Pesonamu

Pesonamu
14


__ADS_3

Disisi lain Pria itu saat ini tengah mencari tau informasi mengenai Meira,tidak lama dia menemukannya.


"Reyna Zameira!.Kenapa nama keluarganya tidak tercantum disini?,ini sangat Aneh sekali." pikir Pria itu kembali mencari tau media sosial maupun lainnya mengenai Meira.


"Tidak mungkin dia tidak memiliki akun media sosial satu pun,itu sangat tidak masuk akal!"


Pikir Pria itu semakin penasaran dengan identitas Meira,dia kembali mencari lagi di percariannya dengan Nama Reyna Zameira.


"Kenapa Nama wanita ini tidak terdaptar di kampus,bukankah dia kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis?,Ini benar-benar semakin membuatku penasaran.Siapa kau sebenarnya??" Ucap pria itu yang semakin penasaran dengan Meira.


tidak lama dia mendapat teleponan dari asistennya.


"Ia Raf,bagaimana?" tanyanya.


"Maaf Tuan,pihak kampus tidak mau memberikan data mengenai anak- anak kampus itu Tuan.itu akan menyalahkan gunakan aturan kampus tuan." Jawab Rafa menjelaskan apa yang dia dapatkan.


"Baiklah,terimakasih Raf." Dia mematikan telepon dari Rafa.


"Ini benar-benar mencurigakan..?, disini hanya tertera namanya Reyna Zameira dan temannya Devi Gastania, begitu juga pria yang bersamanya hanya Kenzio saputra.ini sangatlah mencurigakan,Aku harus menyelidiiki sendiri kalau sudah begini." Pria itu bangun dari tempat duduknya menuju ruang gantinya kemudian keluar dengan pakaiannya.Dia pun keluar dari Gedung itu kesuatu tempat.


Disisi lain,Orang yang mengikuti mobil Meira tadi adalah Dean.Dia tidak sengaja melihat mobil yang pernah dia ikuti sebelumnya melaju keluar di tengah malam itu kearah lain membuat dia penasaran lalu mengikuti mereka.namun di tengah persimpangan jalan, dia kehilangan jejak mereka karena terhalang lampu lalu lintas berubah merah yang artinya berhenti. Dean kembali mengerutu lalu memutuskan berbalik kembali pulang menuju Apartemennya.


***


"Devi berikan pada Uncle,obat yang dokter itu berikan..?" Pinta Gerson yang lansung Devi Ambil lalu dia berikan kepada Gerson. Gerson melihat bungkusan obat itu lalu memeriksanya dengan teliti,kemudian dia tersenyum membuat Ayura,


Raymond maupun Devi mengeryitkan kening mereka.

__ADS_1


"Kenapa Suamiku?Apa obatnya tidak bagus?" tanya Ayura.


"Bukan begitu Mom.Obat ini sangat bagus sekali" Jawab Gerson kemudian memberikan kembali kepada Devi yang lansung Devi simpan di tempat sebelumnya.


Gerson mengusap kepala putrinya.


"Kamu beristirahat ya sayang,Daddy mau keluar sebentar." Ucap Gerson kemudian mencium pucuk kepala putrinya lalu memberikan isyarat kepada putranya agar mengikuti dirinya.


"Kakak keluar dulu Embul." Ucap Raymond juga mencium pucuk kepala adik tersayangnya kemudian keluar dari kamar adiknya bersamaan dengan daddynya.


"Terimakasih Devi kamu selalu menjaga Meira Aunty.." Ucap Ayura.


"Sama-sama Aunty..ini sudah tugasku sahabatnya,saling menjaga dan membantu Aunty." Ucap Devi tersenyum.Ayura memegang pipi Devi dengan menganggukan kepalanya.


"Mom,kalian lama disini?" tanya Meira.


"Belum tau sayang,tergantung daddy kamu..,istirahat ya biar cepat sembuh.." Ucap Ayura.


"Aunty..,Devi mau kebawah dulu,mau makan Aunty..Lapar.." Ucap Devi tertawa kecil membuat Ayura tersenyum mengetahui sahabat putrinya tidak jadi makan karena kedatangan mereka tadi. "Ya sayang,pergilah." Ucap Ayura.


Devi keluar dari kamar Meira dengan tidak lupa menutup kembali pintu kamar itu,kemudian dia turun kebawah kembali memakan makanannya karena dia memang sangat lapar belum makan sejak siang tadi.


"Dad kita mau kemana?" tanya Raymond.saat ini dia dan daddynya sudah di dalam mobil menuju suatu tempat.


"Menemui Unclemu,dia menyuruh kita kesana." Jawab Gerson.


"Apa ini mengenai masalah kemarin?, ada sekelompok mesterius yang berani merampok Uncle dad?" tanya Raymond.

__ADS_1


"Ia.daddy kemari juga mau menanyakan bagaimana kejadiannya dengan Unclemu." jawab Gerson.


Setelah melakukan perjalanan selama 1 jam,ahkirny mereka tiba di Markas Lion Golden.


"Bro.."


Gerson lansung memeluk tubuh Dante begitu juga Dante,dia memeluk tubuh sahabatnya yang hampir setahunan tidak pernah bertemu.


"Uncle.."


Sapa Raymond lansung menyalimi tangan Dante.


"Kau semakin tampan saja Ray.."Puji Dante dengan menempuk belakang Raymond.


"Terimakasih Uncle." jawab Raymond tersenyum.


"Bray Ceritakan padaku bagaimana kejadiannya?" Ucap Gerson lansung menanyakan mengenai masalah yang sahabatnya alami.


"Seperti biasanya,malam kemarin kami mengirim obat obatan untuk rumah sakit yang ada diNegara J,tapi dalam perjalanan sekelompok orang tidak di kenal merampok semuanya sebelum sampai di pelabuhan.Aku merasa mereka bukan orang-orang di Negara ini Bro..,yang pastinya mereka mengetahui kalau aku mengirim obat-obat itu untuk negara J saja.di pelabuhan jalur negara lain semuanya Aman." jelas Dante menceritakan kejadian perampokan distribusi obat-obat miliknya.


"Nanti aku akan mengurus ini dengan diky,dia yang berkuasa di Negara itu." Jawab Gerson.


"Hmm baiklah,aku mau kau menghabisi mereka semua." Ucap Dante.


"Tentu saja..,tapi itu tidak akan membuat perusahaanmu bangkrut bray!!" Ucap Gerson tersenyum mengejek Dante.


"Sialan kau..,Aku tidak semiskin itu." Dante meninju bahu Gerson,kemudian mereka berdua tertawa bersama.

__ADS_1


meski sudah memiliki Anak yang sudah mulai dewasa semua,mereka berdua masih tidak berubah,masih seperti pria-pria muda.


"Bagaimana keadaan putrimu Bro?" tanya Dante.


__ADS_2