
Meira sudah sampai di kampusnya,dia lansung berjalan menuju kekelasnya.
"Beb.." Meira menoleh ternyata Devi yang memanggilnya saat itu.
"Kemana saja kamu,aku hubungi ngak di angkat,chatku juga ngak di balas?." Cercah Meira dengan pertanyaannya.
"Sory...,Aku sengaja ngak lihatin hp aku dari kemarin.." Ucap Devi cemberut.
"Kenapa..!marahan sama Brayen belum kelar juga..?" Ucap Meira.
"Jangan bahas dia,aku lagi malas.." Ucap Devi semakin cemberut wajahnya.
"Baiklah,jangan lama marahnya. kasian Brayen,lagian kamu sudah tau alasannya kenapa dia bohongin kamu. Udah aku mau kekelasku.oh nanti aku balik KeMension beb." Ucap Meira di angguki Devi kemudian setelah itu Meira berlari menuju kelasnya sedangkan Devi melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan.
1 Jam kemudian,Meira keluar dari kelasnya.Dia lansung menuju kearah parkiran menghampiri Kenzi sudah menunggunya disana.Meira masuk kedalam Mobil kemudian di ikuti Kenzi juga masuk lalu melajukan kendaraan itu menuju Mension Gerson.
"Kakak tau kenapa kak Ray kemari..?" Tanya Meira penasaran kenapa kakaknya tiba-tiba menyuruhnya pulang ke keMension.
"Tuan muda sejak semalam sudah berada disini Nona,saat anda jalan bersama dengan Tuan El."Jawab Kenzi dengan matanya serius melihat kearah depan.
"Sejak semalam!,maksud kak Kenzi, kak Ray semalam mengikuti kita..?" Ucap Meira terkejut mengetahui kakaknya sejak semalam sudah berada di Negara itu.
"Ia Nona.." Jawab Kenzi lagi.
Meira tengah menerka-nerka dalam benaknya,kenapa kakaknya sejak semalam sudah berada di Negara itu, Apakah kakaknya ada pekerjaan atau apa kakaknya sengaja kesini tau kalau dia semalam pergi berkencan dengan Elvano karena itu kakaknya kemari. Meira menghela napasnya,pasti kakaknya sudah mengetahui kencannya semalam,karena itu subuh tadi kakaknya menghubungi dirinya, menyuruh Meira setelah selesai kuliah untuk lansung pulang keMension mereka karena kakaknya mau bicara dengan Meira. mendengar itu Meira lansung mengiyakan apa yang kakaknya perintahkan.
__ADS_1
Berapa belas menit kemudian Meira sampai di Mension itu.dia lansung masuk kedalam mencari kakaknya yang pastinya dia tengah berada di ruangannya.Meira masuk kedalam ruangan kakaknya.
"Kak..." Panggil Meira lansung duduk di sofa ruangan kakaknya.Raymond mengangkat kepalanya menatap adiknya.
"Kenapa kakak menyuruhku pulang kemari..?" Tanya Meira.
"Apa kamu tau pria yang bersama kamu semalam?" Tanya Raymond.
"Dia sepupunya Morgan kak.. kenapa?" Jawab Meira lalu bertanya dengan kakaknya karena merasa aneh kakaknya menanyakan Elvano.
e,2#1№ belum menjawab dalam hatinya berpikir,ternyata adiknya belum mengetahui siapa Elvano sebenarnya.
"Dia membuat pengamanan cukup hebat semalam,sampai aku bahkan tidak bisa menembusnya." mendengar itu Meira lansung tertawa kecil.
"Owh..Aku tau! Jadi Kakak semalam berencana mau mengacaukan kencan kami ya.uuuh kasian ngak bisa..."Ucap Meira meledeki kakaknya.Raymond bangun lalu duduk mendekati adiknya.
"Kakak...iih..rusak rambutku kan..." Kesal Meira kemudian melepaskan rambut palsunya yang lansung membuat rambut panjangnya tergerai lagi,sedangkan Raymond hanya tersenyum melihat kekesalan adiknya.
"Aku hanya ingin mengerjainya,tidak aku sangka dia membuat pengamanan cukup kuat di setiap tempat yang kalian kunjungi." Ucap Raymond.
"Kakak jangan meremehkan orang, Beginilah jadinya.Jangan ikut campur dalam urusanku kali ini kak,aku sama dia hanya berteman tidak lebih.." Ucap Meira serius.
"kakak akan selalu mencampuri setiap urusan kamu Embul.jangan kamu mudah percaya dengan siapa pun." Ucap Raymond selalu mengingatkan adiknya itu.
"Iaaa..tentu saja,kakak tidak perlu khuatir." Ucap Meira.
__ADS_1
"Nanti malam kita makan malam keluar.Berpenampilan Reyna Zameira." Ucap Raymond membuat Meira menatap lekat wajah kakaknya.
"Kakak mau melakukan rencana apa..?" Tanya Meira.
"Nanti malam kamu akan tau.."Jawab Raymond kemudian mengangkat teleponnya tengah berdering yang ternyata Mamy Ayura menghubunginya.
"Ya Mam.."Jawab Raymond yang kemudian lansung di rebut Meira ponsel Raymond.
"Mamy...I mis you mamy..." Ucap Meira melambaikan tangannya.
"Ia sayang...Mis you too..kamu dirumah sama kakak sayang..?" Ucap Ayura menanyakan putrinya.
"Ia Mam,belum lama balik kesini tadi masih kuliah Mam..mamy lagi apa?" Ucap Meira.
"Ia sayang..Mamy dalam perjalanan menuju kantor daddy kalian.Mamy ada kirimin makanan kesukaan kamu sayang sama kakak kamu,nanti di makan ya.." Ucap Mamynya memberitahu kalau dirinya mengirimkan makanan untuk putrinya itu,hal itu membuat Raymond baru mengingat pesanan mamynya.
"Ia Mamy..makasih mamy,nanti pasti aku makan Mam.." Ucap Meira begitu senangnya karena Mamynya mengirimkan makanan kesukaannya.
"Ia sayang...mamy matikan ya,mamy mau keruangan Daddy dulu.love you putri Mamy.."
"Love you too Mamy,Bye..." Mamy lansung mematikan teleponnya.Meira memberikan ponsel kearah kakaknya.
"Kakak pasti lupa kan'..." Ucap Meira menatap tajam kearah kakaknya sedangkan Raymond tersenyum.
"Maafkan kakak hampir saja melupakannya,kakak menyuruh Kenzi mengambilnya di Mobil." Ucap Raymond.
__ADS_1
"Hem..suruh bibik lansung panaskan, aku mau kekamar dulu.." Meira lansung keluar dari ruangan kakaknya menuju kamarnya.