Pesonamu

Pesonamu
106


__ADS_3

"Hmmm..." Meira ingin berteriak saat itu namun mulutnya tengah di bekap tangan seseorang.


"Ini aku,Elvano.."Bisik Elvano perlahan melepaskan tangannya dari mulut Meira.


"Kak El,Kakak membuat aku terkejut tau..tunggu! Kakak disini?" Ucap Meira.


"Ia Kakak kesini mampir sebentar..Ems mau jalan-jalan?" Ucap Elvano tersenyum.


"Jalan-jalan,boleh..Aku juga pengen sekali mengelilingi sekitar pantai kak.." ucap Meira.


"Baiklah,Ayo.."


"Tunggu kak,kita nggak beritahu Daddy dulu nanti mereka nyariin aku gimana?" Ucap Meira menghentikan tarikan tangan Elvano di tangannya.


"Rafa yang akan memberitahu mereka kalau kamu ikut bersamaku pergi.." Ucap Elvano menyakini Meira.


"Baiklah.."Mereka berdua berjalan menuju kearah pintu samping tempat itu yang lansung terhubung dengan pantai.


"Wow...bagus banget kak.." Meira berlari-lari di pantai itu dengan Elvano mengikuti Meira hanya berjalan sambil menatap Meira dengan senyuman penuh cinta.Sekali-sekali Elvano tersenyum melihat tingkah lucu Meira seperti anak kecil saat itu.


"Kak Ayo..." Meira melambaikan tangannya kearah Elvano.seketika itu Elvano berlari kearahnya namun Meira mengerjai Elvano dengan berlari mendahului Elvano.


"Aku akan menangkapmu Meira.." Elvano sedikit berteriak lalu berlari mengejar Meira.


"Silahkan kalau kakak mampu.." Meira menantang Elvano.Elvano semakin bersemangat berlari mengejar Meira.


Elvano pun mampu menangkap tubuh Meira membuat Meira tertawa lepas saat itu begitu juga Elvano.


"Jangan menantangku,Kamu tidak tau kalau aku perlari yang hebat.." Ucap Elvano masih memeluk erat tubuh Meira namun mereka berdua kemudian terdiam saling pandang lalu seketika Elvano tersadar lalu perlahan melepaskan pelukan itu.


"Maaf.." Ucap Elvano semantara Meira tersenyum malu-malu.


"Tidak apa-apa kak.." Ucap Meira tiba-tiba merasa gugup.Mereka berjalan bersama namun belum bicara lagi.


"Kak.."

__ADS_1


"Meira.."


Mereka berdua bersama sama memanggil satu sama lain membuat mereka saling melempari senyuman.


"Kamu duluan.."Ucap Elvano.


"Ems..Kakak kenapa kemari,apa mau bertemu Daddyku?" Ucap Meira ingin tau.


"Emm..Kalau aku mengatakan ingin bertemu kamu?apa kamu percaya?" Ucap Elvano menghentikan langkahnya membuat Meira menghentikan langkahnya.


"Benarkah..Aku tidak percaya!" Ucap Meira.


"Bagaimana caranya aku bisa menyakinkan kamu,kalau aku tidak berbual?" ucap Elvano menatap lekat wajah cantik Meira.Meira tersenyum lalu meneruskan langkahnya berjalan yang di ikuti Elvano juga berjalan lagi.


"Aku percaya kak,Aku senang.."Ucap Meira malu-malu seketika itu Elvano jadi tersenyum.


"Aku kemari ingin memberitahu kamu, mungkin ini pertemuan terahkir kita!" Ucap Elvano membuat Meira menghentikan langkahnya lalu berbalik badan kearah Elvano.


"Kakak mengatakan apa barusan?" Ucap Meira sekali lagi ingin mendengar apa yang barusan Elavano katakan.


"A..apa maksud kakak mengatakan seperti itu?" Ucap Meira menatap Elvano.saat itu Elvano tiba-tiba Menoelkan hidung Meira.


"Kamu serius sekali menanggapi ucapanku Hmm?" Ucap Elvano tersenyum kearah Meira.


Bug bag..


"Kakak berbohong ya..ya..."Meira memukuli dada Elvano berulang kali membuat Elvano tertawa lalu mengaduh sakit.


"Aduh..Kasar sekali kamu Mei..Kamu perempuan loh.."Ucap Elvano.


"Biarin..siapa suruh membuat candaan nggak lucu begitu!" Meira malah kesal dengan Elvano lalu membelakangi Elvano.


"Jangan marah..Aku minta maaf ya.. Dengarkan aku kali ini aku serius!" Ucap Elvano lalu membalik badan Meira agar berhadapan dengan dirinya.


"Dengarkan aku!Kali ini aku bicara serius..Apa yang aku katakan sebelumnya ada benarnya,untuk semantara aku akan pergi jadi aku anggap ini pertemuan kita yang terahkir sampai aku kembali lagi.Aku serius Meira." Ucap Elvano serius.

__ADS_1


"Kakak jangan bercanda ah,nggak lucu tau..!" Ucap Meira belum percaya.


"Aku serius Meira!Aku serius!!" Ucap Elvano menyakinkan Meira.


"Memangnya kakak mau pergi kemana? apakah lama perginya?" Ucap Meira beruntun bertanya.


"Aku ada pekerjaan yang membuatku tidak bisa bertemu kamu dalam waktu yang mungkin lama,yang tidak bisa aku pastikan kapan pekerjaanku selesai!" Ucap Elvano.


"Pekerjaan apa,sampai membuat kakak tidak bisa menemuiku..?" Ucap Meira.


*Meira andai aku bisa jujur,akan aku katakan tapi maafkan aku.aku tidak bisa jujur sama kamu masalah apa yang kami hadapi saat ini.*Batin Elvano saat itu.


"Ini pekerjaan rahasia dalam keluarga kami..kamu tidak boleh tau yang pasti aku akan menyelesaikannya.aku berjanji akan menemui kamu setelah pekerjaan aku selesai.!" Ucap Elvano.seketika raut wajah Meira lansung berubah sedih mendengar apa yang Elvano katakan. Elvano meraih tangan Meira lalu mengusapnya.


"Meira Aku mencintai kamu!" Ucap Elvano mengejutkan Meira saat itu.


"Kakak mengatakan Apa?coba ulangi sekali lagi..?" Ucap Meira ingin mendengar sekali lagi Elvano mengatakan apa barusan.


"Ini sudah sore,sebaiknya kita pulang.. Nanti Mommy mencari kamu..Ayo.." Elvano menarik tangan Meira menuju jalan pulang kedalam Villa lagi.


"Kak.."


"Jangan tanyakan masalah barusan,aku salah bicara..aku minta maaf..oh ya aku setelah ini lansung pulang! Kamu disini jaga kesehatan dan jangan pernah membantah setiap ucapan Om Gerson apalagi aturannya." Ucap Elvano tersenyum sembari mengusap kepala Meira.


"Kakak tidak mau masuk dulu!" Ucap Meira saat mereka di dekat gerbang.


"Masuklah kamu,Aku akan menemui Daddy kamu..." Ucap Elvano sebenarnya berat sekali berpisah dengan Meira begitu juga Meira,dia merasakan ada yang akan hilang saat itu dari dirinya.


"kakak jaga kesehatan juga,jangan lupakan aku!" Ucap Meira tersenyum menambah kecantikannya.


"Tentu..masuklah!" Ucap Elvano yang di angguki Meira.Dia masuk kedalam lalu pintu itu otomatis tertutup sendiri. Meira tidak tau dari arah luar,Elvano mengubah pintu itu menjadi tebing batu yang di penuhi lumut dan juga pepohonan seperti sebelumnya.


"Apa kita akan lansung pergi Tuan Muda.!" Ucap Rafa.


"Kita menemui Raymond dulu,setelah itu baru kita akan pergi!" Ucap Elvano lalu menghilang begitu juga Rafa.

__ADS_1


__ADS_2