
Elvano perlahan menurunkan tubuh Meira.
Saat ini mereka berdua tengah berada di dalam kamar luas milik Elvano. Elvano membuka jasnya lalu meletakannya diatas meja sofanya,semantara Meira masih mematung di tempatnya berdiri saat itu.
"Kita sudah berada di ruangan tertutup, jadi katakan padaku siapa kamu sebenarnya..dan juga Gelang itu..?" Ucap Elvano kembali mendekati Meira dan sejajar berdiri dengan Meira.
"Emm aku akan mengatakan mengenai gelang itu..!" Ucap Meira.
"Hmm..." Ucap Elvano menunggu penjelasan Meira.
"Sebenarnya Gelang itu memang bukan milikku,Aku mendapatkannya dari hadiah ulang tahunku!" Ucap Meira terhenti dan Elvano lansung terkejut mendengar Meira mengatakan dia mendapatkan gelang itu dari hadiah ulang tahunnya.Elvano teringat jika setiap tahunnya dirinya selalu memberikan hadiah Gelang itu kepada Mata birunya.
"Aku tidak tau siapa yang memberiku hadiah-hadiah yang sama itu padaku.!" Ucap Meira lagi.
"Ems..kenapa kamu tidak tau siapa yang memberikannya..?" Tanya Elvano.
"Hadiah itu tidak ada nama pengirimnya. Bukan hanya sekali tapi sudah berkali-kali setiap Ulang tahunku dan juga saat hari Valentine mereka mengirimnya.." jelas Meira lagi.
Elvano kembali terkejut mendengar penjelasan Meira,dan Elvano lamsung menyakinkan kalau wanita di depannya ini adalah Mata birunya.
"Kenapa kakak ingin tau..,dan kenapa kakak memiliki gelang yang sama dengan milikku..?" Ucap Meira balik bertanya.
"Katakan padaku,Apa kamu putri Om Gerson...?"
Meira membulatkan matanya sangat terkejut mendengar pertanyaan Elvano barusan.kakinya dan tangannya bahkan lansung tidak mampu dia gerakan karena gugup bagaimana menjawab pertanyaan Elvano.
"Reyna..apa kamu putri Om Gerson..?" Tanya Elvano lagi ingin segera mendengar jawaban dari Meira.Elvano memegang kedua bahu Meira.
"Berikan aku jawabanmu..Aku mohon..?" Ucap Elvano.
"I..Ia.." Jawab Meira membuat Elvano menegang.
"Katakan sekali lagi dengan Jelas.. Reyna..??" Pinta Elvano.
"Ia..aku putri Gersonander Berneo Murai.." Ucap Meira dengan Jelas dan seketika itu Elvano lansung memeluk tubuh Meira dengan eratnya.
"Ahkirnya aku menemukan mata biruku.." Ucap Elvano sangat bahagia namun hal itu membuat Meira bingung.
"Terimakasih Tuhan..." Ucap Elvano bahagia.
"Kak aku sesak kak.."Mendengar itu Elvano melepaskan pelukannya namun tangannya meraih kedua tangan Meira dengan terus tersenyum.
"Kamu tau siapa memberikan hadiah Gelang itu?" Tanya Elvano yang lansung di gelengi Meira.
"Akulah orangnya.." Ucap Elvano membuat Meira mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Kakak??" Tanya Meira.
"Ia..akulah orang yang memberikan kamu hadiah itu untuk kamu setiap tahunnya." Ucap Elvano lagi.
"Tapi kenapa...?" Tanya Meira ingin tau.
"Karena aku menyukai kamu..sejak pertama kali melihat kamu aku lansung menyukai kamu.." Ucap Elvano jujur dan membuat Meira yang saat itu mengetahui sebenarnya menegang.
"Me..menyukaiku..?" Ulang Meira.
"Ia aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu masih bayi..dan.." Elvano menghentikan ucapannya.
"Dan apa.. kak..?" Tanya Meira.
Elvano mengusap lembut tangan Meira lalu mengambil gelang yang dia pegang tadi lalu memasangkannya ketangan kiri Meira.setelah selesai,Elvano menatap Meira lagi dengan tangannya masih memegangi tangan Meira.
"Dan sampai sekarang aku menyukaimu Reyna..itu adalah pertemuan pertama kali yang indah untukku dan terahkir menyedihkan untukku bisa melihat kamu.Aku bertekat terus mencari keberadaanmu,dan ahkirnya hari ini aku bisa menemukan dirimu berkat gelang ini.." Ucap Elvano mengembang senyumannya.Meira terdiam setelah mendengar mengakuan Elvano mengatakan dia menyukai dirinya sejak dia masih bayi bahkan sampai sekarang.
Ems.."Ak..aku tidak tau bagaimana menanggapi apa yang barusan kakak katakan kak,ini mengejutkan untukku.." Ucap Meira.
"Tidak masalah..,begini saja aku sudah sangat bahagia Reyna..Mengenai ungkapan perasaanku barusan,kamu tidak perlu menjawabnya sekarang.. Aku sangat mengerti..aku tidak akan memaksamu..tapi kamu harus tau perasaan ini akan selamanya untuk kamu,sampai kapan pun dan mulai saat ini aku akan selalu berada disisi kamu menjaga kamu..,memastikan kamu tidak tersakiti oleh siapapun.." Ucap Elvano serius.
"Emm..Ia kak.." Jawab Meira.
"Emm Ia kak.." Elvano kembali tersenyum bahagianya dia mengetahui Mata birunya adalah Meira dan sekarang Meira mau memenuhi permintaannya memperlihatkan wajah aslinya kepada dirinya.
Elvano menunggu dengan tidak sabarnya ingin melihat Meira dengan wujud dirinya sendiri.
Meira melihat lekat kearah Elvano,dan perlahan dia membuka rambut palsunya kemudian membuka ikatan rambut aslinya yang tidak lama membuat Rambut panjang bergelombangnya yang indah itu lansung tergerai mengenai belakang meira.Meira melepaskan tompelan yang ada di wajahnya dan juga soflen matanya.
Seketika Elvano yang melihat lansung terpaku dan matanya tidak berkedip sama sekali melihat Meira yang seperti bidadari kecantikannya.
Mata biruku..kamu sangat cantik sekali..
Guman Elvano dalam hatinya.
"Ja..jangan menatapku seperti itu kak.." Ucap Meira malu melihat Elvano tidak berkedip melihat dirinya.Elvano tersadar lalu tersenyum lalu mendekat kearah Meira lagi tampa meminta persetujuan Meira,Elvano membubuhkan satu kecupan lembut di kening Meira yang mengejutkan Meira.
"Terimakasih sudah memberitahuku mengenai dirimu sebenarnya.." Ucap Elvano lalu menatap mata Indah Meira berwarna biru itu.
Meira tersenyum malu lalu sembari menganggukan kepalanya.
"Pakaikan kembali,Aku mau kau hanya memperlihatkan semua ini di hadapanku saja.." Ucap Elvano tersenyum yang kembali mendapatkan anggukan kepala dari Meira lagi.
Huuuhs.."Harus aku akui kamu sangat cantik Reyna.." Ucap Elvano serius yang saat itu membuat Meira tersipu malu.
__ADS_1
Aukh..."Sakit Reyna.."rintih kesakitan Elvano karena mendapat cubitan kuat sekali dari Meira namun Elvano dia terus mengukirkan senyumannya.
"Siapa suruh mengombal.." Ucap Meira sambil merapikan penampilannya.
"Aku serius!!" Ucap Elvano serius.
"Terimakasih.." Ucap Meira tersenyum.
Kali ini suasana dalam ruangan itu menjadi cangung,membuat Elvano maupun Meira terdiam namun mata mereka saling pandang.
"Emms Aku tunggu kamu di luar.." Ucap Elvano gugup..
"Ia kak.." Jawab Meira juga gugup.
Elvano segera keluar dari kamar itu membiarkan Meira merapikan penampilannya lagi.Jantung Elvano sangat tidak bisa di kondisikan lagi saat ini dia sangat berdebar- debar.. sangat kuat sekali dari biasanya.
Yes...Pekik Elvano meninju angin menguatarakan betapa senangnya dia sudah menemukan Mata birunya.
Aku akan menunggu saatnya tiba kamu membalas perasaanku Reyna Zameira Berneo Murai.
Guman Elvano dalam hatinya dengan senyumannya selalu ada di wajahnya saat itu.
"Semoga Daddy tidak akan marah aku mengatakan siapa aku sebenarnya dengan kak elvano.lagi pula kak El putranya Uncle Dante kan,yakin aja lah daddy tidak akan marah..satu orang sudah aku ketahui dan satu lagi aku belum tau siapa pemilik Liontin itu..!" Ucap Meira tersenyum lalu mengingat kembali ucapan Elvano mengatakan kalau dia menyukai dirinya.
"Ya ampun bagaimana ini ya..apa yang harus katakan nanti,jujur aku tidak tau bagaimana menanggapi ungkapan perasaan kak Elvano denganku..Huuuh.. sebaiknya aku tanyakan sama Mommy saja nanti.." Guman Meira.
Dia baru selesai merapikan penampilannya lagi lalu kemudian keluar menemui Elvano.
"Kak.."
Elvano menoleh kearah Meira dengan tersenyum.
"Ayo.."
Mereka berdua berjalan beriringan dengan saling pandang lalu tersenyum.
"Kamu akan pulang?" tanya Elvano.
"Ia kak..kami mau keNegara C.." Ucap Meira menghentikan langkah Elvano.
"keNegara C? Boleh aku tau kenapa kalian kesana..?" Ucap Elvano ingin tau.
...****************...
Terimakasih selalu menunggu kelanjutan cerita ini,Maaf lama Update di karenakan saya banyak kesibukan di kehidupan nyata saya.Tetap pantau terus ya kelanjutan cerita ini, jangan lupa berikan like dan komentar yang baik dari kalian biar auhthor semangat Update...🙏😊😊😊🥰
__ADS_1