Pesonamu

Pesonamu
102


__ADS_3

Dean dan Davin kembali menuju Apartemen namun di perempat jalan, Dean tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka.


"Ada apa?"Tanya Davin.


"Bukakah itu Stefan,kenapa dia disini..?" Ucap Dean lalu keluar yang lansung di ikuti Davin juga ikut keluar.Mereka berdua mendekati mobil Stefan tapi sedikit bingung melihat mobil itu terbuka kacanya namun Stefan tidak ada di dalam.


"Kemana dia?dia tidak ada disini kak.." Ucap Davin.


"Kita harus mencarinya,dia pasti mencari sesuatu di sekitar sini.." Dean lansung berjalan melihat kedepan ada sebuah taman disana.Dean pergi kesana yang di ikuti Davin lalu mereka berpencar masuk kedalam.mereka berdua sama- sama belum menemukan jejak Stefan disana.Davin menghampiri Dean kearah kiri untuk memberitahu kalau dirinya tidak juga menemukan apa mereka cari.


"Kak.."Dean lansung meletakan telunjuknya di tengah bibirnya agar Davin tidak bersuara.


"Bukankah Itu stefan dan itu Morgan?Dia sepertinya memperhatikan Morgan..!"Ucap Dean.


"Ia..pria itu Morgan temannya Meira.. Tapi buat apa Morgan disini?" Ucap Davin bingung.


"Kau lihat,Stefan sepertinya ingin melakukan sesuatu dengan Morgan kita harus mencegahnya." Ucap Dean mencari sesuatu di tanah.


"Kau mencari apa kak?" Tanya Davin.


"Bantu aku mencari kayu.." Ucap Dean yang lansung di bantu Davin.

__ADS_1


"Ini kak.." Davin memberikan anak ranting kayu kearah Dean yang saat itu Dean lansung mengayunkan ranting kayu yang tepat mengenai tangan Stefan.Dean dan Davin pun lansung bersembunyi di arah bunga yang rimbun.


"Sialan..siapa yang mengagalkan rencanaku! Mau mencari mati orang ini..!" Kesalnya menghilang dari tempat itu lalu muncul di tempat Dean dan Davin berada tadi. Stefan mencari siapa yang berani melemparinya dengan ranting kayu barusan.


"Bagaimana ini,dia mendekati kita.." bisik Davin ketakutan.


"Diamlah,kau pakai minyak ini..Elvano memberikan ini agar mereka tidak bisa mengenali kita sebagai manusia.." Ucap Dean memberikan minyak itu dengan Davin lalu mereka berdua sama-sama mengusap ketubuh.tidak lama mereka berdua merasa kalau mereka lansung menghilang saat itu.


"Tadi aku mencium darah manusia disini tapi sekarang tidak ada.berani sekali mengerjaiku..Awas saja..!" kesal Stefan tidak menyadari kalau di dekatnya Dean dan Davin tengah duduk di dalam rimbunan bunga.Stefan pergi dari sana menuju jalur kiri untuk mencari lagi siapa sudah melemparinya.


"Lebih baik kita pergi dari sini kak, sebelum dia menemui kita disini.." Ucap Davin.


"Baiklah..tapi aku ingin memastikan Apa yang di lakukan Morgan disini?" Ucap Dean lalu berjalan mendap-mendap di ikuti Davin menemui Morgan.


"Kau!! Kenapa kalian disini?" Morgan balik bertanya dengan Dean.


"Kami tidak sengaja melihat Stefan menghentikan mobilnya disini,kau tau! Dia ingin melakukan sesuatu dengan kau tadi,untungnya aku segera menghentikannya." Ucap Dean membuat Morgan terkejut.


"Stefan? Pria yang mengikuti Meira itu..?" Ucap Morgan.


"Memang kau tidak tau namanya Stefan..?" Ucap Davin ikut bicara.

__ADS_1


"Aku bukan tidak tau tapi tidak mengerti kenapa dia bisa mengikuti aku kemari.. Aku kemari ingin bertemu dengan temanku tapi dia tidak jadi kemari.." Ucap Morgan mengatakan dengan Dean dan Davin kenapa dia berada disana.


"Apa mungkin ini ulah Stefan yang menyamar jadi teman kau? Bisa jadikan?"Ucap Davin lagi.Seketika itu Morgan berpikir mengenai ucapan Davin.


"Sialan..Kalau benar dia melakukan ini padaku,bedebah!!..tapi kalian lihat,ini nomor temanku,dia mengirim pesan ini untukku" Morgan memperlihatkan pesan temannya kearah Dean dengan Davin.


"Sial...Aku harus segera menemukan temanku,Stefan pasti sudah melakukan sesuatu dengan dia.." Morgan lansung berlari menuju kearah parkiran mobilnya. Dean dan Davin juga mengejar Morgan menuju mobil mereka lalu mereka mengikuti mobil Morgan pergi dari sana.


Benaran dugaan Dean dan Davin,teman Morgan tidak ada di Apartemennya. Melihat itu Morgan sangat marah,dia pun menghilang mencari keberadaan Temannya sedangkan Dean dan Davin melajukan mobil menuju tempat yang Morgan beritahu dengan mereka.


"Eros..."Morgan terkejut melihat temannya sudah terkapar di tanah bahkan tidak bernyawa lagi.Sepertinya stefan sudah menghisap semua Jiwa Eros.Morgan sedih sekali saat itu melihat temannya sudah tiada.


"Bedebah,sialan kau Stefan..!!triak Morgan menahan tubuh Eros.


"Morgan.."Panggil Dean mendekati Morgan tengah menangis.


"Dia kenapa?" Tanya Davin.


"Dia tidak bisa aku tolong lagi,Stefan pasti sudah menghisap jiwanya. STEFAN! Aku pastikan akan membalas perbuatan kau sialan..." Ucap Morgan sangat marah saat itu.semantara Dean dan Davin saling pandang.


"Kami pasti akan membantu kalian, bagaimana mengenai teman kamu ini?" Ucap Dean.

__ADS_1


"Aku akan membawanya ketempat pembakaran..Eros mata-mata kami,aku tidak percaya Stefan mengetahui ini..Aku akan membunuh sialan itu.." Geram Morgan kemudian menarik tubuh Eros lalu dia melihat kearah Dean.


"Kalian pulanglah.." Setelah itu Morgan mengilang membawa mayat Eros masuk kedalam Mobilnya sedangkan Dean dan Davin pergi dari sana dengan mobil mereka.


__ADS_2