
Pagi itu Elvano terbangun karena deringan Ponselnya berbunyi.dia segera melihat ponselnya ternyata Meira menghubunginya pagi itu namun hal itu membuat Elvano mengernyitkan keningnya, bertanya- tanya kenapa wanita itu pagi sekali menghubungi dirinya.
"Kak kamu sudah bangun?"Tanya Meira dari sana.
"Hmm,baru saja..ada apa?" tanya Elvano sambil mengusap matanya.
"kakak tidak membaca pesan aku kirim semalam?" tanya Meira membuat Elvano perlahan duduk lalu menyandar sambil menguap karena masih mengantuk.
"Aku tidak melihat ponselku semalaman,apa yang kamu katakan di pesan itu?" tanya Varo kembali menguap.
"Tasku ketinggalan di dalam mobil kakak,bisakah kakak mengantarnya pagi ini.aku mau kekampus jam 7 nanti.." Ucap Meira membuat Elvano baru mengerti tujuan Meira menghubungi dirinya sepagi itu.
"Hmm.setengah jam lagi aku pulang kesana." Ucap Elvano lalu mematikan teleponnya membuat Meira melihat kearah ponselnya.
"Ya ampun ini orang main matiin aja telepon kita.." Guman Meira namun kemudian dia lansung berganti pakaian karena dia mau kekampus pagi itu.
__ADS_1
Di tempat Elvano setelah mematikan telepon dari Meira tadi,dia lansung berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan wajahnya agar terasa segar pagi itu.
Ems.."segarnya yang pagi-pagi sudah di teleponin,semangatlah...." Ucap Mamanya mengoda Elvano yang baru saja keluar dari kamar mandi.Elvano tersenyum kearah Mamanya karena mendengar ucapan Mamanya.
"Dia menelpon karena tasnya tidak sengaja ketinggalan di mobilku Ma..El mau pulang mengantar tas Reyna ma, bilang Papa sama adik Ma.." Ucap Elvano kemudian mencium pipi Mamanya kemudian menyalimi tangan Mamanya.
"Emm baiklah son,berhati-hatilah." Ucap Mamanya yang di angguki Elvano kemudian keluar dari ruangan adiknya,kemudian menuju parkiran lalu segera melajukan kendaraannya menuju Apartemen.berapa belas menit kemudian dia sampai disana namun kening lansung mengernyit melihat Meira sudah di parkiran bahkan saat itu tengah bicara dengan seorang Pria yang tidak lain adalah Dean.Elvano melajukan mobilnya mendekati mereka Kemudian Elvano keluar dari mobilnya lalu mengambil tas milik Meira membawanya mendekati Meira.
"Kak.." Sapa Meira melihat Elvano mendekati mereka berdua.
"Terimakasih kak.." Ucap Meira yang di angguki Elvano namun matanya menatap dingin kearah Dean yang saat itu juga tengah menatap kearahnya.
"Maaf kak El,aku harus segera berangkat."Meira melihat kearah Dean yang saat itu mengalihkan pandangannya lagi kearah Meira.
"Maaf aku tidak bisa ikut bersama kamu.Aku sudah di jemput." Ucap Meira lagi kemudian masuk kedalam mobil yang membuat mereka berdua lansung melihat kemobil itu.Mobil itu bukan mobil biasa Meira tumpangi melainkan mobil pria yang pernah mengantar Meira waktu itu.
__ADS_1
Meira sudah pergi dari sana, sedangkan Elvano dan Dean kembali saling pandang.
"Tunggu!"Ucap Dean menghentikan langkah Elvano ingin masuk kedalam Areal Apartemen.
"Dia miliku."Ucap Dean membuat Elvano menyeringaikan senyumannya lalu berbalik lagi berhadapan dengan Dean.
"Siapa yang anda katakan milik Anda?" Ucap Elvano.
"Ada hubungan apa kau dengan Reyna?" bukannya menjawab pertanyaan Elvano,Dean malah balik bertanya dengan Elvano.Elvano kembali menyeringaikan senyumannya yang tertutup oleh maskernya.
"Jika saya mengatakan hubungan kami lebih dari sekedar teman bagaimana? kau juga bisa melihat,dia bahkan menyuruhku mengantar tas kesayangannya tadi Dean Gilbert Edizon." Ucap Elvano membuat Dean mengepal kuat tangannya yang di sadari Elvano saat itu begitu senang sudah memancing emosi Dean.
"Mari kita bersaingan secara sehat, aku tidak menyukai kekerasan." Ucap Elvano kemudian kembali meneruskan langkahnya masuk kedalam.
"Baiklah kau menginginkan ini.kau belum tau siapa aku.!" Guman Dean kemudian masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya kearah kampusnya. sebelumnya Elvano tidak sengaja melihat Meira tengah berdiri menunggu di parkiran pagi itu.melihat itu Dean menyimpang masuk kedalam parkiran itu lalu menanyakan Meira kenapa pagi sekali disana.Meira memberitahu kalau dia mau berangkat kekampus dan saat itu sedang menunggu jemputan. mendengar itu Dean mencoba memberikan tumpangan kepada Meira,namun saat bersamaan Elvano datang lalu mendekati mereka.
__ADS_1