Pesonamu

Pesonamu
31


__ADS_3

"Tania..!" Mereka bertiga barengan menoleh kearah belakang melihat siapa yang memanggil Devi,ternyata Frans saat itu yang memanggil Devi. Morgan melirik kearah Meira dengan matanya menanyakan siapa pria itu, Meira mengarah matanya kearah Devi,mengatakan pria itu temannya Devi membuat Morgan menganggukan kepalanya mengerti.


"Frans..kamu disini,Sendirian?" tanya Devi.


"Ia aku sendirian saja.semenjak aku tau tempat ini,aku sering makan disini, makanan sangat enak dan tempatnya juga sangat nyaman." jawab Prans.


"Ia..ia..itu benar sekali makanya kami sering kemari" jawab Devi.


"Ia Tania." Frans melirik kearah Reyna dan Morgan.ems.."Apa aku boleh bergabung dengan kalian??" tanya Frans.mendengar itu Devi menoleh kearah Meira dan Morgan menanyakan persetujuan dari mereka.


bersamaan dengan itu mereka berdua memberikan persetujuan mereka dengan anggukan kepala mereka tidak keberatan kalau frans bergabung duduk dengan mereka.


"Tentu saja boleh.duduklah Frans.." ucap Devi yang perlahan membuat Frans Duduk mendekati tempat duduk Devi.


"Frans kenalkan dia temanku juga seperti Reyna." Ucap Devi memperkenalkan Morgan dengan Frans.saat itu Frans mengulurkan tangannya kearah Morgan yang perlahan di balas Oleh Morgan.


"Frans.." ucap Frans tersenyum.


"Morgan" jawab Morgan menatap datar kearah Frans.


"Senang berkenalan dengan Anda." Ucap Frans lagi yang hanya di angguki Morgan. Saat ini mereka berempat masih terdiam dengan saling pandang.


"Kamu mau makan kan' pesanlah Frans,kami bertiga barusan saja selesai makan." Ucap Devi memecahkan keheningan.


"Ia Tania." Ucap Frans tersenyum lalu memesan makanannya.


"Apa tujuan kamu sebenarnya..??"


Frans melihat kearah Meira dengan sedikit terkejut karena pertanyaan dan tatapan tajam Meira pada saat itu mengarah padanya.Mendengar itu Morgan juga ikut melirik kearah Meira lalu kearah Devi.

__ADS_1


"A..apa maksud Nona?" tanya Frans sedikit Gugup.


"Saya bukan orang yang bisa kau tipu Frans.saya tanya kau sekali lagi,apa tujuan kamu sebenarnya mendekati kami..?"Ucap Meira lagi menanyakan Frans membuat Frans semakin gugup namun dia lansung mengendalikan dirinya.


"Saya tidak mengerti pertanyaaan anda Nona,saya rasa kita bertemu selalu tidak dengan sengaja bukan! Lalu apa yang membuat saya memiliki niat lain kepada kalian atau anda Nona?" Ucap Frans membuat Meira menyeringai senyum. Mereka bertiga melihat itu lansung bergidik ngerik melihat senyuman Meira.


"Saya tau Anda bekerja dengan Dean Gilbert Edizon.Apa saya akan percaya dengan ucapan anda." Meira menegakan tubuhnya namun matanya masih menatap kearah Frans.


"Katakan!Kamu belum pernah mendengar kisah mereka yang berani mengusik kehidupanku." Ucap Meira Dingin dengan tangannya memainkan pisau kecil lalu dia tusuk di daging stick miliknya tadi tidak dia habiskan. Frans belum juga menjawab karena dia ketakutan melihat apa yang Meira lakukan saat itu,namun dia kemudian melihat kearah Devi.


"Sa..saya akan mengatakan jujur kepada kalian karena saya sama sekali tidak seperti yang kalian pikirkan.Tuan muda saya memang menyuruh saya menyelidiki siapa Nona sebenarnya,tapi dia menyuruh saya mencari tau tentang anda bukan untuk melakukan hal buruk kepada anda nona,melainkan karena Tuan hanya penasaran siapa Nona sebenarnya,karena Indentitas Anda. itu saja." Ucap Frans jujur.


"Disini saya juga ingin meminta maaf karena saya seperti memanfaatkan kamu Tania,dan pertemanan kita,tapi sebenarnya saya jujur tidak ada niat sedikit pun saya melakukan itu.saya hanya ingin mencari sedikit informasi mengenai Nona Reyna karena atas perintah Tuan saya." Sambung Frans membuat mereka lansung terdiam.


"Dia Menyukai kamu Beb." Ucap Morgan membuat Meira dan Devi melihat kearah Morgan.


"Apa yang Tuan Muda Morgan katakan kemungkin Ada benarnya,tapi saya tidak terlalu yakin.Tuan muda Dean yang saya tau dia dari kecil sudah memiliki wanita yang dia anggap kekasihnya Tuan sampai sekarang." Jawab Frans membuat Morgan mengernyitkan keningnya.


"Maksud kamu dia memiliki wanita masa kecil?" tanya Morgan yang di angguki Frans.


"Bisa di katakan begitu Tuan." jawab Frans.


"kenapa aku merasa seperti kak EL." guman Morgan.


"Kamu bilang apa tadi Bray.." Tanya Meira mendengar guman Morgan.


"Atasannya itu seperti kak EL yang aku ceritakan sama kalian tadi." Ucap Morgan pelan.mereka berempat kembali terdiam saat itu.


"Aku mau pulang." Ucap Meira bangun.Meira melangkahkan kakinya menuju keluar "Beb...."Panggil Devi membuat Meira menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Devi dan Frans.

__ADS_1


"Kau bisa di antar dia." Ucap Meira menatap kearah Frans,setelah itu Meira lansung berjalan menuju keluar yang saat itu lansung di susul Morgan.


"Teman kamu marah Tan?" tanya Frans merasa tidak enak hatinya.


"Ngak...,dia memang sejak tadi lagi ngak baik suasana hatinya,kamu jangan merasa ngak enak." ucap Devi.


"Baiklah,Ayo ikut aku makan lagi." Ucap Frans membuat Devi lansung mengelengkan kepalanya.


"No.aku udah kenyang banget..,kamu makan saja biar aku temanin." Ucap Devi tersenyum kearah frans.


"Baiklah...,Emm.habis makan kamu temanin aku belanja mau?" Ucap Frans.


"Bisa sih..tapi kamu yang belanjain aku juga." Ucap Devi tampa rasa malu membuat Frans sedikit tertawa.


"Tentu saja bahkan kau bisa belanja sepuasnya nanti.." Ucap Frans.


"oke..jangan salahkan aku menghabiskan Uangmu." Ucap Devi yang di angguki Frans.


"Aku tidak keberatan." Jawab Frans kemudian memakan makanannya.


***


Di jalan Meira hanya terdiam sejak tadi membuat Morgan terus melirik kearah sahabatnya itu.


"Are you oke beb.." ucap Morgan


"Okey..Antar aku kesalon ya." Ucap Meira.


"Baiklah Tuan putriku.." Ucap Morgan mengusap kepala Meira lalu melajukan lagi mobil menuju salon langganan Meira.

__ADS_1


__ADS_2