
"Devi...!!"Triak seseorang membuat Devi lansung menoleh dan betapa tekejutnya dia melihat siapa yang memanggilnya.
"Brayen..!"Ucap Devi.
Brayen mendekati Devi dan lansung menarik Devi lalu merangkul pinggang Devi membuat Frans yang melihat itu lansung bergemuruh dadanya.
"Aku menjemput kamu kemari,aku merindukan kamu sayang" Bisik Brayen.Brayen melihat kearah Frans lalu mengulurkan tangannya kearah Frans.
"Namaku Brayen,kekasihnya Gastania Deviani."Ucapnya.Frans membalas jabatan tangan Brayen dengan tersenyum. "Aku Frans temannya Tania." Ucapnya.
"Oh ini Frans yang kamu ceritakan itu sayang.." Ucap Brayen masih menatap kearah Frans.
"Ia Bray.." Jawab Devi.
"Aku tidak keberatan kau meminta bantuan kekasihku karena yang aku dengar kau baru tinggal di Negara ini, tapi aku keberatan jika kau berani menaruh perasaan dengan kekasihku.!" mendengar itu Devi lansung mencubit perut Brayen.
"Sakit sayang..kau suka sekali Mengodaku.." Devi melototkan matanya,ini pertama kalinya dia mendengar Brayen bicara seperti itu.
Ems..Frans berdeheman karena dia bagaikan obat nyamuk oleh Devi dan Brayen saat itu.Devi dan Brayen kembali melihat kearah Frans.
"Kau tidak perlu khuatir dengan hal itu, perasaanku akan ada jika kau berani menyakitinya." Frans menatap kearah Devi.
"Aku pulang dulu Tania." Frans lansung pergi dari hadapan Brayen dan juga Devi.setelah Frans jauh melangkah pergi,Devi kembali lagi mencubit perut Brayen.
Aukh.."Sakit sayang..kenapa sih mencubitku.?apa begini kamu melepas rindu denganku?"Ucap Brayen membuat Devi menatap lekat kekasihnya itu.
"Bray kamu kenapa berubah sih,ini bukan kamu yang aku kenal..kamu biasanya manja,lemot,kenapa ini.. rambut kamu juga kenapa di potong sih..?" Ucap Devi begitu terkejut melihat perubahan Kekasihnya itu.
Brayen tidak menjawab tapi dia malah mengendong Devi membuat Devi terkejut. "Brayen...?" Devi benar-benar syock Brayen mengendong tubuhnya dan itu sesuatu pertama yang dia lakukan selama hubungan mereka.
"Kita Apartemenmu,Aku mau menghapus bekas bau pria tadi." Ucap Brayen dingin.Devi tidak bisa bicara saat itu,dia terus menatap Brayen.Saat dalam perjalanan menuju Apartemen Devi,Devia masih saja terus menatap Brayen.
"Brayen sebenarnya siapa kamu..!!" Ucap Devi membuat Brayen tersenyum lalu menatap kearahnya.
"Aku Brayen,kekasih kamu..,kenapa sih sayang,kamu aneh deh nanyain aku trus..?" Ucapnya.
__ADS_1
"Brayen....!!!Ah..serius aku nanyak..?" Ucap Devi kesal dengan kekasihnya itu.
"Aku juga serius Gastania Deviani Feiter." ucap Brayen menyebut Nama Panjang Devi membuat Devi terkejut Brayen mengetahui Nama panjangnya.
"Brayen pasti bukan ini,ini kamu pasti kembaran Brayen kan??" Ucap Devi membuat Brayen tertawa saat itu.
"Devi..Devi...,tentu saja aku Brayen lah,memangnya aku memiliki Suadara kembar?,Aku saja anak Tunggal orangtuaku."Ucap Brayen membuat Devi semakin kesal.
ternyata mereka sudah sampai di parkiran Apartemen Devi,Brayen kembali mengendong tubuh Devi membawanya masuk kedalam Apartemennya.
"Brayen jawab pertanyaaan aku..??" Ucap Devi memukuli dada Brayen.
"Hey Bro..." Devi dan Brayen menoleh kearah samping mendengar ternyata Morgan menyapa Brayen.
"Nanti aku menyusul kau,aku mau mengurus kekasihku yang nakal ini..?" Morgan hanya mengacungkan jempolnya mengiyakan Ucapan Brayen.Brayen melanjutkan lagi langkahnya membawa Devi masih dalam gendongannya masuk kedalam Lif menuju keatas.
Morgan tersenyum Melihat Brayen dan Devi saat itu.
"Baguslah kau tunjukan siapa kau sebenarnya Brayen..!"Guman Morgan kemudian menuju kearah prakiran melajukan mobilnya kearah Bar.
"Bra..Brayen..?" Brayen sangat senang melihat kegugupan Devi saat itu,kemudian Dia tersenyum.
"Kenapa kamu ketakutan begitu Hmm,kau takut aku menidurimu..?"
Bugh! Devi lansung memukuli dada Brayen.
"Brayen ini benar kamu ngak sih, kamu berubah tau.." Ucap Devi kesal.
"Kau lihat lenganku,apa aku orang lain?." Ucap Brayen perlahan membuat Devi melihat lengan Brayen, disana terlihat tato namanya dan bahkan wajahnya.
"Tapi kamu berubah begini kenapa??" ucap Devi tidak percaya kekasihnya sangat berubah sekali sikap maupun perlakuannya malam itu.
"Aku berubah karena aku mencium bau bau seseorang yang ingin menginginkan milikku.dulu aku tidak masalah kamu berdekatan dengan siapan pun bahkan kau memanfaatkan uang mereka, aku tidak masalah,tapi kali ini aku tidak akan bisa membiarkannya lagi,karena kau hanya milikku Devi,MILIKKU!!" Ucap Brayen Dingin.Devi benar -benar syock melihat perubahan kekasihnya.
"Brayen aku menyukai kamu dulu, dengan sikap kamu lemot,lambat seperti bekicot,aku suka kamu yang gondrong bukan sekarang.."Ucap Devi memukuli dada Brayen.
__ADS_1
"Tapi aku tidak menginginkan hal itu lagi,kali ini aku akan membuatmu yang ketakutan siang,malam memikirkan aku."Ucap Brayen lalu mencium kening Devi yang selalu dia lakukan kalau bertemu Devi.
"Aku mau pergi menemui Morgan." Ucap Brayen ingin bangun namun lansung di peluk Devi.
"Ngak mau...,pokoknya kamu ngak boleh pergi..." Ucap Devi membuat Brayen tersenyum.
"Kenapa kau melarangku?bukannya biasanya aku sering menyantai sama Morgan kau tidak melarangku..?" tanya Brayen tapi Devi malah mengeratkan pelukannya di tubuh Brayen.
"Ngak mau,pokoknya ngak boleh pergi.Kamu pasti mau tebar pesonakan!,kalau kamu sudah berubah tampan sekarang,ngak mau, aku ngak mau.!!!!Titik!!."
Brayen benar merasa gemas sekali melihat sikap Posesif Devi timbul untuknya.
"Aku tidak lama,aku ada pekerjaan yang aku urus dengan Morgan." Ucap Brayen.
"Benaran pekerjaan? nanti kamu malah main perempuan,awas aja. nanti aku potong anuan kamu,kalau berani."Ucap Devi membuat Brayen tertawa terbahak bahak.
"Apa ini sayang,sejak kapan kau posesif seperti ini sih sama aku..biasa cuek." Ucap Brayen.
"Itu dulu,sekarang lain." Jawab Devi kesal.
"Jangan begitu,aku serius sayang. Kami ada pekerjaan yang harus kami bahas,nanti aku balik kesini lagi.Oke." Ucap Brayen memegang Dagu Devi dengan matanya menatap Devi masih cemberut.
"Baiklah,tapi janji kesini lagi." Ucap Devi.
"Iya sayang aku,aku janji." Jawab Brayen.
Devi melepaskan pelukannya lalu mengambil Dompet Brayen membuat Brayen mengerutkan keningnya. Ternyata Devi mengambil semua kartu miliknya dan hanya menyisakan 5 lembar uang di dalam dompet Brayen.
"Ini aku pegang,jaga-jaga kamu kegatalan disana." Brayen tersenyum senang melihat sikap Posesif Kekasihnya itu.
"Aku tidak keberatan sama sekali.aku pergi dulu." Ucap Brayen kembali mencium kening Devi lalu keluar dari sana untuk segera menyusul Morgan.
"Ya Ampun Devi....,ternyata kekasih kamu sangatlah tampan.ngak..ngak..
Ngak..kamu harus jagain dia Devi sekarang,sekarang dia keren,tampan banget, pasti di luar sana banyak yang menyukainya..,lebih baik aku kasi tau Meira"Guman Devi merasa gila saat itu melihat perubahan Brayen yang membuatnya syock sekali.Devi berjalan keluar dari Apartemennya menuju Apartemen Meira.
__ADS_1
ππDevi...Devi..dia belum tau sebenarnya siapa Brayen..kan.bucin jadinya...