
"Tania sebenarnya aku kuliah disini mengikuti anak atasan orangtuaku.
Yaitu Keluarga Gilbert___."
Huk...huk..huk...
Devi lansung tersedak makanan mendengar ucapan Frans yang mengatakan dia juga bekerja dengan keluarga Gilbert.Frans lansung memberikan air minum untuk Devi yang Devi minum saat itu sampai habis.
"Kamu ngak apa-apa kan?" tanya Frans khuatir.
"Aku ngak apa-apa" jawab Devi sambil mengelap mulutnya.
"kamu tadi bilang orangtua kamu bekerja dengan keluarga Gilbert,
maksud kamu keluarga Gilbert Edizon?" Ucap Devi bertanya mengenai ucapan Frans tadi.
"Ia.itu benar.sekarang aku juga berkerja dengan mereka jadi asissten pribadi putra sulung Tuan Juandra Gilbert." Devi melototkan matanya terkejut mengetahui kenyataan Frans sebenarnnya.
"Serius kamu..?" tanya Devi.
"Serius,untuk apa aku berbohong." ucap Frans yang meyakinkan Devi.
"Astaga,aku tidak menyangka kamu bekerja dengan keluarga mereka Frans,Keluarga yang begitu terkenal diNegara C itu." Ucap Devi masih belum percaya kenyataan Frans bekerja dengan keluarga Gilbert.
"Tapi itu kenyataannya." Jawab Frans lagi.
"Baiklah aku percaya.mengenai masalah tadi apa kaitannya dengan pekerjaan kamu?" tanya Devi.
"Tuan Muda Dean ingin mengetahui saja siapa pemilik mobil itu,sampai sekarang kami belum bisa menemukan identitasnya." jawab Frans.
"Emm begitu,kalau aku tau pasti aku kasi tau kamu,masalahnya aku ngak tau juga." Ucap Devi.
"Tidak apa-apa." ucap Frans.
Tidak terasa mereka sudah menyelesaikan makan mereka.
"Kamu sendirian tinggal di Apartemen kamu..?" Tanya Frans.
"Sendiri,kadang sahabat aku yang kenalan sama kamu kemarin itu sama aku disitu tapi jarang sih,soalnya aku yang lebih sering menemuinya KeApartemennya." Jawab Devi memberitahu Frans.
"Emm begitu.,jaga Dirimu baik-baik." Ucap Frans tampa sadar membuat Devi tersenyum.
"Baiklah,Emm bisa kita pulang.aku masih ada tugas kuliah belum aku selesaikan."Ucapnya mengajak Frans Pulang.
"Baiklah,ayo."
Mereka berdua bersamaan berdiri lalu berjalan menuju kasir membayar makanan mereka,setelah itu mereka pun keluar menuju mobil lalu pergi dari sana.
Berapa belas menit kemudian mereka sampai di parkiran Apartemen Devi.
"Kamu ngak mau mampir keApartemen aku?" ucap Devi membuat Frans terdiam.
__ADS_1
"Memangnya Boleh?"Tanya Frans membuat Devi tersenyum lagi.
"Ia bolehlah,kamu kan teman aku. Ayolah.."Ucap Devi namun ucapan Devi membuat Hati Frans tiba tiba sakit namun dia segera menyadarkan dirinya,lalu Berpikir ini kesempatannya untuk masuk dan melihat dalam Gedung bertingkat 50 tingkat itu. Mereka berdua masuk kedalam menuju lif naik kelantai 45.
"Kamu tinggal dilantai 45.?" tanya Frans.
"Ia.."Jawab Devi sambil memencet tombol lif.
Tidak lama mereka sampai ruangan lantai 45 menuju Apartemen milik Devi nomor 10.
"Ayo masuk.." ucap Devi yang kemudian membuat Frans ikut masuk kedalam.Dia mengangumi tempat tinggal wanita itu karena begitu rapi dan bersihnya.
"Tempatnya sungguh nyaman,
Faselitasnya sangat lengkap." Ucap Frans.
"Ia Frans,kamu duduk disini dulu.aku buatkan minum mau..?" Ucap Devi.
"Tidak perlu Tania,aku masih kenyang. Mungkin lain kali aku tidak akan menolak.." jawab Frans tersenyum.
"Baiklah."Jawab Devi tidak jadi membuatkan minum untuk Frans lalu duduk di depan Frans.
"Tania,kamu sering bawa teman kamu kesini,ems maksud aku teman pria.?" tanya Frans ragu.
"Sebenarnya belum pernah sih,Baru kamu."
Deg! Jantung Frans tiba-tiba berdegup kencang mendengar Devi mengatakan dirinya pria pertama masuk keApartemennya.
"Seriuslah,lebih tepatnya kamu kedua sih setelah papa aku.." ucap Devi sambil tertawa kecil membuat Frans ikut tersenyum.
"Baiklah aku percaya.Ems..aku pulang dulu,lagian sudah malam juga."Ucap Frans yang lansung di angguki Devi.
"Baiklah,berhati-hatilah" Ucap Devi memberitahu Frans."oke" Jawab Frans yang keluar di ikuti Devi mengantarnya kedepan.Frans keluar berjalan menuju lif sambil mengotik sesuatu yang dia bawa untuk melihat dalam gedung itu.
"Gedung ini banyak tersimpan Cctv.
sangat sulit menembus kalau begini." Ucap Frans kemudian masuk kedalam Lif.
Sampai di bawah kearah mobilnya,dia lansung mengendarai mobilnya dari sana menuju Apartemennya.
***
Devi masuk kekamarnya lalu duduk diatas tempat tidurnya
"Setau aku,Plat mobil yang Frans tanyakan tadi milik pemilik Apartemen Paling Atas Apartemen ini,yang aku dengar juga,dia pemilik Gedung ini. kalau aku jujur mengatakan Aku tau,
akan berbahaya untukku.maafkan aku Frans tidak jujur.." Ucap Devi lalu kembali bangun menuju ruangan gantinya.habis berganti pakaian,Devi menuju meja belajarnya untuk mengerjakan tugasnya lagi namun teralihkan dengan deringan ponselnya.
"Halo Bray...?" ternyata kekasihnya menghubungi Devi malam itu.
"Kamu sudah pulang sayang?" tanyanya dari sana.
__ADS_1
"Sudah,ini mau lanjut ngerjakan tugasku,Kamu kenapa nelepon malam begini..?" ucap Devi balik bertanya.
"Aku tidak bisa tidur karena kamu pergi dengan teman pria kamu." jawab Brayen.
"jangan berpikiran aneh,aku tidak menyukai itu.Dia hanya mengajakku makan dan kami bicara mengenai apa yang ingin dia tanyakan" Ucap Devi menatap kekasihnya.
"Aku percaya sama kamu,aku hanya tidak menyukainya,dia sedikit tampan dariku." Ucap Brayen membuat Devi lansung tertawa.
"Bray..bray..,sudah beristirahatlah sana biar cepat sembuh,aku rindu menguras uangmu." Ucap Devi tersenyum membuat brayen ikut tersenyum.
"Baiklah,Aku sudah sehat sayang. besok aku menemui kamu.selamat malam sayang.." Ucap Brayen yang hanya di jawab Devi dengan anggukan kepalanya lalu dia mematikan telepon kekasihnya.
Dia kembali mengerjakan tugasnnya sampai jam 3 subuh barulah dia menyudahinya kemudian tidur.
***
Pagi itu Di mension Gerson,Meira tengah berpamitan dengan Daddy dan mommynya,dia mau berangkat menuju kampusnya.
Meira pergi Di antar oleh kakaknya dan juga pengawal pribadi Meira yaitu Kenzi.
"Embul,kamu membuat kakak spot jantung pagi ini.." Ucap Raymond memainkan rambut palsu adiknya saat dalam mobil itu.
"Ih kakak,jangan di tariklah nanti rusak kak..,Siapa suruh bangun lama sekali.." ucap Meira mengomeli kakaknya.
"Kamu lucu Embul pakai pakaian beginian." Ucap Raymond masih tidak mendengar ucapan adiknya.
"Diamlah kak!mau aku tendang kakak keluar.." kesal Meira karena kakaknya terus mengacak rambutnya,ucapan Meira membuat Raymond tertawa.
"kamu mau menendang kakak,jangan mimpi embuuuul.." kali ini Raymond memegang kedua pipi Meira sambil mengoyang goyangnya kekiri kekanan.Kenzi yang melihat kelakuan Adik kakak itu tersenyum.
"kakak..iih" buk..Meira memukul dada Raymond membuat dia menghentikan tawanya.
"Oke..oke..,kakak minta maaf." Raymond kembali membawa Meira kedalam pelukannya dan mencium kepala adiknya itu.
"kakak kapan sih punya kekasih, kalau ada biar ngak gangguan aku terus..." Ucap Meira mencubit pipi kakaknya.
"Brisik jangan bahas masalah itu, kakak malas." Ucap Raymond membuat Meira tidak lagi berbicara.
Satu jam lebih kemudian mereka sampai di parkiran kampus.
"Kak...itu mobil yang sering mengantar wanita kakak cari." Ucap Davin.Dean melihat meira keluar namun tidak lama seorang pria bertubuh tinggi tegap mengunakan topi,masker serta dan kacamatanya ikut keluar dari sebelah pintu kiri mobil.
"kak??" Ucap Davin.
Dean masih serius melihat Raymond yang saat itu mendekati tubuh Meira lalu memegang kepala Meira,
kemudian mencium kening Meira membuat Dean lansung mengepalkan tangannya.setelah itu Raymond masuk kedalam mobil lagi dan pergi dari sana.
"Kak sepertinya dia sudah memiliki kekasih kak,tidak mungkin papanya semuda itu." Ucap Davin semakin membuat hati Dean semakin memburu.
Disisi lain,Elvano yang saat itu juga melihat kejadian itu,juga mengepalkan tangannya,entah kenapa hatinya sangat ingin marah melihat kejadian itu.Dia segera melajukan mobilnya kearah kampusnya.
__ADS_1
"Kenapa aku harus kesal,aku hanya ingin mengetahui siapa dia saja. kenapa aku harus sekesal ini." Ucap Elvano kemudian dia masuk kedalam kampusnya untuk mengikuti pembelajaran hari itu,begitu juga Dean juga sama,sama kesalnya seperti Elvano.