
"Tapi apa itu har__" Ucapan Meira terhenti karena melihat Elvano saat itu membuka maskernya yang membuat Meira lansung terdiam kaku melihat wajah Elvano.Elvano menyadari keterkejutan Meira saat itu karena melihat wajahnya.melihat Meira masih melihat kearahnya, seketika itu Elvano menjentikan jarinya membuat Meira tersadar.
"Kenapa diam.." Ucap Elvano yang lansung Meira gelengkan kepalanya kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain,hal itu membuat Elvano tersenyum kecil.
"Kamu sampai terdiam kaku seperti itu karena melihat ketampananku.
kamu sangat beruntung Reyna." Ucap Elvano membuat Meira menatap Elvano lagi lalu tersenyum.
"Jangan terlalu kepedean.."Ucap Meira padahal sebenarnya dia memang terpesona dengan wajah tampan Elvano.
"Kamu terlalu mudah di ketahui kalau sedang berbohong.." Ucap Elvano menaikan sedikit alisnya membuat Meira jadi gugup.
"Si..siapa yang berbohong.kakak salah mengira." Jawab Meira.
"Selain Anggota keluargaku,tidak ada ada yang pernah melihat wajahku. sekarang kamu." Ucap Elvano menatap Meira yang saat itu kembali berdebar jantungnya mendengar ucapan Elvano bahkan dia kembali terdiam lagi membuat Elvano tersenyum lagi.
ya ampun dia semakin tampan kalau tersenyum begini.
Guman Meira dalam hatinya,Meira seperti orang gila saat itu karena bahagia keinginannya sudah tercapai bisa melihat wajah asli Elvano yang sudah lama ingin dia lihat.
Lagi-lagi Elvano tersenyum karena mengetahui apa yang ada dalam benak Meira,Elvano menarik tubuh Meira membuat Meira terkejut.Apa yang Elvano lakukan saat itu membuat Meira semakin bertambah gugup.
__ADS_1
"Kamu tidak akan kenyang kalau terus memandang wajahku,Ayo kita segera makan." Ucap Elvano lalu mengambil makanan lalu memberikan kedepan Meira.
"Kenapa kakak menyembunyikan wajah kakak selama ini?" Ucap Meira bertanya penasaran.
"Aku tidak mau membiarkan sembarangan orang menikmati kesempurnaanku ini." Ucap Elvano lalu melepaskan rangkulannya dari tubuh Meira.
"Makanlah,nanti kita bicara lagi." Ucapnya kemudian memakan makanannya membuat Meira mengikuti apa yang Elvano katakan. Mereka berdua makan dengan sesekali saling pandang.
"Aku ngak suka sayuran.." Ucap Meira melihat Elvano meletakan sayur diatas piringnya.
"Sedikit saja..itu baik untuk kesahatan."Ucap Elvano.Meira belum memakannya,dia masih melihat-lihat sayuran itu dan perlahan mulai mencoba memakannya.
"Enakan..,Jangan mengatakan tidak mau sebelum kamu mencobanya." Ucap Elvano dengan tersenyum kecil melihat Meira mau memakan sayuran yang dia berikan barusan.
"Ngak ada kak,tapi aku hanya.." Meira menghentikan ucapannya karena dia pikir tidak perlu menceritakan apa yang dia takuti selama ini selain jarum suntik.dia baru saja mengenal Elvano jadi tidak seharusnya mengatakan itu kepada Elvano.
"Tapi hanya Apa?" Ucap Elvano bertanya penasaran.
"Tidak ada kak,lupakan.aku tadi salah bicara." Ucap Meira tersenyum.
"Baiklah." Elvano kembali serius memakan makanannya tampa ada rasa malunya dengan Meira, sedangkan Meira bertanya-tanya dalam hatinya.kenapa pria di sampingnya ini ngak ada rasa malu-malu makan bersama dengannya,sedangkan Meira merasa malu sekali saat itu.
__ADS_1
"Kamu tidak akan kenyang memandangku terus menerus" Meira lansung memakan makanannya lagi mendengar ucapan Elvano sambil tersenyum malu karena ketahuan selalu memandang pria itu.
Sepuluh menit kemudian,mereka berdua baru menyelesaikan makan malam itu.Bersamaan dengan itu,ponsel Elvano berdering.
"Hallo Ma,ada apa Ma..?" Jawabnya.
"Kamu lagi apa sayang?" Tanya Mamanya tidak mengetahui kalau putranya sekarang tengah berkencan. Dante lupa memberitahu istrinya karena sibuk mengurus putra bungsunya sedang sakit.
"Aku sedang di luar Ma,kenapa ma..?" Tanya Elvano.
"Adek kamu tengah di rawat karena jatuh saat bermain tadi,kakinya terkilir, ini kami lagi di rumah sakit kita." Ucap Mamanya membuat Elvano terkejut.
"El akan segera kesana Ma.."
"Ia sayang,berhati-hatilah." Ucap Mamanya yang kemudian mematikan teleponnya.
"Kita pulang ya,Aku mau segera pergi kerumah sakit."Ucap Elvano yang di angguki Meira tidak berani bertanya kenapa.mereka berdua keluar dari ruangan itu kemudian lansung pulang menuju Keapartemen mengantar Meira.tidak lama mereka sampai disana.
"Aku tidak mengantar kamu masuk, aku harus segera pergi." Ucap Elvano.
"Tidak apa-apa,berhati-hatilah." Ucap Meira kemudian keluar dari mobil Elvano.setelah itu Elvano lansung melajukan mobilnya menuju rumah sakit,sedangkan Meira dia lansung masuk kedalam menuju Apartemennya.
__ADS_1
"Tadi aku sekilas mendengar,itu Mamanya yang menelpon tapi kenapa setelah itu Kak El panik ya..apa mungkin terjadi sesuatu?sayangnya aku ngak dengar jelas apa yang mereka bicarakan.Hah sudahlah.." Guman Meira menuju kamar mandi membersihkan wajahnya kembali seperti Meira yang seperti Tuan putri. Meira membuka rambut palsunya dan juga pakaiannya.setelah selesai semuanya,Meira berjalan mendekati meja kerjanya untuk kembali mengerjakan Tugasnnya.satu jam kemudian dia mengingat sesuatu yang tidak dia lihat sejak tadi.
"Tasku! ya ampun tasku ketinggalan di mobil Kak El..gimana ini.. mudah- mudahan dia ngak bukain tas aku." Ucap Meira panik kemudian mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Elvano mengatakan tasnya ketinggalan dalam mobil Elvano.