
Kenzi baru saja tiba di parkiran membawa Meira pulang.mereka pun segera masuk menuju kedalam ingin naik Apartemen mereka.
"Beb.."Devi yang memanggil Meira yang saat itu tengah berjalan menuju Lif.Meira menajamkan matanya kearah Devi.
"Kamu ninggalin aku kenapa beb?" kesal Meira sambil memangku kedua tangannya.
"Sorry Beb,aku ngak sengaja benaran deh,serius malah.Frans bilangin aku udah kami keluar beb,maaf ya beb." Ucap Devi merangkul tangan Meira.
"kamu ngomongin masalah apa sama Tuan tampan tadi beb..?aslilah beb ternyata Tuan muda Dean sunguh tampan sekali beb...." Ucap Devi seketika itu wajahnya mendapat usapan kasar dari Meira.
"Tampan terus kau pikirkan,makan tu tampan.." Ucap Meira meninggal Devi masuk kedalam lif membuat Devi segera berlari masuk mengikuti Meira.
Ih.."kamu beb,benaran kok dia tampan banget beb,kamu ngak tertarik gitu sama tu cowok...Gila tampan banget.." lagi-lagi Devi berucap mengenai Dean lagi membuat Meira memegang keningnya pusing melihat kegilaan sahabatnya kalau sudah melihat pria tampan.Devi trus bicara mengenai Dean membuat Meira semakin bertambah pusing.
"Stop!!,bisakah kamu tidak membicarakan pria itu.aku pusing." pekik Meira meninggalkan Devi yang terdiam karena ucapan Meira barusan.
"Dia kenapa sampai ngegas gitu ya?, apa aku salah bicara ya..ah lebih baik aku susul" Devi berlari mengejar Meira masuk kedalam Apartemennya.
"Beb Aku minta maaf kalau ucapanku ada salah..maaf ya beb..." Ucap Devi membuat Meira menatap sahabatnya itu.
"Aku tidak marah,aku hanya malas mendengar kau terus membicarakan pria itu." ucap Meira.
__ADS_1
Devi duduk mendekati sahabatnya itu lalu memeluknya.
"Baiklah aku tidak akan lagi membicarakan soal dia." Ucap Devi.
Saat itu terdengar Suara ponsel Meira berdering,yang lansung Meira ambil ponselnya dan terlihat nomer baru tengah menghubunginya,Meira menatap tajam kearah Devi.
"Aku ngak ada ngasi nomor kamu kesiapa siapa pun Beb." Ucap Devi.
"Lalu ini siapa?" Ucap Meira belum mengangkat telepon itu.
"Aku serius beb,ngak ada ngasi nomor kamu kesiapa pun apalagi Frans." Ucap Devi lagi.
Nomer itu kembali menelpon Meira yang ketiga kalinya.Meira memberi ponselnya kearah Devi,menyuruh Devi mengangkatnya.
"Devi Berikan ponsel ini kepada Meira." mereka berdua saling pandang mendengar suara itu.
"Morgan...." pekik mereka bersamaan dengan tersenyum.
"Ia aku.bisakah kalian menjemput aku kebandara sekarang.Aku tidak memberitahu mamy mengenai kepulanganku." Ucap Morgan.
"Oke...,Kami akan menjemput kamu. Tunggulah disana." Ucap Meira.
__ADS_1
"Good baby..aku tunggu." Ucap pria itu menutup teleponnya.
Meira dan Devi lansung bersiap siap kemudian keluar lagi bersama Kenzi menuju bandara.
Di parkiran Elvano baru saja memarkirkan mobilnya,namun dia mengkerutkan keningnya melihat Rombongan Meira pergi.karena merasa penasaran Elvano lansung mengikuti mobil Meira.
"Mereka menuju bandara,mau kemana mereka?" Guman Elvano.
Di Apartemen,Dean baru saja mendapatkan informasi kalau Meira dan Devi pergi menuju bandara,
mendengar itu Dean menyuruh anak buahnya memberikan vedio apa yang mereka lakukan kebandara.
Tidak lama Meira dan Devi sampai di bandara,Meira lansung menghubungi Morgan.
"Kami sudah di depan bray.." Ucap Meira.mendengar itu morgan melambaikan tangannya karena dia melihat posisi Meira dan Devi saat itu. Meira dan Devi lansung berlari kearah Morgan kemudian memeluk pria itu bergantian.
Kejadian itu dilihat lansung oleh Elvano.
"Morgan!!"Guman Elvano terkejut mengetahui pria yang Meira peluk saat itu.dengan matanya,Elvano terus menatap kearah mereka.
Di Apartemen,Dean memanas hatinya melihat Meira berada dalam pelukan pria itu bahkan dengan eratnya.
__ADS_1
"Siapa lagi Pria itu?,yang kemarin mengantar nya kekampus menciumnya,dan ini malah memeluknya seperti itu..,sial...." Gerutu Dean.