Pesonamu

Pesonamu
69


__ADS_3

Di Negara B.


"Mbak Mita..."


Mita menoleh kearah samping,ternyata Maora yang memanggil dirinya.Maora bersama suaminya baru saja tiba di rumah sakit tersebut.Maora mendekati Mita kemudian lansung memeluk tubuh Mita sembari mengusap belakang Mita.


"Mbak Kenapa nggak ngasi tau sih kalau Geril sakit,kami terkejut sekali mendengarnya..ini sudah di Operasi?" Ucap Maora.


"Ia Mita..Apa yang terjadi sebenarnya?, tidak pernah dengar dia mengeluh sakit padaku..?" Tanya Nathan.


"Mereka masuk 20 menit yang lalu Maora..Jangankan kalian sama aku istrinya aja,dia nggak mau bilang... Bodoh kan..dia nyembunyikan sakitnya bahkan sejak 6 bulan lalu Maora,Dia ngerasain sakit.. baru tadi pagi dia jujur memberitahu kami semua,mengenai sakitnya.." Jelas Mita geram dengan suaminya.


"Hais Geril..!!bodoh sekali dia.. bagaimana kalau terjadi apa-apa..awas saja nanti dia.."Nathan juga geram mengetahui sebenarnya Geril nyembunyikan sakitnya dengan mereka semua sudah sejak lama.


"Itulah..aku marah sekali sama dia.." Ucap Mita.


"Semoga Operasinya berjalan lancar.." Ucap Nathan.


"Oh Gerath...Gerson kau juga disini...?" Nathan lansung berjalan menghampiri Gerath dan Gerson bergantian berjabat tangan dengan keduanya,kemudian Nathan memeluk erat tubuh Gerson.


"Maaf aku tidak menyadari kalian..aku sangat khuatir dengan mertuamu.."Ucap Nathan.


"Tidak apa-apa Tuan nathan.." Jawab Gerson.


"Sejak kapan kalian disini?" Tanya Nathan.


"Semalam kami sampai..rencananya akan pergi menemui Juandra yang mau merayakan Ulang tahun putranya tapi aku membatalkannya."Jawab Gerson.


"Oh ya..ya..Ulang tahun putra bungsunya itu..Kami juga rencananya akan kesana juga tapi besok pagi..tapi mendengar papa mertua kamu begini, sepertinya aku juga menbatalkannya.." ucap Nathan.


"Barusan aku sudah menghubungi Juand..dia bilang mereka yang akan kemari..!" Ucap Gerson mengejutkan nathan.


"Ya kah..?kenapa mereka tidak memberitahu kami.." Nathan menoleh kearah istrinya.


"Sayang..Kata Gerson,Juandra mau kemari..itu artinya dia akan merayakan ulang tahun putranya disini lah.." Ucap Nathan


"Ah ya..aku belum memberitahu kamu, ya benar..belum lama mereka mengabari aku,saat kamu masih di jalan pulang,Kak Andreu yang menghubungi aku,bilang mereka kemari..." ucap Maora memberitahu suaminya.


"Ah baiklah..sepertinya mereka sudah berada dalam pesawat sekarang.." Ucap Nathan.


"Kalian lama disini?" Nathan kembali mengajak Gerson bicara.


"Sepertinya Istriku yang akan lama disini..kalau aku palingan 3 hari lagi kembali,pekerjaanku tidak bisa aku tinggal terlalu lama.." Ucap Gerson.


"Emm kamu benar..mau gimana lagi kan.. Orangtua kamu sehat..?"Ucap Nathan bertanya mengenai orangtua Gerson.


"Sehat semua..mereka tengah berada di rumah Uncle Julio." Ucap Gerson.


"Aa ya..syukurlah kalau sehat semuanya.." Ucap nathan kemudian tersadar di samping Gerson ada yang asing dia lihat saat itu.Gerson menyadari Nathan melihat kearah putranya.

__ADS_1


"Dia putra sulungku.." Ucap Gerson.


Mendengar itu Raymond mendekati Nathan lalu mengulurkan tangannya dengan wajah Datarnya.


"Raymond.." Ucap Raymond memberitahu namanya.


"Panggil aku Opa Nathan..,kau fotokopi Daddy mu sekali nak..!" Ucap nathan tersenyum.


"Tentu saja.."Jawab Nathan.


"Dia cucu tampanku,pak nathan..." Ucap Mita.


"Aa ya..Dia memang tampan..aku akui dia bahkan tampan dari daddynya, ini karena campuran Gen Ayura.." Ucap Nathan bercanda membuat Gerson tersenyum begitu juga Raymond.Maora mendekati Raymond sembari tersenyum lalu mengulurkan tangannya kearah Raymond yang lansung Raymond sambut.


"Kamu bisa memanggilku Oma Maora.." Ucap Maora mendapatkan anggukan kepala dari Raymond.


"Baik Oma..Anda awet muda,sepertinya waktu masih muda anda sangat cantik..!" Ucap Raymond mengoda Maora membuat Mita dan Maora tertawa kecil.


"Hey nak..kamu membuatku cemburu.." Ucap nathan.


"Sayangnya..Oma cantik ini sudah tua ya..Kenapa kamu lahir jaman sekarang tidak dulu saja,bisa saja Oma salah satu wanita di antara wanita yang menyukai kamu nak.."Ucap Maora membuat Mita, Gerath dan istrinya tertawa sedangkan Gerson,Raymond dan Nathan tersenyum mendengar ucapan Maora barusan.


"Jika aku ada di jaman Oma masih muda dulu,tentu saja Opa Nathan bukan suamimu..melainkan aku yang akan menjadi suamimu Oma.." Jawab Raymond membuat mereka semua kembali tertawa.


"Ah sial..Gerson...putramu merayu istriku...!!" Ucap Nathan.


"Kau yang memulainya Tuan nathan..!" Ucap Gerson tersenyum.


"Dia lebih berharga dari sebuah permata maupun berlian yang kami miliki Tuan Nathan..,Dia masih menemani istriku ketoilet.." Ucap Gerson.


"Baiklah..kalau begitu Aku tidak sabar ingin melihatnya kecantikannya..!"Ucap Nathan.


"Papa..apa kau mau berpaling dariku setelah melihat putri Gerson yang cantik itu..?"Ledek Maora.


"Astaga Istriku..!!tentu saja tidak...,aku sudah tua,Cintaku hanya untukmu seorang.." Jawab Nathan membuat Mira dan menantu serta cucunya tersenyum.


"Kau masih laku menjadi Hot Daddy Tuan Nathan..!" Ledek Gerson.


"Hancur duniaku! karena ucapanmu Gerson..jangan membuatku tidur di luar Gerson..."Ucap Nathan membuat Mita dan Maora tertawa begitu juga Gerson.


"Tante...Bersiaplah...Om Nathan akan menjadi Hot Daddy.." Ledek Gerath.


"Sebelum kesampaian,Miliknya sudah tante duluan aku kebiri Gerath.."Ucap Maora.


Hahahahaha...


Mereka tertawa bersama saat itu mendengar ucapan Maora sampai Moara melihat kearah Ayura datang bersama putrinya.


"Ayuraaa..." Mereka semua menoleh kearah Ayura bersama putrinya yang baru saja datang dari Arah Toilet.

__ADS_1


"Tante..." Ayura lansung berpelukan denga Maora.


"Sudah lama kita tidak bertemu ya.." Ucap Maora membalas pelukan Ayura.


"Tante benar..Tante apa kabar..?" Ucap Ayura menanyakan keadaan Maora.


"Kami sangat sehat nak..,kalian juga pasti sehat-sehat juga kan..?" Ucap Maora balik bertanya.


"Kami juga sehat semua tant..." Ucap Ayura lalu mendekati Nathan dan menyalimi tangan Nathan.


"Gerson...Jadi ini putri kalian...?" Tanya Nathan sudah melihat kearah Meira sejak tadi tampa berkedip begitu juga dengan Maora.


"Ia..dia putriku..Reyna Zameira.


Frincces salam Oma,Opa..mereka teman baik kakek dan nenek kalian.." Ucap Gerson membuat Meira perlahan mendekati Maora lalu menyalimi tangan Maora kemudian beralih mendekati Nathan lalu menyalimi tangan Nathan juga.


"Boleh Oma lihat wajah di balik Masker ini..?" Tanya Maora. Mendengar itu, Meira melihat kearah Daddynya.


"Jangan pelit Gerson.." Ucap Maora membuat mereka semua tersenyum. Gerson menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Maora.perlahan Meira membuka Maskernya namun tidak dengan topi yang dia kenakan.


"Ya Tuhan,Kamu cantik sekali sayang..." Puji Maora memegang kedua pipi Meira.


"Oma yang yang cantik.."Ucap Meira tersenyum menambah kecantikannya.


"Astaga..Kenapa kalian berdua membuat putri secantik dia Gerson..." Ucap Nathan ikut memuji Meira.Meira sungguh wanita yang sangat sempurna menurut Nathan,mulai dari dia memiliki tubuh yang sempurna dan wajahnya yang begitu sangat cantik.


"Cetakanku memang sangat sempurna Tuan Nathan.." Ucap Gerson sombong.


"Tutup kembali maskermu nak..Opa tidak tahan melihatmu..bisa saja Opa jatuh cinta denganmu..!" Ucap Nathan membuat mereka semua tertawa saat itu melupakan Geril yang masih berada di dalam ruangan Operasi.


"Opa kamu benaran sayang..Oma seorang perempuan saja terpesona melihat kecantikan kamu.." Ucap Maora lalu membantu Meira memakaikan kembali maskernya.Meira kembali merapikan penampilannya.


"Ini alasanmu menyembunyikan putrimu selama ini..Gerson?" Ucap Nathan bertanya.


"Benar Tuan Nathan..Aku tidak mau putriku merasa tidak nyaman di luaran sana..aku tidak mau Putriku dalam bahaya.." Ucap Nathan.


"Kamu benar Ger..kamu sangat beruntung nak..apa yang di lakukan Daddy kamu itu demi kebaikan dan keselamatan kamu.." Ucap Nathan mengusap kepala Meira.


"Ia Opa.."


Bersamaan lampu ruang Operasi berubah hijau,membuat mereka semua menoleh kearah Pintu.tidak lama suara pintu terbuka dan Rani keluar dari ruangan itu.


"Gimana Kakek kamu sayang..?" Tanya Mita.


Rani membuka maskernya,lalu melihat kearah seluruh keluarganya.


"Semuanya lancar..,Kakek akan kami pindahkan dulu..sesudah itu baru kalian bisa melihat kakek..!" Ucap Rani membuat mereka semua merasa senang dan lega sekali saat itu mengetahui Operasinya berjalan dengan Lancar.Rani kembali masuk dan tidak lama Rani Dan Arlan membantu mendorong Brangkar Geril menuju ruangannya kembali.


Mereka semua mengikuti Rani Dan Arlan membawa Geril juga ikut mengikuti Arlan dan Rani membawa Geril menuju ruangan lagi.

__ADS_1


...****************...


Terimakasih banyak untuk kalian semua yang selalu setia menanti setiap kelanjutan Episode Novelku..πŸ˜ŠπŸ™Jangan lupa berikan like dan Komentaaaar dooong....biar Author semangat Updatenya.Yang pastinya Komentar dengan kata yang baik dan memotivasi....πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜‘


__ADS_2