
Acara Ulang Tahun Daren sudah di mulai.
Mereka semua berbahagia ria meramaikan acara itu.nyanyian selamat ulang tahun pun mereka nynayikan mengiringi acara tersebut.
Dari samping kiri dan kanan,Dean dan Meira sesekali memberikan lirikan satu sama lain.Dean yang sudah menahan dirinya sejak tadi,kini berjalan mendekati kearah Meira dan sekarang dia tengah berdiri di dekat Meira.
"Bisakan kita bicara setelah ini?" bisik Dean kearah Meira.
"Bicara mengenai apa?" Tanya Meira menoleh kearah Dean.
"Banyak pertanyaan yang harus kamu jawab untukku!" Bisik Dean membuat Meira terdiam tidak lagi menyauti ucapan Dean.bersamaan lagu ulang tahun di nyanyikan lagi.
Potong kuenya,potong kuenya sekarang juga,sekarang juga...Horeeee...teriak mereka bersama bernyanyi.
"Sekarang waktunya Daren potong kue, kue pertamanya mau Daren kasi sama siapa ini..Daddy apa Mommy atau siapa Dek..?" Ucap Deysa berseru.
"Ini ulang tahun spesialku.." Ucap Daren sangat bahagia.
"Wes...spesial...!tau kamu spesial Daren?" Ucap Davin meledeki Adik sepupunya itu.
"Ialah..spesial..sangat spesial sekali karena orang yang ingin aku temui sejak kecil hadir disini jadi aku ingin memberikan kue pertamaku dengannya tapi karena orang itu membawa putrinya juga yang sangat cantik..jadi aku akan berikan kue ini sama kak Meira yang cantik..." Ucap Daren kegirangan membuat mereka semua tertawa bahagia dan juga terkejut mendengar keinginan Daren.
"Haduh Dek..jangan membuat perang dunia Dek.." Ucap Debora mengoda Dean yang saat itu menatap adiknya tengah menatap dirinya tersenyum kemenangan karena bahagia bisa mengerjai kakaknya.
"Kak Meira ini untukmu.."Ucap Daren sembari memberikan piring kecil berisikan potongan kue pertamanya kepada Meira.
"Hoo makasih Adik..selamat ulang tahun ya,panjang Umur,selalu di berikan Tuhan kesehatan dan semakin pintar.." Meira bicara sembari mengusap kepala Daren.
"Terimakasih kakak.." Meira menganggukan kepalanya dengan tersenyum.
"Sama-sama Dek.." Ucap Meira.
"Potongan kue kedua akan aku berikan untuk Mommyku yang cantik.." Ucap Daren lalu memberikan kepada Mommy Keyra.
__ADS_1
"Terimakasih sayangku.." ucap Keyra sembari mencium kening putranya dengan penuh kasih sayang.
"Sama-sama Mommy.." Ucap Daren.
"Sekarang kue ketiga Ini aku berikan untuk Om Gerson.." Ucap Daren.
"Bukan Daddy son...?" Tanya Juandra membuat mereka tertawa.
"Kau sudah tersingkirkan kak.." Ucap Bareil meledeki kakak sepupunya.
"Ia benar..kakak sudah tersingkirkan.." Bara ikut meledeki kakak sepupunya itu.
"Maaf ya Juand kali ini aku merebut posisi kamu.." Ucap Gerson tersenyum lalu mengambil kue yang di berikan Daren untuknya.
"Terimakasih anak tampan..selamat ulang tahun untukmu,Om doakan kamu sehat selalu dan jadi anak yang berbakti dengan orangtuamu dan semakin pintar.." Gerson berucap sembari memeluk tubuh Dean.
"Makasih Om.." Ucap Daren.
"Sama-sama.." Ucap Gerson lalu mengurai pelukan dan saat itu Daren kembali mengambik potongan kue keempatnya.
"Terimakasih boy..selamat ulang Tahun untukmu,tetap sehat dan Daddy selalu mendoakan kebahagiaan kamu..kamu sangat senang..?" Ucap Juandra memeluk tubuh Daren sembari mengusap belakang putranya.
"Ia Daddy.."Ucap Daren tersenyum membuat semua ikut tersenyum.
"Baiklah..Acara tiup lilinnya sudah selesai..untuk mensyukuri hari ulang Tahun Daren,saya selaku orangtuanya mengajak kalian semua untuk makan bersama..Dean Pimpin Doa makannya Boy.." Ucap Juandra yang di angguki Dean kemudian Dea memulai memimpin Doa Makan malam syukuran Ulang Tahun Adiknya.setelah selesai berdoa Juandra lansung mengajak semuanya menuju meja makan yang sudah di persiapkan.
saat itu Dean memegang pergelangan tangan Meira membuat dia berhenti melangkah lalu menoleh kearah Dean.
"Satu meja denganku!" Dean menyampaikan keinginannya lalu berjalan dengan mengandeng tangan Meira menuju Meja yang di sediakan.
"Biarkan adikmu bicara dengan Dean" Ucap Gerson menahan Raymond yang ingin menghampiri Adiknya duduk.
"Baiklah Dad.." Ucap Raymond patuh lalu duduk di deratan meja yang sama dengan Daddynya yang saat itu bangku Raymond berhadapn dengan Deysa. Mereka berdua saling pandang namun Mau Raymond dan Deysa lansung segara mengalihkan pandangan mereka kearah lain.
__ADS_1
"Aku dengar kalian besok sudah mau kembali Ger?" Tanya Juandra.
"Itu benar..aku harus segera kemball karena pekerjaanku..tapi Ayura masih menetap disini membantu Mama mengurus papa sampai benar pulih nantinya.." Ucap Gerson menjelaskan alasan kepulangannya.
"Baiklah..kalau sudah begitu tidak bisa lagi kami menahan..jadi Ray sama Meira juga kembali ?" Ucap Juandra.
"Ia..mereka berdua juga ikut kembali karena kuliah mereka juga belum ada libur." Ucap Gerson.
"Baiklah..kami juga kemungkinan lusa juga pulang..perusahaan hanya asisstenku yang menjaganya.." Ucap Juandra masih lanjut mengobrol dengan Gerson.
"Kenapa menatapku seperti itu..?" Ucap Meira melihat Dean sejak mereka duduk selalu melihat kearahnya.
"Kamu tidak mau jujur padaku siapa kamu sebenarnya..tapi dengan pria itu kamu mau jujur..!" Ucap Dean membuat Meira mengingat Elvano.
"Maksud kamu siapa?" Meira sengaja menanyakan apa yang Dean bicarakan barusan.Dean tersenyum kecut saat itu lalu kembali menatap Meira.
"Tidak usah berkilah..kamu sangat tau sekali siapa yang sedang aku bicarakan.." Ucap Dean.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.." Ucap Meira lalu mengambil makanan.
"Dimana...?" Ucap Dean membuat Meira kembali bingung.
"Apanya yang dimana? Kamu bisa nggak bicara yang jelas..tidak menanyakan sesuatu yang membingungkan aku..?" Ucap Meira.
Dean mengambil tangan Meira lalu dia melihat kearah Gelang tangan yang sedang Meira pakai.
"Kamu sangat tidak adil..kamu memakai pemberiannya tapi pemberianku tidak kamu pakai.." Ucap Dean kembali menatap Meira kebingungan.
"Maksud kamu,Liontin itu dari kamu..?" Meira sedikit terkejut mengetahui fakta Lagi kalau Liontin itu di berikan Dean.
"Bukti yang membuat kamu percaya aku sudah dari dulu mencarimu.." Ucap Dean serius.
"Mencariku..kenapa mencariku..?" ucap Meira penasaran.Dean kembali mengambil tangan Meira lalu mengemgam Meira namun kemudian melepaskan tangan kemudian Dean berdiri membuat semua keluarganya tadi bicara bergurau menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Tuan Gersonander di depan semua keluargaku dan Kamu orangtua Meira.. Aku Dean ingin mengatakan kalau aku menyukai Zameira Reyna..Ijinkan aku menjadikan Meira Menjadi Kekasihku.." mendengar Ungkapan perasaan Dean saat itu membuat semua keluarganya dan juga orangtua Meira saling pandang sedangkan Meira sungguh terkejut sekali dia mendengar apa yang Dean katakan di hadapan kedua orangtuanya dan juga keluarganya yang lain begitu juga keluarga Dean juga.