Pesonamu

Pesonamu
66


__ADS_3

"Rani..." Panggil Ayura melihat Rani turun dari lantai 2 rumah itu.


"Tante..." Rani lansung berlari kecil kearah ayura dan lansung memeluk tubuh Ayura dengan sangat eratnya.


"Uluh..uluh...Ponakanku...yang cantik dan Manja sekali ini.." Ucap Ayura.


"Tante bisa aja.." Ucap Rani tersenyum menguraikan pelukan mereka.


"Kamu sudah lama datang?" Tanya Ayura.


"Lumayan sih tant,tadi lansung ganguan Mereka berdua tidur.." Ucap Rani tertawa kecil.


"Hemmm..terus ini mau kemana?" Ucap Ayura sembari menyeruput minuman tehnya.


"Mau berangkat kerja dulu Tant..nanti aku juga ikut kalian kesana.." Ucap Rani.


"Emm...baguslah kalau kamu ikut. Mereka mama nggak kesini..?" Ucap Ayura bertanya lagi.


"Kata mama tadi sih,nanti mereka kesini Tant..,aku mau berangkat dulu ya tant.. Udah telat ini.." Rani memeluk tubuh Ayura lagi sembari memberikan ciuman di pipi tantenya.


"Nenek...Rani pergi duluuuu.." pekiknya membuat Ayura tertawa kecil.


"Ya..." Saut Mita dari arah Dapur.


"Bye tante..." Ucap Rani yang di angguki Ayura lalu dia pergi dari rumah neneknya itu menuju rumah sakit.


Dari atas,Gerson menuruni anak tangga berjalan menghampiri Istrinya,Gerson lansung memeluk istrinya tampa malu- malu di hadapan mertuanya.


"Siapa tadi triak kuat sekali sayang..?" Tanya Gerson sembari menciumi rambut Istrinya.


"Si Rani...anak kak Gerath.." Saut Ayura.


"Terus dia kemana sekarang..?" Ucap Gerson menanyakan Rani.


"Udah berangkat kerumah sakit.. Katanya nanti dia ikut keNegara C." Jawab Ayura.


"Hmm..baguslah kalau ikut,nemanin Meira kita.." Jawab Gerson masih memeluk tubuh Ayura.


"Ma..kalian nggak ikut kami?" Tanya Ayura saat Mamanya duduk mendekati mereka berdua.


"Kesehatan papa kamu belum terlalu baik untuk pergi kesana nak.." Ucap Mita sembari menyeruput minumannya.

__ADS_1


"Ia juga sih Ma..nggak usah ajalah dulu.. Kami juga nggak lama disana Ma.."Ucap ayura.


"Papa kemana?" Tanya Gerson.


"Katanya tadi sih mau Jogging..tapi belum juga pulang..palingan masih Mampir kerumahnya Gerath main sama Carol.." Ucap Mita.


Saat bersamaan Meira datang bergabung kearah Mereka.


"Nenek..." Ucap Meira manja bahkan dia memeluk erat tubuh mita yang saat itu mengusap kepala Meira. Tidak lama Raymond juga datang bergabung bersama mereka.


"Kakek mana nek..?" Tanya Raymond duduk mendekati Mita.


"Kakek kamu Joging katanya..tapi belum juga balik-balik.." Jawab Mita.


"Bagaimana kuliah kalian berdua?" tanya Mita mengusap kepala kedua cucunya.


"Aku..lancar saja nek.." Jawab Raymond.


"Aku juga lancar-lancar aja Nek.." Jawab Meira.


"Syukurlah..nenek senang dengarnya." Ucap Mita.


"Hay Om tampan.." Sapa Carol sembari menyematkan panggilannya dengan Gerson,membuat semuanya tertawa saat itu begitu juga Gerson.


"Kemarilah.." Ucap Gerson menyuruh Carol mendekati dirinya.anak kecil itu perlahan melangkah mendekati Gerson dan saat sudah dekat Gerson lansung mengangkat dia kedalam gendongannya.


"Kamu dengar sayang..meski aku sudah tua dia tetap mengatakan kalau aku memang tampan..."Ucap Gerson.


"Baiklah,suamiku memang paling tampan sedunia..." Jawab Ayura membuat mereka tertawa kembali.


"Kalian lama disini?" Tanya Gerath.


"Kami mau ketempat kak Keyra menghadiri acara ulang tahun putranya. Mereka kakak bukannya di undang juga kesana..?"Ucap Ayura.


"Di undang..tapi kamu tau kesehatan papa jadi aku tidak mungkin kesana.. Papa sudah tidak aku ijinkan mengurus kantor lagi.." Ucap Gerath.


"Kau terlalu berlebihan..aku sehat saja.." Ucap Geril.


"Sehat apanya, jika setiap saat kau mengeluh sakit pinggang...!" Ucap Gerath.


"Benar kata Gerath sayang..papa kamu suka sekali menyembunyikan sakitnya, mama sering memarahi papa kalian.." Ucap Mita ikut bicara.

__ADS_1


"Benarkah itu pa..kenapa membohongi ayura kalau papa baik-baik saja..?" Ucap Ayura menatap papanya.


"Kalian tidak perlu khuatir,Papa baik-baik saja..hanya pinggang ini suka sakit pengaruh papa sudah semakin tua.. Jangan berlebihan.." Ucap Geril.


"Kita periksa ya pa..Ayura nggak mau papa kenapa napa.." Ucap Ayura.


"Apa yang Mom Katakan benar kakek.. Kakek harus di periksa biar tau sakitnya apa.." Ucap Meira ikut bicara.


"Nggak perlu..kakek masih bisa mengatasinya.." Ucap Geril seperti biasanya menolak di ajak periksa.


"Periksa saja pa,benar apa yang istriku katakan..!" Kali Ini Gerson ikut bicara membujuk mertuanya agar mau berobat.


"Ia kek..bawa periksa saja kek..Biar Raymond gendong kakek gimana kerumah sakit..?" Ucap Raymond lalu bercanda.


"Kamu kira kakek lumpuh main gendong segala..!" Ucap Geril.


"Kalau begitu periksa,atau nggak biar Raymond lumpuhkan kakek sekalian biar nggak bisa jalan...suruh berobat nggak mau banget.." Ucap Raymond lalu mengomeli Geril.


"Hais...kalian ini.." Kesal Geril.


"Ayo kakek..periksa saja..nanti kalau nggak mau,Carol nggak mau main sama kakek lagi." Ucap Carol kecil ikut bicara bahkan mengamcam Geril.


"Kamu satu..kecil-kecil berani mengancam kakek..ya..ya.. Kakek mau periksa mau berobat.." Mendengar itu Mita dan anak serta cucunya tersenyum senang.


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang saja..!" Ucap Gerson.


"Kalian belum sarapan..sarapan dulu, udah itu baru kita pergi,aku masih mau menghubungi Rani dulu untuk membuat jadwal untuk papa..." Ucap Gerath.


"Ia benar nak..kita sarapan dulu,udah itu baru pergi..!" Ucap Mita.


"Ia ma.."


"Ia nek.."


Jawab Ayura dan juga kedua anaknya.


"Ma Carol makan lagi ya ma..di suapin Om tampan.." Mereka kembali tertawa karena tingkah lucu putra bungsu Gerath.


"Carol tanya Om dulu,apa om mau tidak menyuapi kamu.." Mendengar itu Carol melihat kearah Gerson.


"Tentu saja om bersedia..!" Ucap Gerson kembali mengendong Carol kedalam gendongannya lalu membawa Carol menuju meja makan,begitu juga mereka yang lain. Mereka sarapan bersama pagi itu sebelum membawa Geril periksa kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2