
Deysa tengah berjalan menuju kantin bersama teman-temannya.sampainya di kantin mereka lansung memesan makanan.
"Deysa kayaknya cowok tu lihat kamu terus deh.." Bisik salah satu temannya.
"Perasaan kamu..orang-orang memang sering melihatku!" Ucap Deysa tidak perduli.
"Sudahku duga vel,dia wanita sangat sombong.." Ucap Temannya menggoda.
"Kalian sudah tau!" Saut Deysa.
"Gimana nanti malam jadikan kita nonton..?" ucap temannya.
"Jadilah tapi ingat jangan kalian bawa pawang kalian,malas sekali aku..!" Ucap Deysa membuat teman-temannya tertawa semua.
"Makanya punya pacar sana,kan enak kayak kami..Kak__"Ucap Temannya terputus karena mendapat tatapan tajam dari Deysa.
"Jangan menyebut namanya,kalian tau kan aku tidak menyukainya!" kesal Deysa.
"Tapi Beb,dia sepertinya serius deh suka sama kamu..kenapa sih kamu nggak mau sama dia,menurutku Dia tampan, kaya raya,cool,ih apaan sih yang nggak ada dari dia,kamu mau nyari cowok kayak mana lagi hah..heran deh kami.." Ucap Temannya mengomel melihat sikap Deysa acuh dengan seorang pria yang menyukainya.
"Aku belum ingin menjalin hubungan terikat seperti kalian jalani itu. !" sautnya
"Hah..selalu begitu.." Ucap temannya. Tidak lama makanan mereka sampai, dan saat itu mereka pun memulai memakannya.
"Deysa..serius deh..tu cowok ngelihatin kamu deh,coba kamu lihat sebentar.." bisik Temannya.
"Biarkan saja.." Deysa terus melanjutkan makannya.
"Serius beb.." ucap temannya membuat Deysa menghentikan makannya sembari menarik napasnya kemudian dia menoleh kearah belakangnya, Seketika itu Deysa melebarkan matanya mengetahui siapa pria itu.
"Dia..kenapa dia ada disini..yang benar saja..?" Batin Deysa berguman sembari dia menunduk.
"Kau kenal cowok itu beb,kalau di lihat kayaknya ganteng banget deh cowok tu.." seketika itu Deysa lansung memukuli bahu temannya itu sampai temannya memekik kuat.
"Sakit Deysa!! kenapa sih,memang benaran kan..??" ucap temannya.
"Sekali lagi kau ngomongin gitu,sambal ini aku masuki kemulut kamu!" kesal Deysa membuat kedua temannya saling pandang melihat perubahan sikap Deysa yang lansung kesal.
"Serius Dey,kamu kenal sama tu cowok?" Tanya temannya yang satu.
"Ems..aku nggak yakin itu dia..!" Ucap Deysa membuat kedua temannya bingung.
"Nggak yakin? Maksudnya,kamu kenal sama dia.." Ucap temannya.
__ADS_1
"Nggak tau..!" jawabnya kemudian menoleh kebelakang melihat pria itu masih duduk disana juga melihat kearahnya.
"Masa sih itu Raymond? Tapi ngapain dia kemari?" Guman Deysa saat itu di tatap serius kedua temannya.
"Beb..kamu ngomongin apaan sih?" Tanya temannya yang saat itu lansung Deysa gelengkan kepalanya.
"Kalian nanti duluan aja pulang,aku masih mau keperpus.." ucap Deysa yang di angguki kedua temannya. Tidak lama mereka selesai makan,kedua temannya duluan pergi meninggalkan Deysa.tidak lama pria tadi disana bangun lalu berjalan menghampiri Deysa membuat Deysa seketika itu menegang.
"Ka..kamu??" Ucap Deysa menatap kearah pria yang ternyata adalah Raymond.
Raymond duduk di depan Deysa dengan matanya terus menatap kearah yang saat itu juga menatapnya.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Deysa.
"Hanya mampir?" Ucap Raymond membuat kening Deysa mengernyit.
"Hanya mampir..?" Deysa mengulang ucapan Raymond.
"Ia..hanya mampir menemui temanku!" Ucap Raymond.
"Baiklah..Apa dia kuliah disini?" Ucap Deysa bertanya.
"Tidak! Dia Dosen disini.." Jawab Raymond kemudian bangun dari tempat duduknya.
"Ikutlah denganku!" Ucapnya.
"Ikuti saja,Aku bukan ingin menculikmu!" Ucap Raymond kemudian duluan berjalan yang saat itu lansung di ikuti Deysa mengekorinya dari belakang.
"Ems..kamu sering kemari?" Tanya Deysa menoleh kearah Raymond yang saat itu berjalan lurus melihat kedepan.
"Kenapa kamu ingin tau?" Ucap Raymond.
"Tadi jadi..!" Deysa jadi kesal karena Raymond saat itu.menyesal bertanya seperti itu pikir Deysa.
"Aku menyelesaikan studi S2 ku disini!" Ucap Raymond membuat Deysa menatap kearahnya lagi.
"Apa kamu bilang tadi,menyelesaikan S2 disini? Kampus ini maksud kamu?" Ucap Deysa bertanya.
"Hmm.." Raymond masuk kedalam mobilnya.melihat itu Deysa hanya diam namun tidak lama Raymond membuka kaca mobilnya melihat kearah Deysa.
"Kenapa masih berdiri? Masuk!" Ucap Raymond.
"Duduk dimana?" Tanya Deysa.
__ADS_1
"Di pangkuku!" Jawab Raymond membuat mata Deysa melebar.
"Tentu saja di sebelahku,kamu pikir aku supirmu?" Ucap Raymond membuat Deysa kembali kesal lalu dia berjalan kesebelah dan masuk ketempat duduk samping Raymond.
"Pakai sabuk pengamanmu!" ucap Raymond yang saat itu lansung Deysa patuhi.tidak lama Raymond melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
"Kita mau kemana sebenarnya?" Tanya Deysa namun tidak di jawab Raymond membuat Deysa kembali kesal dengan Raymond.dalam perjalanan itu mereka berdua diam membuat Deysa sangat malas sekali saat itu.tidak lama mereka sampai di restoran yang Deysa tau restoran itu karena dia sering makan disana.
"Ngapain kemari? Aku sudah makan.." Ucap Deysa.
"Kamu berisik sekali..ikuti saja..!" ucap Raymond keluar dari mobilnya.
"Ih menyesal aku mau ikut sama dia,dia itu kenapa sih..ngomongnya bikin kesal.." Kesal Deysa kemudian turun lalu segera mengikuti langkah Raymond masuk kedalam.
"Bos.."Manajer itu menyapa Raymond sembari membungkukan badannya lalu menyapa Deysa,seketika itu membuat Deysa sedikit terkejut.Raymond kembali melanjutkan langkahnya menuju kedalam ruangannya yang lansung di ikuti Deysa.
"Jadi Restoran ini milik kamu?" Tanya Deysa penasaran.
"Ia.." Jawab Raymond kemudian duduk di sofa ruangannya.tidak lama Beni orang kepercayaan Raymond datang sembari membawa pelayan yang mengantar makanan pesanannya.
"Duduklah!" ucap Raymond menyuruh Deysa Duduk dan perlahan Deysa duduk di samping Raymond.Deysa melihat hidangan di depannya sedikit terkejut karena ada menu favoritnya disana.
"Ini laporannya Bos.." Beni memberikan berkas itu kedepan Raymond.
"Terimakasih Beni,kau boleh keluar.." Ucap Raymond yang di angguiki Beni kemudian dia keluar dari ruangan Raymond.
"Makanlah..!"Ucap Raymond sembari mengambil makanannya.
"Aku sudah kenyang makan tadi.." Ucap Deysa.
"Benarkah..? Kalau begitu aku akan memanggil pelayan untuk mengambil kembali makanan ini.." Ucap Raymond lalu memakan makanannya seketika itu Deysa lansung mengambil salah satu makanan yang dia sukai yaitu makanan favoritnya.
"Aku mau makan ini.." Ucap Deysa tersenyum lalu memakannya dengan lahap membuat Raymond yang melihat sedikit menarik ujung bibirnya.tadi bilang sudah kenyang tapi sekarang masih mau memakannya,pikir Raymond.
"Kamu tidak takut kamu gendut?" pertanyaaan Raymond membuat Deysa menoleh kearah Raymond.
"Apa kamu bilang barusan,kamu mengataiku gendut!!"Ucap Deysa mulai kesal.
"Kunyah dulu makanan di mulutmu itu baru bicara.." Ucap Raymond membuat Deysa mengalihkan pandangannya lalu mengunyah makanannya.Raymond kembali tersenyum melihat tingkah lucu Deysa saat itu.
"Kau makan seperti anak kecil saja.." Ucap Raymond mengejutkan Deysa karena tangannya memegangi samping bibir Deysa,mengelap makanan yang menempel di samping bibir Deysa. Deysa menjadi gugup saat itu karena perlakuan Raymond padanya, sedangkan Raymond sepertinya biasa saja dan dia pun kembali memakan makanannya.
Tidak lama terdengar ketukan pintu ruangan Raymond.
__ADS_1
"Masuk..!" Suruh Raymond.
"Bos di depan,Ada nona Anelika.." Ucap Beni membuat Deysa menghentikan makannya lalu menoleh kearah Raymond.