
"Kak..." Deysa,Debora maupun Davin menoleh kearah Rani dan Raymond, bahkan Deysa dan Debora tidak bekedip melihat kearah Raymond.
Dia,sepertinya aku pernah melihat dia tapi dimana?
Guman Davin dalam hatinya.
Ya Ampun,dia seperti pangeran dalam cerita novelku baca..tampan sekali..
Guman Debora.
Tampan...
Guman Deysa.
"Hey...kalian kok diam kak..?" Tanya Rani menyadarkan lamunan mereka bertiga.Rani melihat Deysa yang masih melihat kearah Raymond saat itu lansung tersenyum kemudian menyenggol bahu Raymond.
"Kak Deysa..Kak Debora,Kak Davin.. Kenalkan ini Raymond putra sulung Tante Ayura.." Ucap Rani. Gerson menatap kearah mereka bertiga dan saat itu juga Debora bangun lalu mendekati Raymond bahkan mengulurkan tangannya sembari tersenyum.
"Debora.." Ucapnya namun Debora harus menahan malunya karena Raymond tidak membalas uluran tangannya.melihat itu Rani menyenggol bahu Raymond agar sepupunya iyu membalas uluran tangan Debora.
"Raymond.." Ucapnya namun tidak membalas uluran tangan Debora, Raymond kembali membuat Debora dan Deysa terdiam karena mendengar suara Raymond membuat dunia mereka sejenak berhenti.
Emms...
Deheman Davin menyadarkan Adiknya dan kakak sepupu.
"Kami di suruh papa mengambil barang-barang yang Om Gerson ambil kemari.." Ucap Davin.
"Ini barangnya.." Ucap Raymod,dia balik lagi menuju kamar tamu lalu kembali membawa beberapa kotak lagi lalu meletakan di depan Davin. Raymond sekali lagi balik menuju kamar tamu mengambil beberapa bungkusan kantong lalu kembali meletakan di depan Davin lagi.
"Ini semua bisa kalian bawa..!" Ucap Raymond.
"Terimakasih kak.." Ucap Debora tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama! Maaf aku tidak bisa bergabung lama dengan kalian,aku sedang menyelesaikan pekerjaanku." Ucap Raymond lalu berlalu dari hadapan mereka.tidak lama Debora mendekati Rani.
"Rani...Raymond tampan sekali..." Ucapnya memuji Ketampanan Raymond.
"Dasar mata jelalatan..." Ejek Rani.
"Biarin..benaran dia tampan kok.. Eh dia sudah punya pacar belum?"Ucap Debora membuat Davin mengelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.
"Jangan aneh-aneh Debora..Kau membuatku malu saja! Ayo kita pulang!" Ucap Davin bangun lalu mengambil 2 kotak di depannya.
"Tunggu dululah kak..Rani jawab Akulah. !" Ucap Debora.
"Aku nggak tau! Dia itu sangat tertutup masalah itu.." Jawab Rani membuat Debora cemberut.
"Ih masa sih kamu nggak tau,kamu kan dekat dengan dia Ran..!" Ucap Debora.
"Benaran..aku nggak tau..!! Aku bantu kalian membawa barang-barang ini kemobil kalian." Ucap Rani lalu mengalihkan pembicaraan Debora.
Davin berjalan duluan dari mereka membawa 2 kotak di tangannya menuju keluar membawa kotak itu kedalam mobilnya.
"Aku baik-baik saja Rani..besok jangan lupa datang ya..!"Ucap Deysa.
"Iya kak..pasti kok datang.." Ucap Rani tersenyum.
"Yuk Debora.."Ucap Deysa sembari membawa bungkusan dan 1 kotak di tangannya menuju Mobil mereka, begitu juga dengan Debora.mereka berdua menunggu Davin di mobil,sedangkan Davin kembali masuk kedalam mengambil barang-barang tadi di bantu Rani.
"Rani..!"
Rani menoleh kearah Davin yang membuat mereka berdua saling bertemu tatapan.
"Kenapa kak Davin?" Tanya Rani.
"Nanti sore kamu kerumah sakit lagi?" Tanya Davin.
__ADS_1
"Aku libur kak sampai lusa..kenapa?" Ucap Rani.
"Aku mau mengajak kamu pergi,kamu bisa?" Tanya Davin membuat Rani menatap lekat kearah Davin,bingung.. tidak biasanya dia melihat Davin bicara ramah seperti sekarang, sebelumnya dia selalu diam kalau mereka bertemu, berkumpul.
"Emm..pergi kemana?" Tanya Rani.
"Nonton...gimana?" Ucap Davin bingung mau bilang apa sama Rani.mendengar itu Rani tersenyum tipis.
"Emm gimana ya..sebenarnya aku ada janji dengan temanku,malam nanti acara ulang tahun temanku,kami akan berkumpul disana.." Ucap Rani.
"Keacara teman kamu dulu juga bisa.. udah itu baru kita pergi.." Ucap Davin. Rani lansung mengernyitkan keningnya mendengar Ucapan sangat Aneh dari Davin seperti ngotot sekali ingin mengajaknya pergi.
"Yakin mau ikut keacara temanku..?, masalahnya semuanya perempuan, emm..aku juga bingung,nanti kalau mereka nanyain kamu kak..!" Ucap Rani.
"Kamu bisa menjelaskannya..!" ucap Davin.Rani masih belum menjawab Ucapan Davin,dia tengah memikirkannya.
"Baiklah kak.." Ucap Rani mengejutkan Davin.
"Kamu serius!!" Tanya Davin
"Ia...aku serius..!" Ucap Rani membuat Davin tersenyum membuat Rani termangku diam.
"Jam berapa kita perginya,aku jemput kamu.." Ucap Davin.
"Ems..Jam 5 kakak jemput kesini boleh.." Ucap Rani.
"Baiklah..kalau begitu aku pergi dulu,bye.." Ucap Davin kembali tersenyum membuat Rani tersenyum juga.Davin lansung keluar menemui adik dan kakak sepupunya.
"Lama sekali kau kak.."Ucap Debora
"Masih kekamar mandi.."Jawab Davin sembari menyimpan barang-barang itu kedalam mobilnya.setelah itu dia masuk kedalam mobil.
"Benarkah kau kekamar mandi Dav..aku rasa kau bukan kekamar mandi.." Ledek Deysa.
__ADS_1
"Brisik kau kak..!" Davin lansung melajukan mobilnya menuju rumah mereka lagi.sepanjang perjalanan itu Deysa terus meledeki Davin sampai ahkirnya Davin jujur mengatakan dirinya masih mengobrol sebentar dengan Rani.