Pesonamu

Pesonamu
9


__ADS_3

"Mobil itu..!!." pria itu kemudian teringat kalau semalam dia melihat mobil Dean juga berada di taman itu.


"kenapa dia mengintai Apartemen ini?" Guman pria itu lalu menghubungi asisstennya.


"Raf,kau sudah mencari tau siapa pemilik mobil semalam?" tanyanya.


"Sudah Tuan,saya sudah mengirimnya tadi pagi di Email Tuan." jawab Rafa.


"Baiklah,terimakasih Raf." ucap Pria itu kemudian membuka laptopnya melihat informasi yang Rafa berikan padanya.


"Dean Gilbert Edizon.ternyata Dia cucunya Tuan Andreu.dia juga melanjutkan kuliahnya disini ."Guman pria itu.


"Apa yang dia lihat diApartemen ini?" Pikir Pria itu melihat Mobil Dean masih terparkir disana namun tidak lama mobil itu melaju pergi. dengan cepat Pria itu mengikuti mobil Dean yang ternyata masuk Keareal Apartemen yang bersebelahan dengan Apartemen dirinya.


"Dia tinggal disini rupanya." Guman pria itu kemudian kembali menuju Apartemennya.Dia berjalan menuju lif yang saat itu berlintas dengan Kenzi keluar dari lif ingin menuju kebawah.


Pria itu menempati Apartemen paling atas Gedung itu.


Sampainya diatas,pria itu lansung membersihkan tubuhnya.tidak lama dia selesai,kemudian mengambil laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya kembali.


***


Meira mulai membuka matanya melihat dimana dia sekarang.


"Ya ampun ternyata aku sudah di kamar,pasti kak Kenzi memindahkan aku."Meira bangun dan lansung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.


setelah selesai,dia berjalan keluar menuju dapur,terlihat Pizzanya di simpan Kenzi bahkan dia panaskan.


Meira mengambil Pizzanya,membawa keruangan tv untuk memakannya sambil menonton.


"Devi kemana ya?" Guman Meira kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Devi.


"Hallo Beb" jawab Devi lesu.


"Kamu dimana?" tanya Meira.


"Di Apartemen aku,baru bangun tidur." jawab Devi.


"Sinilah nanti,aku tadi nyuruh Kak Kenzi belikan pizza." Ucap Meira.


"Ia beb,aku mandi dulu." Ucap Devi.


"Oke..by.."

__ADS_1


Meira mematikan sambungan teleponnya bersama Devi kemudian dia bangun berjalan kearah ruangan belajarnya mengambil Gelang yang dia pernah pakai sebelumnya dan Juga Liontin itu.


"Aku sangat penasaran siapa pemilik barang barang ini sebenarnnya..?" pikir Meira memegang Gelang dan Liontin itu.


"Daddy tidak mengijinkan aku mencari tau siapa mereka,tapi aku penasaran sekali.."Ucapnya lalu kembali kearah ruang tv lagi.Tidak lama,Devi datang kesana.


"Beb,kamu lagi ngapain..?" tanya Devi duduk di samping Meira,saat itu Meira memperlihatkan Gelang dan Liontin itu kearah Devi.


Hais.." itu lagi.." ucap Devi lalu mengambil dan memakan pizza.


"Aku sangat penasaran siapa sebenarnya pemilik barang barang ini beb.Ayo kita buat sekali lagi rencana..?" Ucap Meira.


"Beb,ingat daddy kamu sudah melarang..!" Ucap Devi mengingatkan sahabatnya sambil dia mengunyah Pizza di dalam mulutnya.


"Kali ini saja beb,aku juga akan mengajak kak Kenzi.kalau tidak berhasil,aku tidak akan lagi mencari tau siapa mereka." Ucap Meira.


"Terserah kau sajalah beb." Ucap Devi tidak lagi membantah Meira.


Meira menghubungi Kenzi untuk segera keApartemennya,dengan cepat Kenzi lansung menemui Meira.


"Ada apa nona memanggil saya?" tanya Kenzi.


"Kak aku mau kak kenzi terlibat dalam rencana kami kali ini."Ucap Meira yang di mengerti oleh Kenzi.


"Kali ini saja kak,kalau tidak berhasil aku tidak akan lagi mencari tau masalah ini."Ucap Meira.


"Baiklah Nona" Jawab Kenzi.


"Ayo beb,kita ganti dulu." Ucap Meira membawa devi masuk kekamarnya.


tidak lama mereka berdua keluar dengan penampilan berbeda membuat Kenzi tersenyum tipis.


Mereka bertiga keluar menuju kebawah,untuk segera menuju taman yang kebetulan malam itu di lansungkan pameran kesenian. sampainya disana mereka masuk kedalam keramaian itu.


"Nona yakin mau melakukan rencana ini di tempat ini..?" tanya Kenzi.


"Ia kak." jawab Meira kemudian memasukan Gelang dan Liontin itu kedalam bolanya lagi. Tidak lama tracker Gps itu kembali aktif membuat Dua pria di tempat yang berbeda kembali melihat notikasi ponsel mereka seperti malam sebelumnya.


"Dia kembali membuat Jebakan." Ucap kedua pria itu.


"Kali ini aku harus menemukan siapa yang berani mengerjaiku." ucap pria itu yang tak lain adalah Dean Gilbert Edizon.


"Malam ini aku harus menemukan

__ADS_1


siapa yang berani membuat jebakan ini." Ucap pria satunya.


Mereka berdua keluar dari tempat mereka membawa asissten mereka menuju kelokasi tersebut.tidak lama sampai disana Mereka kembali mengeryitkan kening mereka.


"Dia melakukan di keramaian agar tidak ketahui?" Ucap Dean.


"Kakak yakin mau mencarinya dengan banyak orang disini,tidak akan mungkin kak." Ucap Davin yang ikut bersama Dean kesitu.


"Apa yang Tuan Davin katakan benar Tuan muda." Ucap Frans yang ternyata dia adalah asissten Dean.


"Berpencarlah,dan gunakan ini." Ucap Dean lalu memberikan cif kepada Davin dan juga Frans.mereka pun lansung berpencar.


Disisi lain,Pria yang satunya membawa asistennya juga sudah berpencar masuk kedalam keramaian itu mencari keberadaan tracker Gps yang masih aktif saat itu.


"Kakak melihat sesuatu..?" bisik Meira yang saat itu di samping kenzi.


"Ada jaringan yang mulai mendekat." Jawab Kenzi.


"Nona mereka semakin mendekat." Ucap Kenzi Lagi.


"Apa kakak yakin mereka akan kesini.?" Tanya Meira.


"Saya merasa mereka datang nona." jawab Kenzi.


Namun malam itu tiba-tiba hujan lebat turun menguyur tempat itu membuat Kenzi segera membawa Meira dan Devi keluar dari sana,


terpaksa Meira menghentikan rencananya.


"Sial..Dia mengerjaiku lagi." Ucap Dean kesal membuat Davin tersenyum gelik.


"Sudah tau,kenapa kakak masih saja mau kemari..?" ejek Davin.


Dean tidak menghiraukan ejekan Davin,dia meneruskan langkahnya disaat hujan deras itu menuju mobilnya yang di ikuti Davin Dan Frans dibalakangnya.Bersamaan dengan itu Pria satunya juga tengah berjalan menuju mobilnya.saat sampai di parkiran,mata Dean dan pria itu saling bertatapan.


Dean Gilbert Edizon,benar dugaanku. Dia sedang mencari sesuatu sepertiku.


Batin Pria itu menatap tajam kearah Dean.


Kenapa Dia menatapku seakan dia memiliki demdam padaku,siapa orang ini?.


Batin Dean bicara.


Kemudian mereka berdua sama sama masuk kedalam mobil mereka masing-masing lalu pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2