Pesonamu

Pesonamu
83


__ADS_3

"Dad.."Dean menghampiri Daddynya lalu duduk di samping Daddynya.mereka berdua tengah duduk di taman belakang rumah Nathan itu sembari menatap terangnya Bulan.


"Ada apa Boy?" Tanya Juandra menoleh kearah putranya itu.Dean terdiam sejenak namun kemudian menoleh kearah Daddynya.


"Daddy tau siapa Elvano?" Tanya Dean


"Dia putra Dante sky Alexander.Kenapa kamu menanyakan Dia,kamu merasa tersaingi?" Ucap Juandra bertanya.


"Dia yang membawa Meira pergi, sepertinya Dia juga menyukai Meira.." Ucap Dean.


"Putri Gerson memang sangat cantik, wajar saja banyak pria menyukainya.." Ucap Juandra masih menoleh kearah putranya.


"Daddy hanya mengetahui keluarga Sky Alexander sebatas Informasi luar tapi tidak dengan kehidupan mereka. sehebatnya dan terkenalnya Daddy dan Opa di dunia bawah,kami tidak bisa mengendus keluarga Sky Alexander selama ini.Daddy merasa mereka bukan orang yang bisa kamu anggap remeh. Daddy banyak berhutang budi dengan Dante,karena dia Mom kalian bisa bersama kita lagi,karena dia nenek kalian kembali sehat sedia kala,karena Dia Opa Andreu kalian sembuh juga dari sakitnya..Jika pria di luar sana melihat wajah sebenarnya putri Om Gerson kamu,mereka juga akan menginginkannya Boy.Dad ingatkan Bersainglah dengan kepala dingin.


Daddy sudah lama hidup mengenai dunia bawah,banyak macam dan bentuk mereka,banyak cara mereka ingin mendapatkan sesuatu yang ingin mereka miliki,entah mereka itu ada atau tidak kamu harus ingat, jangan sekali meremehkan mereka yang terlihat diam, kekuatanmu setinggi apapun tidak akan mampu mengalahkan mereka Boy.." Ucap Juandra menepuk Bahu Putranya. Dean tersenyum mendengar apa yang Daddynya katakan.


"Aku selalu mengingat pesanmu Dad.."Ucap Dean.


"Daddy percaya kamu..mengenai tadi Kenapa kamu tidak menunggu Meira, bukannya kamu belum pernah melihatnya kan?" Ucap Juandra.


"Daddy salahkan Mommy,siapa yang menyuruh wanita keras kepala itu kemari.. Dia mengangguku sekali Dad.." Geram Dean membuat Juandra tersenyum.


"Soal itu Dad juga tidak berani menanyakan Mom kamu..!"Ucap Juandra.


"Menanyakan Apa suamiku?" Ucap Keyra mengejutkan mereka berdua lalu ikut duduk bersama mereka berdua di taman itu.


"Putramu kesal baby..kamu membuat dia tidak jadi bertemu dengan Meira.." ucap Juandra.


"Kok mommy yang di salahkan..?" Ucap Keyra belum mengerti.


"Mommy kan yang menyuruh Velysa kemari?" Tanya Dean menoleh kearah Mommynya.mendengar itu Keyra menoleh kearah suaminya lalu menoleh kearah Dean.


"Ia..Mom yang menyuruh Velysa kemari, habisnya dia nanyain kita terus,Mom nggak bisa berbohonglah boy..Maaf soal kamu tidak bisa bertemu dengan Meira tapi besok kan bisa bertemu boy..!Kamu marah sama Mommy?" Tanya Keyra.


"Tidak Mom,aku tidak marah,aku hanya kesal..Mom..jujur Dean tidak menyukai Velysa Mom..Mommy tau Dean hanya menginginkan Mata biru Dean Mom.. Meira..!" Ucap Dean serius membuat Keyra menatap putranya kemudian melihat kearah suaminya.


"Dengarin Mommy,mom tidak menjodohkan kamu dengan Vely,nggak sama sekali Boy..Mom tidak enak saja dengan Om dan tante kalian..soal perasaan kamu,kamu kan bisa mengatakan padanya Boy..!" Ucap Keyra.


"Asal Mommy tau..aku sudah berulang kali mengatakan padanya Mom..tapi Mommy tau,Velysa itu wanita keras kepala Mom..apa yang dia inginkan harus dia miliki. Dia wanita psikopat Mom..kalian tau Dia pernah menemuiku kenegara E Mom..!" Ucap Dean menceritakan semuanya dengan Orangtuanya mengenai Velysa membuat Keyra dan Juandra sedikit terkejut.


"Aku tidak mau nanti dia malah menyakiti Meira Mom..kalian tidak tau bagaimana Velysa sebenarnya Mom.." Ucap Dean.

__ADS_1


"Maafkan Mommy soal itu,Mom tidak tau..Mommy akan bantu kamu memberitahunya nanti." Ucap Keyra.


"Aku akan mengikuti semua kemauan Mommy kalau Mommy bisa membuat Velysa menjadi wanita baik..Aku masuk dulu Dad,mom.." Ucap Dean lalu pergi dari sana meninggalkan keyra dan Juandra saling pandang.


"Suamiku,benarkah itu?" Tanya Keyra mengenai Velysa.


"Benar Baby.." Jawab Juandra.


"Kenapa kamu tidak memberitahu aku suamiku..Aku merasa bersalah dengan putraku!" Ucap Keyra.


"Dia gadis yang baik Baby,hanya dia masih belum menyadari apa yang dia lakukan tidak baik untuk orang lain..!" Ucap Juandra.


"Kamu harus segera memberitahu Dego..mengingat masalalu,aku tidak ingin Velysa seperti Ayura dulu yang menginginkan kamu..!" Ucap Keyra membuat Juandra lansung tertawa.


"Kamu cemburu dengan Ayura..baby..?" Ucap Juandra


"Bukan begitu..maksudku,aku nggak mau dia saking menyukai putra kita,dia malah mencelakai orang lain suamiku.. Kamu mengertilah maksud aku..!" Ucap Keyra.


"Baiklah.Kamu jangan khuatir soal itu baby,Aku sudah memberitahu Dego dan dia tau putrinya seperti apa..aku pastikan dia tidak akan membuat masalah selama disini..okey.." Ucap Juandra.


"Baiklah..Semoga Meira ikut kemari besok,kasian Dean..!" Ucap Keyra.


"Mereka pasti kemari..dan itu tugas kamu dan ayura membuat mereka harus bertemu..!" Ucap Juandra.


"Aku menginginkanmu baby.." Juandra lansung mengendong tubuh istrinya menuju kamar mereka.


***


Di rumah Geril tepatnya di ruang kerja Geril.


"Dad.." Gerson menoleh kearah putranya yang saat itu memanggil dirinya dengan mengandung sebuah pertanyaan yang Gerson tahu apa yang ingin putranya tanyakan padanya.


'


"Daddy sudah mengatakan seperti sebelumnya Ray..!tidak ada pertanyaan jika itu mengenai Om Dante kamu!" Ucap Gerson.


"Maaf Dad..aku bukan ingin mencampuri urusan Dad dan Om Dante. Aku tidak pernah ingin tau apa yang terjadi dan bagaimana Daddy bersama Om Dante tapi aku minta bisakah Meira kita tidak di libatkan..Aku merasa ada hawa yang berbeda Dad.. Aku putramu, kejeniusanmu menurun padaku Dad.." Ucap Raymond.


"Takdir seseorang tidak bisa kita ubah Putraku!Apa yang membuat kamu takut seperti sekarang Ray?" Ucap Gerson bertanya.


"Sky Alexander..! Dan Adikku! Aku tidak tau bagaimana Dad bisa bertemu dengan keluarga itu..bagaimana Dad bisa berteman baik dengan Dante sky Alexander pria yang sangat miterius itu..!" Ucap Elvano mendapat tatapan dari Daddynya.

__ADS_1


"Ketakutanmu berlebihan putraku!" Ucap Raymond.


"Ini bukan masalah ketakutanku Dad.. Ini masalah yang aku rasakan Dad..!" Ucap Raymond.


"Suatu saat,sudah tiba waktunya Daddy akan memberitahu kamu,Daddy berjanji!" Ucap Gerson lalu bangun dan pergi dari ruangan itu menuju kamarnya.


"Aku menunggu hari itu Dad atau aku akan mencari tau sendiri..Dad..!" Guman Raymond lalu keluar dari ruangan itu menuju kamarnya namun berbalik arah, dia malah masuk kekamar Meira.


Yak...pekik Meira karena Raymond lansung memeluk tubuhnya.


"Lepasin kak..aku lagi ngerjakan tugas ini..!" Ucap Meira.


"Ceritakan padaku apa yang kau lakukan di markas Om Dante.!" Ucap Raymond.


"Markas?Aku melihatnya seperti Villa kak.." Jawab Meira.


"Baiklah sama saja.apa yang kau lakukan disana?" Ucap Raymond mengulang pertanyaannya.


"Tidak ada..Aku hanya di ajak kak El berkeliling Villa itu lalu belajar bermain Golf,terus kami makan dan setelah itu Kak El mengantarku pulang.." Ucap Meira memberitahu kakaknya.


"Apa kau menemukan keanehan disana?" Tanya Raymond.


"Keanehan! Emm..Oo itu kakak tau Aku pergi kesana dan pulangnya,kak El selalu menutupi mataku dengan kain hitam.Anehnya lagi seperti tadi dia mengantarku pulang,Aku sangat yakin sekali kak,kami itu berangkat dari Villa itu dan tidak lama Kak El mengatakan sudah sampai dan saat aku membuka mata,itu memang benaran kak kami sampai di depan rumah ini, seingatku kami tadi berangkat kesana lumayan lama sampai lalu kenapa saat mengantarku begitu cepat sekali sampainya.itu sangat aneh kak..." Ucap Meira bercerita.


"Benarkah?" Tanya Raymond yang di angguki Meira.


"Hmm sangat Aneh..kau tidak bertanya dengannya soal itu?" Tanya Raymond yang lansung mendapat gelengan kepala Meira.


"Seharusnya kau bertanya Embul..." Ucap Raymond memegang kedua pipi Adiknya.


"Tidak nyaman menanyakan itu kak.." Ucap Meira.


"Kau benar Embul..tidak usah bertanya, biarkan dia sendiri memberitahumu suatu saat..Aku tidur disini" Ucap Raymond lalu berbaring di tempat tidur adiknya.


Hais.." Kakak punya kamar kenapa tidak tidur di kamar kakak.." Ucap Meira kesal.


"Suatu saat aku tidak akan lagi bisa tidur bersama denganmu kalau aku dan kamu sudah memiliki pasangan Embul.. jadi masih ada kesempatan kenapa tidak membuat ini jadi kenangan kita kakak beradik." Ucap Raymond membuat Meira tersenyum lalu mendekati kakaknya lalu berpelukan.


"Carikan kakak ipar yang baik untukku..!" Ucap Meira.


"Tentu saja.." Ucap Raymond mengusap kepala adik kesayangannya itu.

__ADS_1


"Embul..Apa kamu menyukai Elvano?" Tanya Raymond.


__ADS_2