
Subuh Itu Geril mengerjapkan matanya perlahan membukanya,dia melihat kiri kanannya,melihat Istri dan anaknya serta menantunya menunggu dirinya di ruangannya itu.
Gerson yang terbangun ingin ketoilet terkejut melihat papa mertuanya sadar, dia pun lansung beranjak bangun mendekati mertuanya itu.
"Apa ada yang sakit Pa..?" Tanya Gerson pelan yang lansung Geril gelengkan kepalanya.
"Aku baik-baik saja.." Jawabnya.
"Aku panggil Arlan sama Rani dulu.." Gerson lansung menekan tombol yang memanggil Arlan dan Rani untuk segera keruangan Geril.
"Papa tetaplah diam..!"Ucap Gerson yang di angguki Geril kembali.
Dari arah pintu,Arlan dan Rani masuk kedalam ruangan itu lalu segera mendekati Geril.
"Saya periksa kondisi Kakek dulu ya kek.." Ucap Arlan yang di angguki Geril.
Bersamaan Mita dan Ayura terbangun karena mendengar ada suara brisik.
"Papa.."Ucap Mita Dan Ayura bersamaan lalu mendekati Geril masih di periksa Arlan dan Rani.tidak lama Gerath juga bangun lalu ikut mendekati kearah Arlan dan juga Rani masih memeriksa Geril.
"Ander..papa sudah lama sadarnya..?" Tanya Ayura.
"Baru saja sayang.."Jawab Gerson memeluk tubuh istrinya.
Mereka berempat masih menunggu Arlan dan Rani memeriksa Geril saat itu.
Beberapa belas menit kemudian, ahkirnya Arlan selesai mengecek kondisi Geril saat itu.
"Bagaimana nak Arlan?" Tanya Mita.
"Nenek tidak perlu khuatir..kondisi kakek baik-baik saja,sekarang kakek tinggal pemulihan saja.." Ucap Arlan membuat Mita dan anak serta menantunya merasa lega mendengar penjelasan Arlan.
"Syukurlah kalau begitu..terimakasih nak Arlan,terimakasih sayang.." Ucap Mita lalu memeluk Rani.
"Sama-sama nenek.." Ucap Arlan.
"Semantara luka kakek masih belum kering,Kakek akan di rawat beberapa hari disini.." Ucap Arlan.
"Baiklah Dokter Arlan..terimakasih..!" Ucap Gerson maupun Gerath bersamaan.
"Sama-sama Tuan Gerson,Tuan Gerath..selanjutnya nanti Rani yang akan mengontrol kondisi kakek.." Arlan menoleh kearah Geril lalu tersenyum.
"Cepat sembuh ya kek..!kakek jangan dulu melakukan aktivitas yang berat ya kedepannya.." Ucap Arlan.
"Iya Dok..terimakasih Dokter.." ucap Geril pelan yang di angguki Arlan.
"Sama-sama kakek.." Ucap Arlan.
__ADS_1
"Baiklah Nenek..Tuan Gerson,Tuan Gerath.saya permisi dulu.." ucap Arlan yang di iyakan mereka semua.
"Ia Dokter Arlan.."
"Kakek..kakek sekarang harus dengar perkataanku,selama pemulihan kesembuhan kakek,Kakek hanya bisa memakan makanan yang lembut dan tidak boleh makan makanan pedas bahkan meminum alkohol..kakek mendengarku ?" Ucap Rani yang lansung di angguki Geril.
"Baguslah..lain kali jangan sembuyikan apa pun lagi dari kami kek.." Ucap Rani
"Iya sayang.." Jawab Geril.
Mita mendekati suaminya lalu mencium kening suaminya.
"Cukup sekali ini kamu sembunyikan apapun dariku pa dari kami semua.. jangan lagi..Aku nggak mau kamu sakit tapi sebagai aku istri kamu,aku nggak tau kamu sakit pa.." Ucap Mita.
Mendengar itu Geril mengangkat tangannya lalu menghapus air mata istrinya mengalir.
"Maafkan aku nyembunyikan selama ini..aku berjanji kedepan tidak akan mengulangi lagi kesalahanku..!" Ucap Geril.
"Ia pa.." Ucap Mita tersenyum.
"Kamu pasti belum ada pulang Ma.. pulanglah kerumah istirhat dulu.. nanti kamu yang akan sakit kalau begini Ma.." Ucap Geril.
"Emm..Ia aku mau pulang sebentar pa, nanti aku kesini lagi,aku nggak apa-apa juga..kamu tenang saja,Anak dan menantu kita tidak membiarkan aku tidak istirahat pa..."Ucap Mita yang di angguki Geril.sangat terasa sekali nyeri di perutnya kalau di bawanya sering bicara.
"Kalian saja yang duluan pulang Ma..biar aku menunggu papa disini..!" Ucap Ayura.
"Kami pulang dulu ya Pa..nanti kami kesini lagi.." ucap Gerath yang di angguki papanya,kemudian Mita ikut bersama Gerath pulang sedangkan Ayura dan suaminya juga Rani yang sekarang menunggu Geril.
Di lain tempat.
Tepatnya di rumah utama Nathan dan Maora.mereka tengah menyambut kedatangan rombongan kakaknya,dan anak serta cucu Andreu datang kerumah mereka.
Andreu dan rombonganya bergiliran turun dari Helikopter yang membawa mereka sampai kerumah Nathan dan Maora.
"Mbak..."Maora berjalan mendekati kakak iparnya lalu lansung memeluk Amira melepaskan kerinduan mereka. Setelah itu Maora memeluk Mamnya Keyra.
"Ahkirnya kita bertemu lagi Maora.." Ucap Mama Keyra.
"Benar mbak..tidak terasa kita semakin Tuan.." Ucap Maora lalu mereka bertiga bersama-sama tertawa.
"Oma...." Pekik Deysa lansung memeluk Amira bahkan saling memberikan ciuman mereka.
"Cucu Oma.." Ucap Amira mengusap belakang Deysa kemudian mengurikan pelukan mereka,lalu Deysa beralih melihat Ibu dari Mommynya.
"Omaku..." Kini Deysa memeluk tubuh Elisa.
"Aaa Cucuku ini,Oma merindukan kamu nak..." Ucap Elisa mengusap lembut belakang cucunya kemudian mencium wajah cucunya.
__ADS_1
"Kamu nggak kangen sama Mom... sayang..?"Ucap Keyra membuat putri tercinta menoleh kearah Mommynya lalu perlahan melepaskan pelukannya bersama Omanya lalu segera memeluk tubuh Mommynya.
"Aku kangen Mommy dong...syukurlah kalian kamari Mom.." Ucap Deysa mencium seluruh wajah Mommynya.
Disisi lain mereka,Andreu dan Juandra dan mertuanya bertemu kangen dengan nathan,Davin maupun orang kepercayaan Juandra menjaga putrinya.
"Opa..." Panggil Manja Deysa.
"Uluh...Cucuku.."Andreu lansung memeluk erat tubuh Deysa.
"Opa kangen sekali sama kamu sayang.." Ucap Andreu.
"Sama Opa..Deysa juga.." Jawab Deysa masih memeluk tubuh Opa Andreunya.
"Kau tidak merindukanku.." Deysa menoleh kearah Dean saudara kembarnya lalu tersenyum.Deysa melepaskan pelukannya dari Opa Andreu lalu beralih mendekati Dean kemudian mereka berpelukan dengan sangat eratnya.
"Aku merindukan kau juga..bagaimana kabarmu..?" ucap Deysa.
"Kau menanyakan kabarku atau mengejek.." mendengar itu Deysa tertawa membuat keluarganya menoleh.
"Aku dengar mata birumu ada disini.. Wah pasti nggak sabarkan...!" Ledek Deysa membuat Dean tersenyum.
"Ingin tau sekali kamu.." Dean mengacak rambut kembarannya.
"Kak Dean nggak mau peluk aku juga..?" Ucap Debora cemberut.
"Aaa Aku melupakanmu.." Dean berjalan mendekati adik sepupunya.
"Kau semakin besar Dek.." ucap Dean
"Tentu dan semakin cantik.." Ucapnya Sombong.
"Baiklah.." Ucap Dean.
"Ayo kita masuk kedalam.." Ucap Nathan.mereka pun beramai ramai masuk kedalam.
"Beristirahat kalian kak..!" Ucap Nathan.
"Bagaimana dengan Geril..?" Tanya Andreu Andreu.
"Semalam kami kesana,dia belum sadar.Dokter Arlan bilang kalau tidak subuh ini,pagi nanti dia akan sadar kak.." Ucap Nathan memberitahu.
"Baiklah kita beristirahat.nanti kita beramai menjenguk Geril.." Ucap Andreu.
"Ia kak..
"Ia kek.."
__ADS_1
Mereka semua pergi menuju kamar mereka masing-masing untuk kembali beristirahat.