Pesonamu

Pesonamu
61


__ADS_3

"Kita mau kemana kak..?" Tanya Meira saat ini mereka sudah dalam perjalanan.


"Kamu akan tau nantinya..! Jawab Elvano namun kemudian menyadari perjalanan mereka sedang di ikuti oleh mobil yang tidak asing bagi Elvano. Elvano lansung mengaktifkan Mobilnya dengan mode Robot kembali,hal itu membuat Meira terkejut melihat.


"Ini akan aman,kamu tenang saja..aku akan melakukan sesuatu sebentar..!" Ucap Elvano kemudian mengambil Tapnya lalu mengotak atik sesuatu disana.


Di belakang,kejadian sebelumnya Dean alami terjadi lagi dengannya,mereka tidak bisa mengejar Mobil Elvano karena semua lampu jalanan berubah menjadi lampu merah semuanya.


"Sial...sial...sial.." Triak Dean marah.


"Elvano sialan..." Maki Dean.


"Bagaimana kak,apa kita akan meretasnya juga.." Ucap Davin.


"Kita tidak bisa melakukan itu Davin..kau tau aturan Negara ini.Elvano bisa melakukan ini karena dia memiliki memiliki kekuasaan untuk hal itu.. benaran sialan kau..!" Ucap Dean kesal.


"Cari jalur lain,Elvano melupakan kalau kita bisa menemukan mereka mengunakan cara lain..!"ucap Dean.


"Bagaimana??" Tanya Davin.


"Melacak keberadaan mereka dengan mobil Reyna." Ucap Dean menyeringai kemudian mengambil tabnya mulai melacak keberadaan Mobil Meira yang di kendarai Kenzi.


"Mereka menuju Bagian Barat."Ucap Dean lansung menemukan lokasi Kenzi yang ikut bersama Elvano saat ini.


"Frans lewati jalan Buaga 1" Ucap Dean.


Frans lansung melajukan mobil mereka mengikuti jalur yang di retas Dean barusan saja.


Di tempat lain.

__ADS_1


Elvano baru saja sampai membawa Meira menuju Villa yang di kelilingi Hutan namun begitu indah sekali pemandangannya.


"Kita dimana ini kak?" Tanya Meira.


"kita berada Tempat milikku,Ayo masuk dulu.." Ucap Elvano menatap kearah Meira.sekarang mereka berdua berjalan menuju kedalam.sampainya mereka di belakang Villa dengan pemandangan Alam yang Indah.


"Katakan sekarang kak,kenapa kakak membawaku kemari..?" Tanya Meira. Elvano yang saat itu masih terdiam namun kemudian mengambil sesuatu di dalam saku celananya lalu memperlihatkan Gelang yang sama kearah Meira membuat Meira terkejut.


"Gelang ini...Gelang yang sama dengan punyamu..!" Ucap Elvano.


"Aku mau menanyakan sekali lagi dengamu,Reyna..,benarkah kau bukan pemiliknya gelang itu..?" Tanya Elvano serius.


Meira masih terdiam karena bingung bagaimana menjawab pertanyaan Elvano saat itu.


"A..ya aku bukan pemiliknya,itu milik temanku!" Jawab Meira.


"Benarkah!Jangan membohongiku Reyna.Dari mana kamu mendapatkan Gelang itu?" Tanya Elvano lagi.


"Kamu tau Gelang yang kamu miliki tidak ada yang membuatnya sama di Negara ini maupun dunia ini! Kamu tau kenapa?.." Elvano sedikit lebih dekat kearah Meira membuat Meira menjadi Gugup.Elvano lansung merangkul pinggang Reyna yang ternyata sangat ramping itu Elvano rasakan dan matanya menatap mata Meira yang melotot karena tindakannya.


"Kak..Ja..jangan seperti ini?" Ucap Meira gugup namun tidak di hiraukan Elvano.


"Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Elvano dengan matanya tidak lepas dari wajah Meira.


"Katakan padaku siapa kamu sebenarnya?" Meira semakin gugup saat itu karena Elvano terus menanyakan dirinya siapa.


"Aku tau kamu berbohong mengatakan Gelang itu bukan milikmu..Beritahu aku sejujurnya Reyna.percayalah aku tidak akan membocorkan apapun informasi mengenai kamu kesiapa pun bahkan sedikit pun.Beritahu tau aku..siapa kamu sebenarnya??" Berulang kali Elvano meminta Meira memberitahu siapa dirinya sebenarnya.Elvano juga merasakan jantung sangat tidak aman jika berdekatan dengan Meira seperti sekarang.


"A..aku..A..aku,akan aku katakan tapi tidak disini..bisakah bawa aku keruangan tertutup..?" Ucap Meira yang seketika itu tubuhnya lansung melayang dalam gendongan Elvano dengan mata mereka berdua saling bertemu pandang.

__ADS_1


"Kak kenapa kita belum juga menemukan tempatnya..?" Tanya Davin sejak tadi mereka sudah menelusuri jalan tersebut namun belum juga menemukan mobil Kenzi namun tidak lama mereka sampai dan melihat mobil Kenzi terparkir di taman.Dean lansung keluar di ikuti Davin,Frans dan juga Doni.


"Sial...sial..,Elvano tidak membuat celah sedikit pun..benar-benar membuatku marah..!!" Ucap Dean.


"Bos..kemungkinan mereka tidak jauh dari sini Bos..bagamana kalau kita berpencar mencari mereka,kemunikasi dengan Cif kita." Ucap Frans memberi usulan.


"Baiklah kita coba.." Dean dan Doni lansung masuk kedalam taman tersebut kearah depan sedangkan Davin dan Frans Kearah belakang mereka.


"Ini taman apa Hutan Frans..kenapa seluas ini..,lama-lama bisa tersesat kita!!" Gerutu Davin.


"Tuan Muda hubungi Tuan Dean hentikan pencariannya,saya takut kita akan terjebak disini.ini bukan taman sembarangan Tuan Muda..Anda lihat kedepan..!" Ucap Frans pelan.


Ahh.."Sial...ternyata ini taman Ilusi." Davin menekan alat di telinganya yang terhubung kearah Dean.


"Kak kau tau taman ini.."


"Aku tau..kembali aku tidak mau kita terluka.." Ucap Dean.


Mendengar itu Davin dan Frans lansung kembali dengan jalan sudah mereka buat tanda tadinya.


Sepuluh menit kemudian mereka baru bertemu kembali dengan Dean dan Dino.


"Elvano sungguh sialan..bagaimana dia tau mengenai ilusi ini.." Gerutu Dean.


"Apa kita akan melanjutkan pencariannya Bos..?" Tanya Frans.


"Kita kembali,menerobos pun percuma yang ada kalian bisa di lenyapkan jebakan di dalam taman ini.." Ucap Dean berjalan mendekati Mobil Mereka dan masuk kedalamnya begitu juga mereka bertiga.


"Aku punya rencana lain untuk Dia..!" Ucap Dean.

__ADS_1


Mobil pun melaju,mereka memilih kembali pulang.Dean tidak mau membahayakan keselamatan mereka karena mereka sebentar lagi akan kembali pulang keNegara C.


__ADS_2