
"Hey kita bertemu lagi..."Ucap Pria yang tidak lain anak mahasiswa baru di kampus Meira.
Huk..huk..huk..Meira sampai tersedak makanan saat melihat Stefan berada di depan mereka berdua.
"Maaf mengejutkanmu.."Ucap Stefan memberikan gelas minuman kedepan Meira.Dengan berat hati Meira menerimanya lalu segera meminumnya sedikit.Meira dan Devi saling pandang lalu kembali menoleh kearah Stefan yang masih berdiri di depan mereka berdua.
"Boleh saya bergabung dengan kalian?" Ucapnya.
"Bukankah tempat duduk yang lain masih banyak..!" Ucap Devi.
"Itu memang benar,tapi aku ingin bergabung dengan kalian,Aku baru di kota ini,jangan keberatan,aku hanya mau berteman dengan kalian ." Ucapnya lansung duduk di depan Meira dan Devi tampa menunggu jawaban dari mereka berdua.
Dari arah yang tidak jauh Dean dan Elvano melihat kejadian barusan. mengetahui Meira keluar dengan Devi, mereka berdua bersamaan lansung menyusul Meira.
"Sial..Anak itu!berani sekali dia mendekati Meira.."Geram Dean.
"Berani sekali mendekati Meira.." Geram Elvano juga.
Saat itu juga Dean dan Elvano sama-sama berjalan cepat mendekati meja Meira dengan Devi bahkan dengan kompaknya mereka berdua berdiri di samping Meira dengan kemudian saling memberikan tatapan tajam satu sama lain.Hal itu membuat Meira seketika itu terkejut lalu melebarkan matanya melihat kehadiran Dean dan Elvano.
"Kalian disini?"Ucap Meira.
Lagi-lagi dengan kompaknya,Dean dan Elvano menarik bangku lalu menduduknya mendekati Meira dengan mata keduanya masih saling menatap tajam lalu menatap kearah Stefan yang sudah bersantai duduk saat itu.mereka masih saling tatap membuat Meira dan Devi saling pandang lagi.
"Ems..kalian kenapa kemari..?" Ucap Meira bertanya kedua kalinya.
"Ingin menemuimu.."Jawab Dean maupun Elvano bersamaan membuat Stefan tersenyum menyeringai.
"Tidak lucu..!!" Ucap Dean dan Elvano kembali bersamaan.
Hahahaha..
__ADS_1
Stefan tertawa sinis membuat Dean dan juga Elvano semakin geram dengan Stefan.
"Kalian sangat lucu sekali..kompak sekali kalian.." Ucap Stefan meledek.
"Ternyata kamu banyak pengemar.." Ucap Stefan menatap Meira kemudian menatap datar kearah Elvano kemudian kearah Dean.
"Sebaiknya kau harus waspada..!" Ucap Elvano membuat Stefan tersenyum menyeringai lagi.
"Kenapa..Aku harus waspada?bukankah negara ini sangat aman..? Ayolah,aku tidak mengenali kalian,jangan menganggapku pria yang tidak baik.." Ucap Stefan menatap Elvano kemudian Dean.
"Apa tujuanmu?" Ucap Elvano.
"Apa maksudmu bertanya seperti ini,aku sudah mengatakan,kita tidak saling kenal,kenapa kalian menganggapku seperti musuh saja,salahkah aku berteman dengan mereka berdua..?" Ucapnya lagi.
"Kau salah ingin berteman dengan mereka,mustahil di negara ini kau tidak memiliki kenalan maupun teman.. Bagaimana kau bisa berada disini kalau kau tidak memiliki kenalan?" ucap Dean membuat Stefan lagi-lagi tersenyum lalu menoleh kearah Meira.
"Baiklah,maaf kehadiranku menganggu acara makan malam kalian..aku permisi." Ucap Stefan bangun dari tempat duduknya dengan matanya mengarah tajam kearah Elvano dan juga Dean kemudian Stefan lansung pergi hadapan mereka.setelah Stefan pergi mereka berempat masih terdiam namun kemudian Elvano menoleh kearah Meira.
"Elvano benar! Kamu harus menjauh darinya.." Ucap Dean.
Meira melihat Elvano dan Dean bergantian karena melihat mereka berdua sama-sama menyuruh dirinya menjauhi Stefan.
"Kamu mendengarku?" Ucap Elvano.
"Ems..Aku mendengar,tapi kenapa kalian bersamaan kemari dan sekarang bersamaan juga menyuruhku menjauhi Stefan itu.?" Ucap Meira.
"Kamu tau namanya..apa tadi Stefan?" Ucap Dean.
"Ia..namanya Stefan,dia satu kelas denganku.." Ucap Meira memberitahu.
"Kamu harus mendengar ucapan kakak, jauhi dia sebisa mungkin.." Ucap Elvano mengulangi permintaannya dengan Meira.
__ADS_1
"Baiklah..Ems..kalian mau makan disini juga..?" Ucap Meira.
"Ia kakak mau makan.."Ucap Elvano.
"Aku juga mau makan.." Ucap Dean. Mereka berdua sama-sama mengambil buku menu makanan lalu memesan makanan.
"Beb..mereka sudah terang terangan memperebutkan kamu beb..?" Bisik Devi tersenyum mengoda Meira membuat Meira melototkan matanya kearah sahabatnya itu sedangkan Devi hanya mengulurkan sebentar lidah meledeki Meira.
Setelah selesai memesan makanan, Elvano dan Dean saling pandang kembali.
"Kau pasti mengikutiku?" Ucap Dean.
"Ck..percaya diri sekali kamu,Bukankah kebalikan!" Ucap Elvano.
"Ems..jangan berdebat disini kak,kalian tidak lihat semua orang pasti akan melihat kalian kemari..?" Ucap Meira lansung melerai karena dia mau menjadi tontonan orang-orang disana nanti. Dean dan Elvano lansung terdiam mendengar Ucapan Meira.tidak lama makanan pesanan Elvano dan Dean datang.tampa berbicara apa-apa saat itu Dean dan Elvano mengambil makanan mereka masing-masing.
"Ems..Ayo kita makan.." Ucap Meira lalu kembali meneruskan makannya yang saat itu di ikuti Elvano dengan Dean juga Devi makan juga.saat itu hanya suara dentuman sendok yang berbunyi saat itu sampai makan mereka selesai.
"Besok kakak mau pergi ketempat biasa,kamu mau ikut?" Ucap Elvano.
"Aku ngampus sampai sore kak, sepertinya maaf belum bisa ikut.." Ucap Meira tersenyum.mendengar itu Dean juga tersenyum kecil karena Meira menolak ajakan Elvano.
"Baiklah..tidak masalah,hari yang lain kamu bisa ikut aku.." Ucap Elvano tidak perduli dengan senyuman mengejek dari Dean.
"Besok berangkat denganku saja kamu, aku dengar Kenzi sedang tidak ada disini..?" Ucap Dean.
"Ems..Aku akan berangkat bersama Devi besok,Maaf..mungkin lain kali.." Ucap Meira membuat kali ini Elvano yang tersenyum mengejek Dean yang di tolak Meira juga.
"Baiklah.." Ucap Dean sembari matanya menatap tajam kearah Elvano.
saat bersamaan Pengelihatan Elvano memperlihat sesuatu yang berbeda dan dia memejamkan matanya namun kembali membukanya.
__ADS_1
"Aku harus pergi.." Ucap Elvano lansung pergi begitu saja membuat Meira terkejut,heran tidak biasanya Elvano seperti ini.