Pesonamu

Pesonamu
19


__ADS_3

Devi sampai juga di Apartemennya malam hari itu,dia segera masuk kedalam merapikan barang bawaannya,setelah itu dia lansug merapikan Apartemennya mulai dari kamar lalu keruangan yang lainnya sampai selesai.


Hari kemarin lalu dia belum sempat memgemas Apartemennya karena lansung menemui Meira yang sakit. setelah selesai semua,dia segera menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Sepuluh menit kemudian Devi baru menyelesaikan mandinya,Dia keluar berjalan ketempat tidurnya,duduk dan mengambil ponsel menghubungi Frans.


"Halo Frans,aku sudah diApartemen. kamu mau jemput aku jam berapa.?" ucapnya lalu menanyakan frans.


"Sebentar lagi,kirim saja alamat kamu dimana,Aku akan berangkat kesana." Ucap Frans yang saat itu tengah berkumpul bersama Dean dan yang lain di ruang tv Apartemen Dean.


"Oke aku sharelok ya..,nanti kalau kamu sudah sampai hubungi aku." Ucap Devi.


"Baiklah,sampai ketemu nanti." ucap Frans yang kemudian di matikan Devi sambungan telepon mereka berdua.


Devi lansung mengirimkan lokasinya sekarang,setelah itu dia segera berganti pakaian dan memakai mek up tipisnya.


Di tempat frans,Pesan masuk kedalam ponsel Frans yang saat itu lansung dia buka,namun membuat keningnya mengeryit.


"Ada apa?" Tanya Davin melihat Frans masih terdiam melihat ponselnya.


"Tuan muda,ini suatu kebetulan atau tidak,tapi anda pasti tidak akan percaya." Frans menghentikan ucapannya lalu menatap Dean.


"Katakan?" Pinta Dean ingin tau apa yang Frans barusan katakan.


"Tania tinggal diApartemen EL.A Sky."


Sontak ucapan Frans membuat mereka bertiga sangat terkejut terutama Dean.


"Kau yakin dia tinggal disitu.?" Frans memberikan ponselnya kearah Dean, memperlihatkan lokasi yang Devi berikan padanya.


"Ah ia,Dia benaran tinggal disitu ya.itu sangat bagus kak untuk membantu misimu" ucap Davin yang ikut melihat.


Dean pun lansung mengukir senyuman tipisnya berpikir ini akan mempermudah rencanannya.Dean kembali memberikan ponsel itu kearah Frans.


"Lakukan pekerjaanmu dengan baik.


jangan sampai membuat dia curiga frans..?" Ucap Dean berpesan.


"Baik Tuan muda." jawab Frans.


"Kenapa kita tidak ikut saja kak,biar tau siapa wanitanya frans itu..?"


Dean memberikan tatapan tajam kearah Davin membuat Davin lansung mengerti.


"Aku lupa,kau kan mau Dineer ya..?" Ucap Davin menggoda frans.


"Pergilah sana,jangan lupa pulang kau.." Ucap Davin terus menggoda Asissten kakaknya itu. Frans hanya tersenyum mendengar Ucapan adik atasannya itu.


"Baik tuan muda,Saya permisi." Ucap Frans yang di angguki Dean dan Davin.


Frans lansung keluar dari Apartemen Dean menuju keApartemennya untuk berganti pakaian,setelah selesai itu, Frans keluar menuju kebawah untuk segera pergi menjemput Devi.tidak lama dia sampai di depan areal Apartemen tempat Devi tinggal,dia mengambil ponsel lalu menghubungi Devi.


"Aku sudah di depan Tania." ucapnya.


"Masuklah kedalam parkiran,aku sudah memberitahu kalau kamu menjemputku." Ucap Devi.

__ADS_1


mendengar itu frans melajukan mobil masuk kedalam namun sebelum itu mobilnya diperiksa oleh bagian penjaga.Bersamaan dengan itu, datang mobil sport Hitam melewati Mobil Frans membuat Frans menajamkan pengelihatannya.


"EL001MB?,Bukankah itu mobil pria yang Tuan suruh cari identitasnnya?." Guman Frans masih menatap plat mobil itu perlahan menjauh.


"Ia benar,itu mobil Pria itu." Guman Frans masih melihat kesana ingin melihat wajah pemilik mobil itu. Tidak lama pemilik mobil itu keluar, namun Frans tidak bisa melihat wajahnya karena jarak mereka jauh dan lagi pula pria itu mengunakan Topi,masker dan kacamatanya.


"Sayang sekali wajahnya tidak terlihat.." guman Frans lagi.


Di dalam Devi baru keluar dari lif ingin segera keluar menemui Frans.


"Tunggu!"


Devi menghentikan langkahnya karena panggilan seseorang,Devi pun menoleh kesamping.


"Ia..?" ucap Devi.


"Apa temanmu sudah sembuh?" mendengar itu,Devi lansung tau orang yang menegurnya itu adalah dokter yang memberikan obat untuk sahabatnya kemarin lalu.


"Sudah Dokter,terimakasih atas bantuan anda." jawab Devi ramah,


sedangkan Pria itu menganggukan kepalanya kemudian dia lansung pergi meninggalkan Devi kebengongan.


Yakk.."Gila itu Dokter apaan ya,Kita ramahin Eh dia malah pergi tampa mengucapkan satu kata pun." Gurutu Devi dengan berjalan keparkiran mencari Frans dan lansung dia menemukannya.


"Frans.."Panggil Devi.


Frans membuka pintu mobil untuk Devi,saat itu juga dia terdiam, terpesona melihat wajah cantik Devi malam itu.tersadar Frans lansung menyuruh Devi masuk kedalam mobilnya.Frans mulai melajukan mobilnya menuju Restoran yang sudah dia pesankan tadi.


"Tania,kamu tau.saat kamu mengirim Alamat kamu tinggal disitu,aku sedikit terkejut..?" Ucap Frans.


"Yang aku tau bukankah Apartemen itu tidak sembarangan orang yang bisa tingggal disana ya?"Ucap Frans membuat Devi tersenyum,senyuman Devi membuat frans terpesona lagi.


"Ngak juga bah.banyak kok anak- anak kalangan biasa tinggal disana. hanya saja mereka rata-rata yang sudah bekerja di A.sky Group." jawab Devi menjelaskan.


"A.sky Group?"Ucap Frans.


"Ia..Perusahan milik Keluarga yang terkaya di Negara ini,universty tempat kuliah kita itu juga milik mereka." Jawab Devi membuat Frans sedikit tau tentang Negara itu.


"Hmm begitu,Aku baru disini makanya belum tau mengenai Negara ini." Ucap Frans.


"Ngak apa-apa lama disini bakalan tau kok." jawab Devi.


"Kamu Benar.kamu sendiri sudah lama tinggal disana?" tanya frans.


"Lumayan..sejak aku masuk kuliah disini hampir mau tiga tahunan lah aku tinggal disitu.." jawab Devi jujur.


"Emm,lama juga berarti kamu tinggal disana." ucap Frans.


"Lumayan.." jawab Devi.


Tidak lama mereka sampai ditempat tujuan mereka.


"Kita makan disini?" tanya Devi mengejutkan Frans.


"Ia..kenapa?" tanya Frans.

__ADS_1


"Nggak..,Restoran ini tempat kami sering nongkrong."Jawab Devi membuat Frans tersenyum.


"Jadi aku tidak salahkan,bawa kamu makan disini." ucap Frans menatap Devi.


"Dimana saja bisa,asalkan makananya layak dimakan.." Canda Devi sedikit tertawa membuat Frans kembali tersenyum.


"Kamu benar,ayo kita masuk." Ucap Frans.mereka berdua beriringan masuk kedalam menuju tempat yang sudah disediakan.mereka berdua lansung memesan makanan.


"Kamu banyak tau Negara ini,bisalah ajak aku berkeliling nanti..?" Ucap Frans setelah mereka selesai memesan makanan.


"Bisa bangetlah,kasi tau aja kalau kamu mau ajakin aku pergi." Ucap Devi.


"Tentu saja" jawab Frans.


kemudian mereka berdua sama sama terdiam namun sesekali bertatapan.


"Tania.."


"Frans.."


Mereka sama-sama salah tingkah saat itu.


"Kamu duluan..?" Ucap Frans menyuruh Devi yang Duluan berbicara.


"Kamu saja duluan Frans.." kali ini Devi yang menyuruh Frans duluan bicara.


"Baiklah,sebenarnya aku ada hal yang mau aku tanya sama kamu.." Ucap Frans.


"Em..mau nanyain soal apa? Ucap Devi.


"Begini Aku sedang mencari seseorang yang memakai mobil berplat EL001MB,dia tinggal di Apartemen yang sama dengan kamu.Apa kamu mungkin mengenal orang maupun mobil itu?" terang Frans lalu menanyakan hal itu kepada Devi.


"EL001MB??,Sepertinya aku baru mendengar plat mobil itu." Devi masih mengingat ingat pernahkah dia melihat nomor mobil plat itu.


"Frans gini ya,sebenarnya aku itu jarang tinggal di Apartemenku seringnya tinggal di tempat sahabatku.balik-balik biasanya malam ataupun pagi.Baru-baru ini aku sering DiApartemenku karena sekarang sahabat aku juga sudah pindah kesitu.


seingatku,Aku pernah lihat mobil itu.


kau tadi bilang plat mobilnya EL001MB ya?" Frans menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Devi. Tania kembali mengingat ingat dibenaknya,


pernahkah dia melihat nomor plat mobil seperti itu.


"Maaf Frans aku benar-benar tidak tau." Jawab Devi jujur.


"Baiklah,tidak masalah kalau tidak tau.Ayo kita makan dulu." Ucap Frans yang kemudian mengajak Devi makan.mereka berdua mulai memakan makanan mereka.


"Ngomong-ngomong soal tadi, kenapa kamu mencarinya Frans.." Frans menghentikan makannya.


"Tania sebenarnya aku kuliah disini mengikuti anak atasan orangtuaku.


Yaitu Keluarga Gilbert___."


Huk...huk..huk...


Devi lansung tersedak makanan mendengar ucapan Frans yang mengatakan dia bekerja dengan keluarga Gilbert.

__ADS_1


__ADS_2