Pesonamu

Pesonamu
27


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya Meira dan Devi pergi kekampus mereka masing- masing namun pagi ini mereka bersama lagi dengan Morgan berangkatnya,pria muda yang terkenal dengan Palyboynya tapi banyak yang tidak tau kalau dia juga casanova.


"Beb kalian pulang jam berapa nanti?" tanya Morgan


"Aku pulang sore,mau kepustakaan dulu mengembalikan buku.." jawab Meira.


"Sama aku juga kayaknya.." jawab Devi.


"Baiklah,kalau begitu aku jemput kalian sorenya,udah itu kita lansung nyantai di Cafe biasa."Ucap Morgan yang kemudian berpisah masuk kekampus mereka.


Saat Morgan menuju kampusnya,


Morgan terhenti karena mendengar suara pesan masuk di ponselnya yang lansung dia lihat.


Temui aku kalau kau sudah selesai berurusan.


Morgan mengeryitkan keningnya melihat Elvano tiba-tiba mengirimkan pesan padanya.


"Dari mana dia tau aku sudah pulang, perasaan aku ngak ada ngasi tau siapa-siapa? Apa mungkin Mommy? Tapi...,Ah sudah lah,lebih baik aku iyakan saja dari pada aku memiliki masalah sama dia." Ucap Morgan kemudian membalas pesan Elvano mengatakan dirinya akan memberitahunya kalau sudah selesai urusannya di kampus nanti. Morgan kembali melangkah kakinya menuju ruangan Dosen pembimbingnya.


"Kau sudah mencari tau siapa Pria itu Frans?" tanya Dean yang saat itu masih di dalam mobil,tadi sempat mengikuti mobil Morgan yang ternyata juga menuju kampus yang sama dengannya.


"Sudah Tuan,Pria itu bernama Giorgio Morgan Alexander putra sulung Tuan Domino sky Alexander. Mereka keluarga yang sangat berpengaruh kuat di Negara ini Tuan." Jelas Frans.


"Tuan Domino Sky Alexander itu artinya kemungkinan Dia Adik Tuan Dante Sky Alexander." Guman Dean teringat dengan Dante yang di ceritakan orangtuanya dan Opa-Opanya,orang yang sangat berjasa untuk keluarganya,berkat bantuannya Mamynya dan juga Neneknya dulu bisa sembuh.

__ADS_1


"Sepertinya Ia Tuan Muda,tapi keluarga Tuan Domino saja yang bisa saya retas informasinya." ucap Frans lagi.


"Pria itu sudah lama bersahabat dengan Tania dan juga Nona Reyna sejak mereka SMA Tuan muda, Pria itu juga sangat terkenal Playboy dan banyak yang tidak tau kalau dia juga penggila wanita." Penjelasan Frans membuat Dean menatap Frans.


"Maksudnya Dia seorang Casanova begitu?" tanya Dean.


"Ia Tuan Muda" Ucap Frans membenarkan apa yang Dean katakan.


"Kenapa mereka mau berteman dengannya?" pikir Dean lagi mengetahui sisi buruk Morgan.


"Menurut saya Nona dan Tania sudah mengetahui hal itu Tuan muda,tapi sepertinya mereka tidak mempermasalahkan kebiasaan keburukan Tuan Morgan."Jawab Frans lagi.


"Tapi aku merasa ada kejanggalan dengan identitas Reyna dan juga temanmu itu Frans,sampai sekarang kita tidak bisa menemukannya..." Ucap Dean merasa penasaran sekali dengan identitas Reyna Dan Devi siapa mereka sebenarnya.


"Maaf Tuan Muda,saya belum bisa mencari tau mengenai mereka. Mungkin soal Tania akan saya cari tau terlebih dahulu karena kakek neneknyanya bertetangga dengan kami Tuan" jawab Frans.


***


Siangnya Morgan baru keluar dari kampusnya,kemudian dia mengingat janjinya bersama kakak sepupunya itu. Dia lansung mengirim pesan kepada Elvano kalau dirinya sudah selesai dengan Urusannya.tidak lama Elvano membalas pesannya yang mengatakan menyuruh Morgan datang keApartemennya.Morgan lansung melajukan kendaraannya menuju kesana.Tidak lama dia sampai dan lansung naik keruangan paling terahkir gedung tinggi itu.Morgan membunyikan Bel pintu Apartemen Elvano yang tidak lama lansung terbuka sendiri.Morgan masuk kedalam mencari Elvano yang ternyata saat itu tengah Berolah Raga di ruangannya.


"Bagaimana kau tau aku sudah pulang kak?" tanya Morgan duduk di sofa menghadap kakaknya masih berolah raga saat itu.Elvano belum menjawab, dia menghentikan kegiatannya lalu mengelap keringat yang bercucuran mengenai bajunya.Elvano meminum airnya,kemudian barulah dia duduk bersama Morgan.


"Sejak kapan kau mengenal Dua wanita itu..?" Morgan mengeryitkan keningnya sedikit terkejut mengetahui sejak kapan kakak sepupunya itu mau mengurus hidup orang lain.


"Apa ini kak?,kau sudah kehabisan obat atau apa,kau sangat aneh. Aku sangat mengenalmu,sejak kapan kau mau mengurus hidup orang lain termasuk aku..?" Ucap Morgan tidak percaya perubahan kakak sepupunya itu.

__ADS_1


"Jawab saja..?" Ucap Elvano menatap tajam kearah Morgan saat itu.


"Sejak kami SMA,kenapa? Kau tertarik dengan salah satu sahabatku?" Elvano menyungingkan senyumannya lalu kembali meminum minumannya.


"Bisa kau beritahu aku siapa mereka sebenarnnya,kau pasti tau siapa mereka sebenarnya bukan!!!" ucap Elvano menatap serius kearah Morgan.Morgan tiba-tiba tertawa karena kakaknya begitu aneh menurutnya saat itu.


"Kak jangan bercanda padaku.


sebenarnya apa Mau kau..?" Tanya Morgan balik.


"Aku tidak akan mengulangi pertanyaanku!" Ucap Elvano membuat Morgan sedikit ngerik melihat tatapan kakak sepupunya itu.


"Dua wanita itu sahabatku kak, namanya Reyna Zameira.BM Dan Deviani Gastania.Z.aku tau kita berbeda sikap maupun sifat. Kalau kau menyukai salah satu dari mereka, aku akan mendukungmu tapi tidak kalau kau sakiti mereka.Aku mengenal mereka saat kami SMA,Dua Wanita yang sangat berani melawan lebih dari 30 orang mengepungku saat itu,kau pasti masih ingat kejadian menimpaku.Itulah awal aku mengenal mereka.Jujur sebenarnya aku dulu sempat menyukai Reyna Zameira, wanita yang menyukai warna ungu itu tapi kemudian aku mengubur perasaanku karena dia membuatku takut mencintainya.dia terlalu jauh untuk aku cintai,karena aku pria yang penuh dengan kebejatanku dan mereka tau.Ahkirnya aku memutuskan ingin menjadi teman mereka berdua, tidak menyangka mereka menerimaku." Ucap Morgan sedikit menceritakan awal pertemuannya dengan Meira dan Devi,bagaimana awal dia bisa menjadi teman mereka sebelumnya.


"Reyna Zameira.BM.!,kenapa aku mencari tau identitasnya hanya tertulis Reyna Zameira??" Ucap Elvano membuat Morgan sedikit menegang,dia sudah terlalu jelas mengatakan dengan kakaknya Nama mereka berdua.


Ems.."Soal itu aku tidak tau kak, kami memang berteman dengan baik.tapi dalam pertemanan kami,aku tidak di perbolehkan menanyakan identitas mereka sebenarnya kak." jawab Morgan dengan alasan palsunya. Morgan sudah siaga tiga,kalau Meira tau keceplosan mulutnya sekarang, bisa mati dia di hajar Meira habis-habisan nanti.


"Kau berbohong padaku Morgan!." Ucap Elvano menatap Morgan tajam.


"Kak aku serius,untuk apa aku berbohong.kalau tidak percaya silahkan kau tanyakan dengan mereka lansung.ucapanku benar kak.." Ucap Morgan. Elvano menatap tajam kearah Morgan seakan mau menelan Morgan hidup-hidup saat itu. Elvano Bangun lalu menatap Morgan lagi.


"Setelah ini aku mau kau membawaku KeApartemenmu!"


"What!!" pekik Morgan membuat Elvano kembali menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"kenapa harus terkejut begitu,apa kau masih megoleksi banyak ****** ***** wanita disana hah, lain kali jangan lagi bawa ****** -****** itu kerumahmu. Bagaimana kalau Mommy tau!!" ucap Elvano kemudian meninggalkan Morgan yang masih dalam kepanikannya bukan karena itu melainkan hal lain.


__ADS_2