Pesonamu

Pesonamu
11


__ADS_3

Seperti hari kemarin,Meira keluar dari kampusnya sudah sore hari.Dia melangkahkan kakinya menuju parkiran namun tiba-tiba dia mengalami bersin yang terus menerus dan kepalanya sedikit pusing,sejak di kelas tadi dia juga sudah merasa suhu badannya terasa panas.Meira mengambil ponselnya menghubungi kenzi untuk menjemputnya kesana.


Mendengar itu dengan Cepat kenzi lansung pergi, tidak lama kenzi pun datang.


"Nona.."


Kenzi terkejut melihat nonanya sedikit merengkuk tubuhnya.Kenzi pun lansung merasakan suhu tubuh Meira.


"Nona anda Demam,kita kerumah sakit sekarang." Ucap Kenzi panik mengetahui nonanya sakit.


Meira menggelengkan kepalanya menolak.


"Ngak mau kak,cepat bawa aku pulang saja." Ucap Meira lansung masuk kedalam mobil Kenzi, membuat kenzi terpaksa mengikuti kemauan nonanya. Kenzi lansung melajukan mobilnya yang diikuti 2 orang anak buahnya membawa mobil Meira dari arah belakang.


"Dia kenapa,sepertinya dia sakit..?"


Dean segera mengikuti mobil Rombongan Meira itu.sejak dia pulang kuliah tadi,Dean kembali mengintai Meira yang dia ketahui belum pulang kuliah,karena melihat mobil Meira masih terparkir di parkiran kampusnya.


Tidak lama Kenzi datang membawa Meira di parkiran.Kenzi kembali memeriksa kening Meira.


"Panas Nona semakin tinggi Nona, kita kerumah sakit saja nona.." Ucap Kenzi ingin membawa Meira kerumah sakit.


"Ngak mau kak.." jawab Meira terus menolak. Dengan terpaksa Kenzi mengikuti kemauan Meira,dia duluan keluar kemudian mengendong Tubuh Meira lalu membawanya masuk menuju keApartemenya.


"Tunggu!" Ucap pria itu yang juga baru saja sampai menghentikan langkah Kenzi. Dia sangat jeli dan juga mengetahui jika wanita dalam Gendongan Kenzi sedang sakit.


"kenapa anda tidak membawanya kerumah sakit,dia sedang mengalami Demam tinggi." seloroh pria itu membuat Kenzi terkejut,karena pria itu mengetahui kalau nonanya sedang sakit.

__ADS_1


"Maaf Tuan,adik saya fobia dengan jarum suntik,saya akan memberikan dia obat setelah ini." Jawab Kenzi. Mendengar itu, pria itu melirik kearah Meira tengah memeluk erat tubuh kenzi.


"Biarkan saya membantu anda,saya dokter." Ucapnya.


Kenzi melihat penampilan pria itu, kemudian dia menganggukan kepalanya setuju.mereka pun segera masuk kedalam menuju Apartemen Meira.


Dari kejauhan,Dean melihat kejadian itu,timbul rasa kekhuatiran di hatinya melihat Meira yang dia yakini sedang sakit saat itu.namun kemudian dia mengepalkan tangannya ,mengetahui pria yang bicara dengan kenzi adalah pria yang sama yang menatapnya semalam dengan tatapan permusuhan.


"Sial..,Siapa dia itu.?"


Dean membuka laptopnya,ingin melacak sistem keamanan Apartemen itu,namun dia kembali kesal karena Apartemen itu tidak bisa dia retas.


Akh ****.."Sial..sial.." Ucap Dean dengan memukul Stir mobilnya kemudian dia melajukan mobilnya kembali keApartemennya.


Kembali kedalam Apartemen Meira, Kenzi sudah membawa Meira kedalam kamarnya,bahkan sudah membaringkan Meira di tempat tidurnya.Pria yang tadi ikut bersama Kenzi juga ikut kedalam kamar Meira,


dia lansung memeriksa kondisi tubuh Meira dengan alat medisnya.


"Demamnya sangat tinggi,dia harus di beri infus dan di beri obat" Ucap Pria itu.


"Baik Tuan.." Ucap Kenzi menyetujui apa yang pria itu katakan.


"A..aku ngak mau..kak" Ucap Meira masih mendengar apa yang pria itu katakan.


"Nona ini demi kebaikan Nona.., saya akan menahan nona.oke" Ucapan Kenzi membuat pria itu mengeryitkan keningnya berpikir,sebenarnya ada hubungan apa antara mereka,kenapa kenzi memanggil wanita di depannya dengan sebutan nona,bukankah tadi dia mengatakan wanita itu adiknya.


namun pria itu kembali menyadarkan dirinya.

__ADS_1


"Panasmu sangat tinggi,saya akan memasangnya dengan pelan." Ucap pria itu lalu menatap Kenzi memberi perintah untuk membantunya.


Pria itu perlahan memasangkan infus yang tidak di sadari Meira sama sekali sampai selesai bahkan dia menyuntikan obat penurun panas kedalam selang infus itu.


Tidak lama Devi datang mengejutkan pria itu dan Kenzi.


"Beb..,ya ampun..,kenapa bisa sampai sakit begini..?" Ucap Devi panik mendekati sahabatnya.Devi melihat kearah kenzi dengan tatapan bertanya, siapa pria yang ada di dekatnya.Kenzi hanya memberikan isyarat dengan mengatakan nanti dia akan menjelaskan.


"Tuan terimakasih atas bantuan anda." Ucap Kenzi.


pria itu mengeluarkan tiga tablet obat lalu memberikan kearah Kenzi.


"Berikan obat ini,agar dia bisa segera sembuh." Kenzi lansung mengambilnya lalu menatap pria itu yang saat itu mengunakan masker dan juga kecamatanya.


"Terimakasih Tuan,nanti bayarannya saya transper." Ucap Kenzi membuat pria itu tersenyum kecil.


"Tidak perlu membayarnya,setelah dia bangun segera berikan obat itu,saya permisi." Ucapnya kemudian pamit keluar dari kamar Meira yang di ikuti kenzi mengantarnya sampai keluar dari Apartemen Meira.Kenzi kembali masuk kedalam lagi.


"Kak, pria tadi siapa?"tanya Devi.


"Saya tidak tau namanya nona,Dia hanya mengatakan kalau dirinya seorang dokter yang juga tinggal disini,tadi dia melihat saya membawa nona,dia pun menawarkan diri mau memeriksa kondisi nona." jelas Kenzi, mendengar itu Devi menganggukan kepalanya.


"Saya permisi nona,nanti saya kembali kesini lagi." Ucap Kenzi.


"Ia kak.." jawab Devi.


Kenzi keluar menuju Apartemennya, untuk segera membersihkan tubuhnya,sedangkan Devi lansung membuatkan bubur untuk sahabatnya.

__ADS_1


Sampainya Kenzi di dalam kamarnya,


Dia duduk di sofa lalu menghubungi Gerson mengatakan Keadaan Meira yang sekarang sedang sakit dan dia juga menceritakan semua hal-hal yang aneh menurutnya kepada Gerson.mendengar itu Ayura khuatir dengan keadaan putrinya,begitu juga Raymond. Gerson pun mengatakan jika mereka akan terbang kesana malam itu,namun sebelumnya Kenzi di suruh Gerzon membawa putrinya pergi menuju Mension milik Mereka Di Negara itu.


__ADS_2