Pesonamu

Pesonamu
16


__ADS_3

"Selamat pagi istriku.." Dante mengecup bibir istrinya kemudian dia memeluk dari belakang,saat itu istrinya tengah membuatkan makanan yang membuat kening Dante mengernyit.


"Ini kan menu favorit El,memangnya El pulang Ma..?" tanya Dante.


"Semalam putramu pulang pa.." Jawab istrinya sambil menyiapkan makanan untuk mereka sarapan.


setelah selesai,dia membalikan badan kedepan suaminya kemudian membalas mengecup sekilas bibir suaminya.


"Jangan mengodaku.seminggu ini aku belum mendapatkan jatahku.jika tidak karena jadwalmu belum selesai, aku akan mengempurmu sampai pagi ini." Istrinya hanya tersenyum mendengar ucapan Dante.


"Padahal aku sudah selesai suamiku." Dia menjulurkan lidah kearah suaminya membuat Dante merasa gemas melihat istrinya.


"Kau sudah berani menipuku." Dante memeluk erat tubuh istrinya.


"Bukan menipu,kamu saja pulang sudah subuh tadi." jawab istrinya.


"Tunggu nanti malam,aku akan membuatmu kelelahan.." Ucapnya yang lansung diangguki istrinya.


"Aku akan menantimu.." tantang istrinya.saat bersamaan dengan itu putra mereka datang kesana dengan Menggelengkan kepalanya melihat keromantisan orangtuanya.


"Morning Pa,Ma.."


Dante yang masih memeluk istrinya melihat kearah putranya.


"Morning to son.." balas Mamanya.


Dante melepaskan pelukannya lalu duduk mendekati putranya.


"Tidak biasanya kamu pulang El?"


Mendengar itu,putranya hanya tersenyum kemudian mengambil sarapan untuk dirinya.


"Hanya ingin pulang saja pa.." jawabnya.


"Hanya pulang saja!,papa tidak yakin?" Ucap Dante curiga membuat putranya kembali tersenyum.


"Papa sangat kejam,apa aku tidak boleh menemui kalian,aku putra kalian..?" ucapnya berpura pura kesal.


"Jangan dengarkan papamu El." mamanya mendekati dia lalu memeluknya membuat Dante menajamkan matanya,sedang putranya menaikan sedikit alis mengejek papanya.


"Singamu akan mengamuk ma.." ledeknya kepada papanya.

__ADS_1


"Bukannya kau juga anak singa?" serkah Dante kesal karena istrinya masih memeluk tubuh putranya.


"Sudahlah pa,ini putraku." Ucap Istrinya menyuruh suaminya tidak perlu marah.


Dante tidak menjawab,namun dia mengambil sarapan yang istrinya buatkan tadi.tidak lama datang putra kedua Dante.


"Pagi Pa..,Ma..kakak...!!kakak disini?." ucapnya terkejut melihat kakaknya ada di rumah,dia pun lansung menghampiri kakaknya lalu memeluknya,begitu juga kakaknya membalas pelukannya.


Hal itu membuat Dante dan istrinya tersenyum.


"Bagaimana sekolahmu?" tanya kakaknya masih memangku adiknya.


"Baiklah kak,aku selalu jadi terbaik.." jawabnya.


"Benarkah,bukan yang terburuk..?" ledek kakaknya.


"Ih.kakak,terbaiklah.nilaiku 100 semua loh kak..,akan aku perlihatkan sama kakak." Dia pun turun dari pangkuan kakaknya lalu membuka tasnya mengambil buku-buku tugasnya.


"Lihatlah kak,aku benar terbaik kan..." ucapnya memuji dirinya sendiri.


El mengambil buku adiknya lalu melihat semua tugas-tugas adiknya yang benar mendapatkan nilai terbaik semua.


"Baiklah,kakak akui kamu terbaik.tapi kamu harus ingat jangan___"


membuat kakaknya gemas lalu mengusap kepalanya adiknya.


"Sangat benar Adikku." jawabnya.


"Kamu sudah Dewasa sekarang El.." Ucap Dante mendekati putranya dengan menepuk bahu putranya.


"Tentu saja pa.." Ucapnya tersenyum.


"Ayo kita sarapan lagi,nanti kalian telat semua berangkatnya." ucap Natasya Istrinya Dante.mereka kembali duduk,lalu memulai sarapan bersama.


"Bisakah kakak mengantarku kesekolah hari ini?" Pinta Bagas Sky Alexander,putra kedua Dante yang baru berusia delapan tahun itu.kini dia sudah kelas 3 Sekolah Dasar.


"Tentu saja bisa,sekalian kakak berangkat kuliah." jawabnya.Dia Adalah Elvano Sky Alexander.Putra sulung Dante Sky Alexander dan Natasya sky Alexander.


"Sebenarnya apa yang membawamu pulang El?" Dante masih menanyakan kepulangan putranya,karena putranya itu jarang pulang keMension mereka,


kecuali ada yang mau dia tanyakan ataupun mau dia rencanakan.

__ADS_1


"Papa selalu mencurigaiku." ucapnya lagi.


"Tentu saja.kebiasaanmu pulang pasti ada yang ingin kau tanyakan atau pun minta bantuan papa,kamu tidak bisa berbohong sama Papa El.." Ucap Dante tau mengenai putranya itu.


"Sidikit masalah,tapi kali ini aku akan menyelesaikannya sendiri pa." ucapnya tidak mau meminta bantuan papanya kali ini.


"Apa ini mengenai Mata birumu itu..?" tanya Dante.


"Bisa di bilang itu,atau pun hal lain.." jawabnya.


"Apa kamu bisa mengalihkan dengan wanita lain kalau bukan mata birumu itu." ucap Dante menatap putranya,


membuat Elvano tersenyum.


"Hanya memastikan saja pa..,untuk Mata biruku tentu saja dia menempati ini." Ucapnya menunjukan dadanya. Melihat itu Dante mengelengkan kepalanya melihat putranya yang begitu gila menyukai putri dari sahabatnya,bahkan sampai sekarang.


Dante berpikir,kalau putranya melihat putri sahabatnya sekarang yang sudah dewasa bahkan nyatanya memanglah sangat cantik.entah bagaimana reaksi putranya itu,dan sebahagia apakah putranya itu.


"Papa kenapa senyam senyum begitu..?" tanya Istrinya membuat Dante tersadar lalu mendekat kearah istrinya.


"Aku memikirkan tidak sabar mengempurmu nanti malam istriku.." Ucap Dante menggoda istrinya.


"Itu saja yang kamu pikirkan.." ucap istrinya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya.


"Lalu apalagi kalau bukan itu." jawab Dante mengedipkan matanya kearah istrinya,kemudian dia mengalihkan matanya kearah putranya.


"El bagaimana kalau Mata birumu itu, sudah memiliki kekasih sekarang?."


Sontak pertanyaan Dante,membuat Elvano menghentikan mengunyah sarapannya lalu menatap papanya.


"Sekali pun dia sudah memiliki suami,


mungkin aku akan mengulangi masalalu papa."Jawab Elvano lalu meminum air minumnya.


"Bagas,kakak tunggu kamu di mobil." Elvano bangun dari tempat duduknya mendekat kearah mamanya, lalu mencium pipi Mamanya.


"El berangkat kuliah dulu Mam."


Elvano lansung keluar menunggu adiknya di dalam mobilnya.


"Pa..kamu apa apaan sih,lihatlah karena kamu El tidak sempat menghabiskan sarapannya."

__ADS_1


Kesal Natasya bangun mendekat kearah putranya lalu menyiapkan putranya,kemudian mereka berdua lansung kedepan menyusul Elvano yang akan mengantar Bagas kesekolah sekaligus dia juga berangkat kuliah.


"Aku berharap kisahku tidak terulang kepadamu putraku..,sainganmu bukan orang sembarang melainkan putra Juandra." Guman Dante kemudian dia bangun lalu pergi menuju keluar untuk berangkat kekantornya namun sebelum itu dia berpamitan dengan istrinya.


__ADS_2