Pesonamu

Pesonamu
32


__ADS_3

"Aku tunggu kamu di mobil.." Ucap Morgan yang di iyakan Meira, kemudian Meira keluar dari mobil Morgan masuk menuju kedalam salon itu.


"Ternyata Dia perawatan." Guman Dua pria bersamaan yang tidak lain Elvano dan Dean yang mengikuti Morgan dan Meira tadi.satu jam kemudian Meira keluar mendekat kearah mobil Morgan lalu mengetuk kaca mobil Morgan yang saat itu lansung Morgan buka.Dean dan Elvano mengeryitkan kening mereka bertanya dalam hati mereka melihat wanita itu.


"Siapa wanita itu?" Guman Dean


"Wanita itu pasti teman kencan Morgan." Pikir Elvano.


"Kenapa kamu seperti ini beb,nanti ada yang melihat kamu bagaimana?" tanya Morgan melihat Meira tidak mengunakan rambut palsunya. dengan cepat Morgan mengambil jaketnya lalu memakaikan kekepala dan ketubuh Meira.


"Rambutku sedikit rusak aku harus mengantinya.tenanglah tidak akan ada yang mengenaliku,Ayo pulang." Ucap Meira.


"Bagaimana penampilan kamu,kau tetap cantik beb."Ucap Morgan tersenyum memuji kecantikan sahabatnya itu.


"Tentu saja." jawab Meira masuk kedalam mobil yang juga lansung di ikuti Morgan,kemudian Morgan melajukan mobilnya menuju kearah Apartemen mereka.


"Dasar bodoh kenapa dia tidak mendengar ucapanku.tunggu saja kau Morgan!" Ucap Elvano kesal mengira adik sepupunya itu mau bermain kudaan dengan wanita bayarannya. Elvano tidak mengetahui kalau wanita itu adalah Meira. Elvano dan Dean masih menunggu di depan salon itu menanti Meira keluar.mereka berdua tidak tau kalau meira sudah keluar bersama Morgan tadi.


"Itu kan Mobil pria itu,kenapa dia juga disini,apa mungkin dia juga sedang menunggu Reyna keluar?"Guman Dean.


***


Tidak lama Morgan dan Meira sampai di parkiran Apartemen,mereka berdua keluar dari mobil dan lansung masuk menuju Apartemen Meira.


"Bray Aku mau ngasi tau kamu sesuatu.?" Ucap Meira.


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam Apartemen Meira. "Apa??" Tanya Morgan.


"Dean itu tengah mencari identitas kakak sepupu kamu dengan menyuruh Frans bertanya kepada Devi beberapa waktu lalu,tapi Devi tidak memberitahu kepada Frans karena pada saat itu dia maupun aku juga tidak tau siapa pemilik mobil EL001MB itu yang ternyata dia kakak sepupu kamu.Aku tidak tau kenapa dia mencari tau identitas kakak kamu." Ucap Meira kemudian meminum minumannya.

__ADS_1


"Mencari tau identitas Kak EL.dia ingin mencari masalah saja." Ucap Morgan menyeringai.


"Mencari masalah?maksud kamu?" tanya Meira bingung dengan Ucapan Morgan.


"Mencari masalahlah,untuk apa coba dia ingin mengetahui identitas Kak EL. Setauku tidak ada orang yang berani mengusik balok kayu itu beb." Ucap Morgan.


"Emm..,aku juga tidak tau." Ucap Meira.


"Biarkan saja itu urusan mereka, terpenting kalian jangan mencari masalah dengan kakak sepupu aku itu.oh ya aku besok mau pergi memancing kau mau ikut?" tanya Morgan.


"Di Vila kamu itu?" Morgan lansung mengangukan kepalanya membenarkan ucapan Meira.


"Emm bolehlah,Aku juga libur kuliah Besok." Ucap Meira.


"Oke..besok pagi aku keApartemen kamu.kalau gitu aku balik,selamat malam." Ucap Morgan.


Morgan keluar dari Apartemen Meira meneruskan langkahnya menuju Apartemennya.


Di bawah,Elvano baru saja tiba.


sebelumnya dia menelusuri salon itu karena sudah lama menunggu namun dia tidak melihat Meira disana membuat dia kesal merasa sudah di tipu oleh adik sepupunya itu.


sedangkan Dean juga sama,dia merasa kesal karena dia sudah di tipu oleh Morgan juga.


Elvano segera keluar dari mobilnya lalu berjalan cepat menuju kedalam, dia tidak sabar ingin memberi pelajaran kepada adik sepupunya itu.


"Kak..."


Morgan terkejut melihat Elvano yang saat itu keApartemennya.

__ADS_1


"Apa yang membawamu kemari kak?" tanya Morgan.


"Kenapa kau tidak mau mendengar Ucapanku Morgan.kau masih saja membawa ****** itu kemari." Ucap Elvano menatap tajam kearah Morgan.


"Apa kau mengikuti tadi kak..?"


bukannya menanggapi ucapan Elvano,Morgan malah bertanya balik kepada Elvano.


"Berhentilah,jika tidak aku akan membuatmu tidak berada di Negara ini!" Ucap Elvano dingin lalu melangkah kakinya ingin menuju Apartemennya.


"Kau salah paham kak,yang kau lihat tadi itu bukanlah wanita yang sering aku ajak bermain.aku tidak melakukan itu lagi kak" Ucap Morgan menghentikan langkah Elvano lalu dia menoleh kearah Morgan.


"Apa aku harus percaya.jangan membuat kesalahan lagi.pikirkan keluarga kita!" Ucap Elvano kemudian benar-benar pergi meninggalkan Morgan.Morgan masuk kedalam Apartemennya lalu berbaring diatas Sofanya dengan matanya menatap langit ruangan itu.


"Aku tidak bisa memberitahumu sekarang kak kalau tadi itu Meira sahabatku,kalau aku memberitahumu maka kau akan mengetahui penyamaran Meira.Asal kau tau,dialah wanita yang selama ini kau cari kak, dia sudah menjadi wanita yang dewasa dan sangat cantik melebih bidadari kak,wanita yang setiap tahunnya kau kirimkan hadiah di hari ulang tahunnya,dan di setiap hari Valentine kak. " Guman Morgan.


"Aku akan membantumu menjaga dia kak.sepertinya Dean juga menyukai Wanitamu kak."sambung Morgan lagi kemudian bangun lalu berjalan menuju kamarnya untuk segera membersihkan tubuhnya.


Di tempat lain Devi tengah menemani Frans berbelanja keperluannya di sebuah Mall.


"Ada lagi yang mau kamu beli?" tanya Frans.


"Ngak ada frans..,aku juga lagi ngak pengen belanja.makasih sudah traktirin aku makan itu sudah cukup.." Jawabnya.


"Sama-sama,Baiklah kalau begitu. Kalau ngak ada kita pulang,ini juga sudah malam." Ucap Frans.


"Ayolah,aku juga sudah mengantuk.." Ucap Devi kemudian mereka berdua berjalan menuju pintu keluar dari Mall itu.


"Devi...!!"triak seseorang membuat Devi lansung menoleh dan betapa tekejutnya dia melihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2