Pesonamu

Pesonamu
78


__ADS_3

Di lain tempat.


Meira sudah berada di rumahnya bahkan saat ini dia tengah mengerjakan tugas kuliahnya di kamarnya sambil di temani kedua temannya.


"Gimana sama kakek kamu beb..?" Tanya Devi


"Ia Beb..Gimana keadaan kakek kamu?" Tanya Morgan juga menanyakan mengenai keadaan kakeknya Meira.


"Masih tahap penyembuhan..2 atau 3 hari lagi baru bisa bawa pulang,rawat di rumah.." Jawab Meira.


"Syukurlah kalau begitu..ngomongin itu..apa,itu Kamu udah ketemu sama keluarganya Dean itu..?" Tanya Devi mengingat keluarga Gilbert.


"Keluarga Dean,maksud kamu keluarga Gilbert?..memangnya mereka berada disana..?" ucap Morgan tidak tau.


"Bray..keluarga Dean itu kan teman baik kakeknya Meira..mereka itu ada di Negara B..katanya mau ngerayain ultahnya putra bungsu Tuan Juandra papanya Dean itu..!" ucap Devi menjelaskan kepada Morgan.


"Itu benar Bray..mereka ada disini,tadi pagi aku ketemu sama mereka tapi sama Dean'nya aku belum.." Ucap Meira ikut memberitahu Morgan.


"Dari mana kau tau Dev..aaa jangan bilang kamu masih suka centil sama si Siapa itu..emm Frans...iya kan...?" Ucap Morgan membuat mata Devi melebar.


"Aku centil..ya aku akui..tapi masih baik dari pada kau,penjahat kelamin..Beb.. Kamu tau nggak..Dia mesanin perempuan malam kemarin..aku di kasi tau penguntit kita.."Ucap Devi kali ini membuat Morgan yang terdiam.


"Mana ada!! Kamu salah orang kali.. Aku nggak ada pesanan cewek,Beb jangan dengarin omongan centil itu.."Ucap Morgan tidak mau menerima tuduhan Devi lontarkan.


"Halaah ngaku saja..iyakan kamu pesanan cewek..ngaku saja..!!," Ucap Devi kesal.


"Sudah ahh kalian berdua..kamu juga bray,benaran kamu nggak gitu lagi, kalau iya awas kamu...aku potongin batang jelek kamu..!!" Ucap Meira menajam melihat kearah Morgan.


"Sumpahlah..demi apapun,Aku nggak ada pesanin siapa pun Meira..Batangku sudah lama nggak celup lagi sejak 3 bulan lalu..serius Meira... Serius aku ini!!" Ucap Morgan.


"Benaran..Bray..ingat kamu suatu saat akan berkeluarga..jangan sampai kamu menyesal kemudian Bray..main perempuan nggak baik bray.." Ucap Meira mengingat sahabatnya itu.


"Aku tau! Aku sudah mulai berubah ini.. Makanya aku sudah 3 bulan ini nggak pernah lagi main Meira..kamu harus percaya sama aku.." Ucap Morgan.


"Ia..iya..aku percaya.." Ucap Meira


"Baiklah..aku percaya..mungkin hari itu bukan kamu,orang lain.." Ucap Devi

__ADS_1


"Gitu dong.." Ucap Morgan tersenyum bahagia.


"Sebenarnya kau dimana bah Bray.. Kenapa latar kamu seperti tengah berada di Villa gitu..?" Ucap Devi.


"Aku lagi liburan di tempat teman kelasku.." Ucap Morgan tidak mau memberitahu dimana aslinya dia berada.


"Beb...kamu kapan pulang..aku kangen tau.."Ucap Devi.


"Kangen sama aku..pelukannya sama Brayen..banyak bohong kau Beb.." Ucap Meira membuat Devi tertawa kecil.


"Huuu Dasar tukang bohong.." Ucap Morgan meledek.


"Menikah saja kalian berdua Beb.." Ucap Meira membuat Devi tertawa.


"Nanti saja..masih bisa menahan diri.." Ucap Devi.


"Setengah sudah pasti itu..?" Ucap Morgan.


"Huu sok tau..!"


"Beb,bray aku nggak tau gimana nanti ketemu Dean..gimana kalau dia tau kalau waktu itu adalah aku..!!" Ucap Meira menghentikan tangannya mengetik di laptopnya lalu melihat kearah temannya.


"Jual mahal lah..ingat ada satunya lagi Beb.." Ucap Morgan mengingatkan Meira dengan Elvano.


"Ih bray..masih bisa milih ngapain fokus sama satunya..maaf ya..kalau aku di lihat sih dulu mana yang benaran suka atau ya..istilahnya obsesi belaka gimana..?" Ucap Devi memberi pendapatnya.


"kalau itu aku setuju..tapi benaran Beb, aku itu bukannya ngebelain kakak sepupu aku..serius Kak El itu pria yang baik,sebelumnya belum pernah ada wanita dekat sama dia sampai sekarang..pikiran dia hanya buat kamu doang beb..sampai aku tuh pusing dengar dia mengomongin mata biru.. mata biru terus..tapi balik sama kamu sih,aku sebagai sehabat kamu ya aku, aku mendukung setiap keputusan kamu beb..hati juga nggak bisa di paksain.." Ucap Morgan kali ini begitu serius namun hal itu membuat Devi dan Meira sedikit keheranan.


"Sejak kapan kamu sebijak ini...hah.. Kayaknya lagi kerasukan jaring setiga kamu bray..Beb.." Ucap Devi meledek..


"Giliran serius ngomong malah di ledek.. Memangnya aku nggak bisa serius.. Apa!!" Ucap Morgan kesal membuat Devi tertawa sedangkan Meira tersenyum.


"Aku milih kamu ajalah jadi pacar aku Bray.." Ledek Meira.


"Hooo jangan...aku tidak mau! Kau bisa membunuhku baby.." Pekik Morgan menolak membuat Devi kembali tertawa.


"Ayolah..jadikan aku pacar kamu Bray.. Ya.."Ucap Meira lagi.

__ADS_1


"Aku tidak mau meskipun di sewa kamu Beb,aku masih ingin hidup.." Ucap Morgan.


"Tau saja kamu..Aku tidak perduli..!" Ucap Meira.


"Menurut kamu siapa di antara mereka berdua yang tampan beb..?" Ucap Devi menanyakan ketampanan antara Elvano dan Dean.


"Aku tidak tau!" Jawab Meira.


"Ih kamu ahh..serius aku..beb..ayolah jawab..." Rengekan Devi membuat Meira melototkan matanya kearah Devi.


"Mana aku tau..kau pun aneh nanyain masalah itu.."


Tiba-tiba Meira mendengar ketukan pintu kamarnya di ketuk. "Tunggu sebentar." Meira berjalan menuju kearah pintunya lalu membukanya ternyata bibik pelayan di depan kamarnya.


"Ada apa bik?" Tanya Meira.


"Di depan ada Tuan Muda Dean dan Nona Deysa juga Nona Debora.. Nona.. Mereka Ingin menemui nona.." Ucap bibik pelayan membuateira sedikit menegang.


"Baiklah Bik..bibik beritahu kak Ray ya, mereka kemari..nanti aku turun kebawa ya bik.." Ucap Meira yang di angguki Bibik pelayan.


"Baik Non..bibik permisi.." Kali ini Meira yang menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Udah dulu ya Beb..Bray aku ada kerjaan belum aku selesaikan..!" Ucap Meira yang di pahami kedua sahabatnya lalu mereka mengahkiri teleponan itu.setelah itu, ada di Devita menghubungi Dad Gerson.


"Ya sayang.." Jawab Ayura dari sana.


"Mom..dad mana Mom..?" Ucap Meira menanyakan Daddy Gerson,Mendengar itu Ayura memberikan ponsel kearah suaminya.


"Ya Sayang..kenapa cari Dad..?" Ucap Gerson.


"Dad..anaknya Om Juandra ada disini, apa Dad yang menyuruh mereka kemari..?" Ucap Meira bertanya.


"Mereka mau mengajak kamu sama kakak kamu keluar..pergilah sayang.. Dad ijinkan kalian pergi..!' Ucap Daddy.


"Ia Dad..kalau kakak ikut,aku akan ikut.." Ucap Meira.


"Ia sayang..."

__ADS_1


"Ia Dad.." Meira mengahkiri telepon Mereka.


__ADS_2