucap Davin mengomeli Frans.


"Maaf Tuan,saya tidak tahu kalau Tuan muda Dean mencari tahu mengenai nona Reyna.kalau saya tau dari awal pasti saya akan memberitahu Tuan." Ucap Frans.


"Kamu bilang siapa namanya tadi Frans..?" tanya Dean.


"Nama temannya Tania itu kalau saya tidak salah ingat Reyna Zameira Tuan muda." jelas Frans membuat Dean menatap Frans untuk melanjutkan penjelasannya.


"Sebelumnya saya pernah bertemu dengan mereka di restoran Tuan muda berapa bulan yang lalu,saat itulah saya berkenalan dengan nona Reyna,maksud saya Tania mengenalkan nama Nona kepada saya Tuan muda." Lanjut Frans menjelaskan kepada Dean kenapa dia bisa mengenal Meira.Dean menepuk bahu Frans lalu tersenyum.


"Baiklah,sungguh kebetulan sekali Frans,ini bisa membantu rencanaku Frans.besok ajak temanmu itu ketemuan,aku akan ikut bersama kamu." Ucap Dean yang kemudian melajukan mobilnya kembali keApartemen mereka.


"Lagi-lagi dia mengintai Apartemen ini,Sebenarnya apa yang dia cari selain mencari identitasku?,


mungkinkah dia juga penasaran dengan Dua wanita tadi itu.?"


Elvano masih menatap Mobil Dean yang sudah tidak terlihat lagi.


"Aku harus mencari tau apa tujuan Dean sebenarnya.?" Ucap Elvano kemudian melajukan mobilnya masuk kedalam parkiran,kemudian dia turun lalu segera naik keatas Apartemennya.


Di Apartemen Devi,Meira tengah memeriksa Setiap sudut ruangan Apartemen Devi untuk mencari apakah ada alat penyadap yang terpasang disana.setelah dia memeriksa semuanya,ternyata tidak ada sesuatu yang mencurigakan Meira temukan.Meira pun pamit dengan Devi mau pulang keApartemennya di lantai 48 namun Devi malah ingin ikut Meira kesana,


yang ahkirnya Devi pun ikut bersama Meira kembali keApartemennya.


Malam itu Meira masih belum tidur karena dia masih membaca bukunya,


sedangkan Devi sudah tertidur lelap di alam mimpinya. Sampai jam 3 subuh barulah Meira menyudahi membaca bukunya.


***


"Beb bangun...,"Ucap Devi mengoyang goyangkan tubuh Meira mencoba membangunkan sahabatnya yang saat itu masih tidur.


perlahan Meira membuka matanya yang masih mengantuk.

__ADS_1


"Apa sih beb,aku masih mengantuk tau.." Ucap Meira kembali memejamkan matanya.


"Beb bangunlah,kamu ngak kuliah pagi ini hm..?" tanya Devi.saat itu dia sudah bersiap siap mau berangkat kekampusnya.saat itu jam sudah menunjukan pukul 7 pagi.


"Aku kuliah jam 1 siang beb." jawab Meira.


"Hmm baiklah,ya sudah aku berangkat dulu.aku ada buatin sarapan untuk kamu,jangan lupa di makan.." Ucap Devi.


"Hmm."Jawab Meira.


Devi keluar dari kamar Meira bahkan dari Apartemen Meira lalu berjalan lagi menuju kebawah untuk segera melajukan kendaraannya berangkat menuju kekampusnnya.


"Tania..."


Mendengar namanya di panggil,Devi menoleh kebelakangnya yang tenyata Frans memanggil dirinya.


"Frans..,kamu kenapa kesini?" Tanya Devi baru saja sampai di parkiran kampusnya.


"kamu kuliahnya sampai jam berapa hari ini?" tanya Frans.


"Sampai sore kayaknya,aku ada tiga mata kuliah hari ini.kenapa Frans ?" tanya Devi lagi.


"Emm rencananya aku mau ngajakin kamu makan barengan siang nanti.kalau kamu bisa sih.." Ucap Frans.


"Okelah,aku jemput kamu nanti." ucap Frans mau menjemput Devi.


"Ngak usah jemput Frans,nanti aku masih nungguin teman aku,kamu kirim saja lokasinya nanti dimana,biar aku nyusul kesana.Udah dulu ya aku telat ini." Ucap Devi kemudian berlari masuk kedalam areal kampus,


sedangkan Frans dia kembali menuju mobilnya lalu melajukan mobilnya kearah kampusnnya.


Waktu sudah menjelang siang.


Di kamarnya,Meira terbangun karena mendengar suara ponselnya berdering,terlihat kakaknya yang menghubunginya.


"Ada apa kak?" jawabnya lesu.


"Putri tidur,jam segini kamu baru bangun Embul...?" Ucap Raymond mengeleng gelengkan kepalanya.


"Aku tidur kayak biasa kak,makannya baru bangun..,lagian kuliahku mulai 3 jam lagi kak.." jawab Meira bangun dengan wajah kusutnya.


"Baiklah,kakak hanya ingin melihat wajah jelek kamu pagi ini.." Ucap Raymond tersenyum membuat Meira juga tersenyum.


"Bukan wajah jelek,tapi wajah cantik adikmu ini kan...?" ucap Meira.

__ADS_1


"Baiklah aku akui.." Jawab Raymond.


"Kak bagaimana kalau aku punya pacar,kakak marah?" ucap Meira sengaja memancing Emosi kakaknya.


"Berani kamu memiliki kekasih,akan aku siksa dia."Ucap Raymond serius.


"Kejam sekali kau kak,tapi kau lupa aku sudah punya mantan kekasih..itu karena kakak juga." kesal Meira menatap kakaknya.


"Tapi dia sudah tidak ada,jadi anggap saja kau belum pernah memiliki kekasih." Jawab Kakaknya.


"Mudah sekali mengatakan hal itu." Gerutu Meira.


"kenapa?,apa kamu pernah menaruh hati sama dia itu?" tanya Raymond menajamkan matanya.


"Ngak lah kak,tapi meskipun Dia pria brengsek tapi selama menjalin hubungan denganku,dia ngak pernah nyentuhin aku kak.dia menghormati aku kak."ucap Meira mengenang kisahnya dengan Janson mantan kekasihnya.


"Jika dia dan orangtuanya tidak membuat masalah,mungkin masih aku pertimbangkan." jawab kakaknya.


"Oh ya?,aku tidak percaya." Jawab Meira.


"Bangun gih,kakak matikan dulu,mau ikut daddy metting.se you Embul.." Ucap Raymond kemudian mematikan teleponnya tampa menanggapi ucapan adiknya.


"Dasar kakak yang sangat aneh."


Meira bangun dari tempat tidurnya lansung menuju kamar mandi,


mencuci wajahnya.setelah itu dia pergi menuju kedapur ingin memakan sarapan nasi goreng yang Devi buatkan untuk dirinya.


Meira tengah memakan nasi gorengnya sambil membaca buku yang Elvano berikan untuknya,namun tidak lama ponselnya kembali berdering.


"Ngapa Beb..?"Jawabnya.


"Frans ngajakin makan bareng beb,


kamu ikut ya.." Ucap Devi mengajak Meira ikut bersamanya.


"Jam Berapa?" tanya Meira sambil mengunyah makanannya.


"Habis balik kuliah lah beb,jam 5 atau jam 6 sore gitu." Jawab Devi.


"Baiklah,nanti satu mobil saja. Aku berangkat ini di antarin sama kak Kenzi." Ucap Meira.


"Oke beb,ya sudah aku mau lanjut lagi.by.." Ucap Devi mengahkiri teleponan mereka berdua. Meira selesai makan,dia pun kembali kekamar membersihkan tubuhnya,

__ADS_1


setelah itu dia lansung bersiap siap mau berangkat kekampusnnya.


__ADS_2