
"Selamat pagi beb" Sapa Morgan berdiri di depan pintu Apartemen Meira yang saat itu tengah Meira bukakan untuknya.
"Sudah siap belum?"Tanya Morgan saat itu sudah masuk kedalam Apartemen sahabatnya itu.
"Bentar,aku masih mengemas bawaanku."Jawab Meira kemudian berjalan menuju kekamarnya yang di ikuti Morgan juga masuk kesana. Morgan berbaring diatas tempat tidur Meira namun matanya tidak sengaja melihat Gelang dan Liontin terletak disampingnya.
"Ini punya kamu beb?" Tanya Morgan memegang Gelang dan Liontin itu.
"Hadiah yang dari orang-orang aneh tiap tahun ngasi aku itu!."Jawab Meira.Mendengar itu Morgan meneliti Gelang maupun Liontin itu.
"Hmm..Kau tau Gelang sama Liontin ini tersimpan alat pelacak..?"tanya Morgan.
"Tau..,itu sebabnya kenapa aku ngak mau pakai salah satunya,kak Ray melarangku."Jawab Meira baru selesai mengemas bawaannya.
"Kau paling menyukai yang mana beb?" tanya Morgan.
"Dua-dua bagusnya,tapi aku lebih menyukai gelangnya."Meira mengambil Gelang itu di tangan Morgan lalu memainkan matanya Gelangnya.
"kau Lihat dia tau aku menyukai Bunga Lili ungu,bagus kan'.." Ucap Meira tersenyum membuat Morgan ikut tersenyum.
"Aku akan Menyimpan keduanya dengan baik" Ucap Meira lagi lalu menyimpan keduanya kedalam tasnya.
"Ayolah kita pergi,aku mau cepat berenang."Ucap Meira.
"Ayolah.."Jawab Morgan bangun lalu barengan dengan Meira keluar dari Apartemen Meira.
"Mereka berdua mau kemana pagi begini?" Guman Elvano tidak sengaja melihat Morgan dan Meira keluar dengan pakaian santai mereka.Elvano saat itu baru saja balik jogging pagi.
Elvano mengingat ucapan Papanya semalam untuk mengajak Morgan metting bersama siang nanti,dia pun lansung menghubungi Morgan saat itu.
__ADS_1
Saat itu Morgan sudah melajukan mobilnya menuju Vilanya kearah bagian barat,sekitar 2 jam baru mereka akan tiba disana.mereka berdua tengah menikmati lagu yang membuat mereka bernyanyi mengikuti lagu tersebut.
"Bray ponsel kamu berdering.." ucap Meira membuat Morgan melihat kearah ponselnya.Morgan mengernyitkan keningnya,kenapa kakak sepupunya menghubunginya pagi-pagi begini pikir Morgan, Morgan lansung mengangkatnya.
"Ada apa kak?"Jawab Morgan.
"Jam 10 nanti kau disuruh Papa kekantor ikut kami metting." Ucap Elvano mengejutkan Morgan.
"Kenapa kakak tidak bilang dari semalam..?" kesal Morgan.
"Aku lupa,jangan sampai kau telat!" Ucap Elvano kemudian mematikan teleponnya.
"Kenapa?"Tanya Meira melihat wajah kesal Morgan.
"kita harus menunda acara memancing kita hari ini beb,jam 10 nanti aku harus ikut metting di kantor papa Dante,tapi aku bisa mengantar kamu berenang dulu." ucap Morgan.
"Baiklah,ngak mau aku aja ngantarin kamu KeMension?" Ucap Morgan.
"No..no.kita punya aturan dalam hal ini Morgan." Ucap Meira mengingatkan membuat Morgan memelas.
"Baiklah,susah sekali daddy kau itu." Gerutu Morgan membuat meira tersenyum.
"Kenapa kau ingin sekali mengetahui Mensionku.biasanya ngak pernah mau tau..?" tanya Meira heran.
"Ngak...cuma ingin tau saja." Jawab Morgan.
"Kau membuatku curiga Bray.." Ucap Meira.
"Terserah kau saja." Ucap Morgan.
__ADS_1
"Tidak lama mereka sampai lagi di parkiran Apartemen.Meira dan Morgan bersamaan mengernyitkan kening mereka lalu saling pandang baru menyadari melihat mobil Brayen terparkir disana.mereka berdua menampilkan senyuman licik mereka kemudian Mereka berdua segera keluar dari mobil lalu lansung masuk menuju Apartemen Devi.
"Kita harus memegoki apa yang mereka lakukan..?"Ucap Morgan.
"Aku akan menguliti Brayen dan Devi kalau mereka berani melakukan lebih dari atauran." Ucap Meira menyeramkan.mereka sampai di depan Apartemen Devi,perlahan Meira membuka pintu lalu mereka berjalan pelan menuju kamar Devi lalu membukanya.Meira dan Morgan saling pandang,dengan hitungan ketiga Morgan menghidupkan lampu kamar itu.
Klik
"Yaakkkk...." triak Meira membuat Devi dan Brayen terkejut lalu bangun melihat Meira dan Morgan ada di dalam kamar itu.
"Beb...ngagetin deh." Ucap Devi bangun dari tidurannya.
"kami sengaja,aku mengira Kalian tengah bercinta.." Ucap Meira membuat Devi melototkan matanya.
"Kamu beb,siapa juga yang bercinta. Ngak lihat apa brayen tiduran di bawah." Ucap Devi bangun.
"Tapi sebelum tidur pasti sempat isapan kan,iakan! Kan!" Ucap Morgan mengoda mereka berdua membuat Devi dan Brayen saling pandang.
"Aku tidak seperti kau Bro yang celap celup sana sini batangmu." Ucap Brayen sudah duduk di sofa saat ini.
namun kemudian terpaku melihat tatapan tajam Meira menatap kearahnya.
"Ke..kenapa menatapku seperti itu?" tanya Brayen gugup melihat Meira masih menatap kearahnya.
"Katakan siapa kau sebenarnya.?" mendengar itu Devi melihat kearah Meira,bingung mendengar pertanyaan Miera tujukan kepada kekasihnya.
"Beb kenapa kamu bertanya seperti itu dengan Brayen Beb?" tanya Devi.
"Jawab aku Brayen!" Ucap Meira dingin.Brayen melihat kearah Morgan yang saat itu menganggukan kepalanya menyuruh Brayen mengatakan siapa dia sebenarnya.
__ADS_1