Pesonamu

Pesonamu
103


__ADS_3

Pagi harinya mereka ahkirnya sampai di tempat tujuan mereka yaitu pulau tiga pusaran.


"Sayang bangun..,kita sudah sampai." Gerson mencium kening putrinya membuat putrinya itu mengerjapkan matanya yang masih mengantuk.Meira membuka matanya melihat Daddynya dengan tersenyum lalu menoleh kesampingnya.Meira terpesona dengan pemandangan yang dia lihat.Meira bangun lalu berjalan menuju pintu keluar.


"Wow...cantik sekali tempat ini Dad...?" Meira meneruskan langkahnya turun kebawah.


"Selamat datang Nona.." Pelayan menyambut kedatangan Meira dan Daddynya.Meira dengan Daddynya menganggukan kepala kearah mereka.


"Dad Ini keren sekali Dad,tempatnya.." Ucap Meira tersenyum senang.


"Tentu,kamu akan sepuasnya menikmati pemandangan ini..Mari kita masuk, mereka pasti sudah menunggu kita.." Ucap Gerson membawa putrinya kedalam.


"Baiklah Dad..Dad kenapa tembok Villa ini berlapis tiga..?" Tanya Meira merasa penasaran dengan desaian Villa mewah itu.


"Ini pulau istimewa sayang..Akan Daddy ceritakan nanti mengenai Pulau ini..!" Gerson mengusap kepala Meira.


"Baiklah.." Meira menikmati suasana yang dia lewati saat itu namun setelah masuk kedalam Areal dalam Vila. Meira merasakan Villa itu tidak asing baginya.


"Tunggu Dad! Aku merasa aku pernah kemari sebelumnya tapi mengenai jalur kita lewati barusan aku tidak pernah merasa melewatinya.." Ucap Meira bingung.


"Saat kamu kecil,kita pernah kesini sayang.." Ucap Gerson memberitahu Putrinya.

__ADS_1


"Bukan Dad..aku pernah kesini belum lama dad..aa ya Daddy ingat saat kalian kebingungan mencariku waktu kita di Negara B.ya aku ingat sekali aku di bawa kak El kemari Dad menemui Om Dante,Dad..." Ucap Meira masih mengingat saat itu dengan Elvano.


"Daddy tau,Kak El mengajakku kemari tapi aku tidak tau dari mana dia membawaku.Aku ingat sekali,aku sudah berada disini Dad..Kak El menutupi mataku dengan kain hitam,dan aku nggak boleh buka mata sampai dia bilang boleh Dad.." Ucap Meira menceritakan waktu dia bersama Elvano ke Pulau itu.


"Baiklah sayang..Pulau ini benar milik Om Dante kamu..Dia mengijinkan Daddy membawa kalian berlibur disini.."Ucap Gerson menjawab Ucapan putrinya.


"Dad.."


Mereka berdua menoleh kearah Raymond yang memanggil saat itu.


"Kakak..." Meira lansung berlari menuju kearah Ryamond membuat Raymond merentangkan tangannya namun Raymond salah,ternyata Meira berlari menghampiri Anelika di sampingnya lalu memeluk Anelika bukan dirinya.


"Aku kangen kakak...Iii Ponakanku.. gemoynya Perut kakak jadinya." Ucap Meira memeluk Anelika lalu memegang perut Anelika.


"Aman kak..Kalian kapan datang kemari? Kak Bobi mana..?" Ucap Yasmin lalu menanyakan kakak iparnya suami dari Anelika.


"Kak Bobi di dalam,dia masih bicara dengan Pak Baron penjaga Pulau ini.. Pulau ini baguz sekali kan dek, pemandangannya bikin betah mantai Dek.." Ucap Anelika.


"Benar kak..betahlah aku lama disini kalau begini.." Ucap Meira tertawa bersama dengan Anelika.


"Mereka kalau sudah bertemu kita di lupakan Dad.." Ucap Raymond membuat Gerson tersenyum.

__ADS_1


"Kamu sudah melakukan pekerjaanmu, Kak?" Gerson menatap putranya.


"Daddy tidak perlu khuatir,semuanya sudah siap Dad..Aku berharap kita mampu menjaga Meira,Dad.." Ucap Raymond dengan matanya menatap adiknya tengah asik mengobrol bersama kakak sepupu mereka.


"Kita pasti bisa!Ayo masuk,biarkan adikmu bersama Anelika.." Ucap Gerson melanjutkan langkahnya masuk kedalam bersama putranya.


"Mommy tidak kemari?" Ucap Raymond


"Mommy sedang dalam perjalanan menuju kemari.." Ucap Gerson.


"Mommy tau masalah ini Dad?" Ucap Raymond.


"Dad sudah memberitahu Mommy kalian,itulah sebabnya Mommy bersikeras ingin kemari.." Raymond menatap wajah Daddynya dengan lekat.


"Ada yang Daddy sembunyikan dariku?" Ucap Raymond.


"Tidak ada,Daddy hanya menghuatirkan Om Dante kamu..Dia sudah banyak membantu Daddy selama ini,tapi Daddy tidak bisa membantunya saat mereka mengalami masalah ini.Kau tau bahkan 1000 anak buah Daddy kerahkan membantunya tidak akan bisa membantu mengalahkan musuh mereka. Dunia mereka penuh mantra yang dalam sekejap bisa melenyapkan kita.Daddy tidak ingin kehilangan sahabat Daddy." Wajah Gerson berubah menjadi sedih dan bingung saat itu.


"Aku memahami kekhuatiran Daddy.. Kita harus bisa melindung Meira maka semua mungkin akan Baik-baik saja Dad..?" Ucap Raymond mengusap bahu Daddynya.


"Bagaimana kalau Meira tau,mengenai Elvano..?Dad tidak tau bagaimana dia reaksinya..!" Ucap Gerson.

__ADS_1


"Untuk saat ini jangan sampai dia mengetahui semua ini Dad..Aku takut, Meira cukup nekat.." Ucap Raymond.


"Daddy sangat tau betul mengenai itu.." Ucap Gerson lalu mereka masuk keruangan peralatan komputer milik Dante.


__ADS_2