Pesonamu

Pesonamu
100


__ADS_3

"Stefan Rodolt bagian dari Vampir mata hitam,mereka mengunakan mantra jahat sedangkan kami,kami dari bagian Alexansky,Vampir bermata cokelat yang ingin memusnahkan mereka sejak ribuan tahun yang lalu karena Mereka selalu ingin memusnahkan kami dan seluruh manusia di bumi Alexansky ini agar mereka berkuasa.kau mau bertanya kenapa mereka muncul kembali setelah ribuan tahun menghilang? Itu karena Mereka ingin menemukan manusia yang sudah terpilih yang tertulis dalam buku mantra Suci untuk di jadikan tumbal menghidupkan Mantra Keabadian namun mantra itu jika salah di gunakan akibatnya akan membuat kami menjadi Jahat bahkan tidak bisa kami bayangkan.." Ucap Elvano memberitahu mereka berdua membuat Dean terkejut mendengar apa yang Elvano katakan padanya.saat itu Elvano kembali membawanya Dean masuk kedalam.Sampai di dalam mereka bertiga terdiam duduk membisu.


"Mengenai kau menyuruh selalu memantau Meira,apa itu ada kaitannya dengan kalian?" Ucap Dean setelah beberapa menit sebelumnya terdiam.


"Hmm,Ia..Aku bukan hanya meminta bantuanmu melainkan jaga dan lindungi dia.Jangan katakan dengan siapa pun bahkan Meira mengenai siapa aku.!" Elvano menatap Dean untuk meminta Dean menepati permintaannya.


"Apa yang sebenarnya akan terjadi?" Ucap Dean kembali bertanya dan tidak menanggapi permintaan Elvano.


"Ini masalah kami..kalian tidak perlu harus tau!" Ucap Elvano


"Tapi masalah kalian berkaitan dengan keselamatan Meira,bagaimana aku tidak boleh tau..ceritakan padaku,biar aku tau dan mencari cara melindungi Meira." Ucap Dean meminta Elvano menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Aku berjanji padamu,Aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun mengenai ini.."lanjut Dean meyakinkan Elvano yang saat itu menatap Dean dan Davin bergantian.


"Rodolt sudah lama menantikan Waktu Ini,Bulan purnama merah.malam itu malam akan terbukanya kekuatan yang sangat kuat di bangsa vampir tapi untuk bisa mendapatkan kekuatan mantra itu kami harus mengorbankan darah suci dari anak manusia yang terpilih.Rodolt sangat berambisi menginginkan kekuatan itu tapi tidak dengan kami, karena kami tidak akan pernah mau melakukan hal yang sangat kejam itu seperti Rodolt.."Elvano menjeda ucapannya menarik napasnya lalu membuangnya.


"Aku baru juga mengetahui dari papaku, kalau Meira'lah manusia yang terpilih itu..!" Ucap Elvano mengejutkan Dean dan Davin.

__ADS_1


"Me..Meira...???" Ucap Dean dalam keterkejutannya.


"Ia..Meira'lah yang memiliki Darah suci itu."Ucap Elvano meyakinkan Dean.


"Bagaimana mungkin!,bagaimana kalian bisa tau kalau dialah yang di terpilih itu..?" Tanya Dean belum percaya.


"Ada sebuah tempat yang menyimpan benda suci leluhur kami.tempat itu sudah lama di segel lelulur kami tidak bisa terbuka selama ribuan tahun lalu. pada saat itu,Meira kecil liburan bersama Om Gerson kesana,dia terluka jarinya dan darahnya tidak sengaja menetes kearah dinding itu yang tidak lama darah itu merubah tembok tersebut menjadi sebuah pintu ruangan tembus pandang.awalnya Papa tidak memberitahu masalah itu dengan Om Gerson tapi karena rasa takutnya merahasiakan lama-lama rahasia itu ahkirnya papa jujur memberitahu Om Gerson.tempat itu tersimpan sebuah benda suci yang nanti bila di satukan dengan darah suci bisa menyatukan kekuatan sangat besar dan tidak bisa di kalahkan siapa pun dari semua bangsa Vampir.kami tidak mau hal itu terjadi karena itu Papa membiarkan ruangan itu tersegel sampai sekarang."


Dean sangat terkejut membuat dia terpaku diam lagi setelah mendengar penjelasan Elvano.


"Apa kalian sudah memiliki rencana untuk mencegahnya atau pun menghentikan mereka..?" Ucap Dean.


"Kalian tidak bisa menemukan kelemahannya..?"Ucap Dean.


"Dia terlahir dari kegelapan, kemungkinan sulit mencari kelemahannya..tapi.." Elvano menjeda Ucapannya membuat Dean menatapnya dengan serius.


"Tapi Apa..?"Tanya Dean menginginkan kelanjutan Ucapan Elvano.

__ADS_1


"Papa mengatakan,Satu cara yang besar kemungkinan bisa menhancurkan dia dan menyelamatkan semuanya. Keturunan ketujuh Alexansky harus melakukan pengorbanan diri dengan meminum darah suci yang terpilih itu barulah bisa menghancurkan Rodolf. Kau tau maksudku??" Ucap Elvano menjelaskan dengan Dean membuat Dean benar- benar semakin bingung dan bercampur aduk dia rasakan saat itu.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu, kau tau aku sangat mencintai Meira lebih dari segala apapun di dunia ini. Aku tidak akan pernah mau mengorbankan hidupnya demi kami. Kau sudah tau segalanya,Aku akan mengiklaskan Meira menjadi milikmu kalau kau benar-benar mampu menyelamatkan dia pada saat itu tiba. Pergilah kepulau pusaran Tiga,Meira akan di berikan segel mantra disana.Om Gerson pasti akan membawa Meira kesana dalam berapa hari ini." Ucap Elvano memberitahu Dean mengenai rencana untuk melindungi Meira.


"Pulau tiga pusaran?Tunggu! bukankah itu pulau milik Opa Andreu..yang di berikan dengan..?"


"Itu memang benar,Tuan Andreu memberikan pulau itu kepada papaku.. lebih tepatnya,papaku yang menginginkan pulau itu." Ucap Elvano memotong ucapan Davin.


"Kenapa kalian menempatkan Meira disana..?" Tanya Dean penasaran.


"Karena pulau itulah tempat yang teraman saat nantinya tiba,hanya saja Kau harus mengingatkan Meira jangan pernah melewati segel mantra yang sudah di buat disana..Aku berharap kau membantuku memberikan penjelasan dengan Meira." Ucapnya Elvano lagi menatap Dean.


"Jika itu menyangkut Miera,aku akan melakukan apapun bahkan nyawaku jadi taruhannya.kau fokus saja mencari cara melenyapkan dia sedangkan aku akan berusaha melindungi Meira dengan kekuatanku." Ucap Dean yang mendapat tatapan dari Elvano.


"Raymond terlahir dari Ibu yang sama, apa dia tidak memiliki darah suci juga..?" Ucap Davin.


"Dia tidak memilikinya,hanya Meira terpilih memiliki darah suci.Aku tidak tau kenapa Meira yang terpilih bukan orang lain.." Jawab Elvano juga tidak tau bagaimana Meira yang terpilih.

__ADS_1


"Kau sudah mau memberitahu kami, terimakasih.Aku akan melakukan sekuat apapun melindungi Meira.kami pergi dulu.." Ucap Dean Bangun yang di ikuti Davin bangun.


"Aku tidak yakin kau benar-benar merelakan Meira menjadi milikku tapi aku akan bersiang sehat." Ucap Dean menaikan alisnya melihat kearah Elvano lalu dia pergi dari sana.


__ADS_2