Pesonamu

Pesonamu
29


__ADS_3

Saat ini Morgan tengah menunggu kedua sahabatnya keluar dari kampus mereka di parkiran.tidak lama mereka keluar bersama dengan melambaikan tangan mereka kearah Morgan tengah berdiri di samping mobilnya, mereka berdua sampai di dekat Morgan lalu segera masuk kedalam mobil.


"Bray Gimana sih ceritanya,kenapa bisa kakak sepupu kamu tiba-tiba keApartemen kamu?." Meira baru masuk kedalam mobil lansung menanyakan Morgan mengenai masalah tadi.


"Ia...kenapa bisa mendadak gitu sih?" Ucap Devi ikut bicara juga.


"Nanti aku ceritakan,kita pergi dulu. Aku sudah kelaparan ini menunggu kalian." jawabnya lalu melajukan mobilnya menuju tempat Cafe yang biasa mereka jadikan tempat tongkrongan.


"Halah lapar perut kau kah,atau senjata kau yang lapar?" celetuk Meira.


"Tentu saja perut akulah,kalau soal senjataku.he..Aku memang pengen mencari mangsa rasanya ini.." Plak.. kepala Morgan lansung Devi peletuk pakai kaca matanya.


"Sakit Bodoh!"Risau Morgan mengusap kepalanya.


"Dasar buaya darat,kalau aku jadi wanita yang kau sukai,saat aku tau kau suka main celap celup sana sini, ngak sudi aku menerima kau biar matian kau ngincarin aku.Ck." ucap Devi.


"Sayangnya bukan kamu,kalau kamu pun aku tidak sudi suka sama kamu wanita simata duitan." ucap Morgan menjulurkan lidahnya kearah Devi membuat Devi menjadi kesal.


"Diamlah!" Ucap Meira yang saat itu memejamkan matanya,mereka berdua lansung diam seketika itu mendengar ucapan dingin Meira.

__ADS_1


"Beb sepupu Morgan yang mana sih itu,apa kita pernah lihat?" Bisik Devi membuat Meira membuka matanya.


"Kalian belum pernah melihat dia sama sekali.dia itu sangat berbeda dari kami lainnya.entah dirasuki apa dia bisa aneh seperti tadi." Ucap Morgan membuat Meira dan Devi saling pandang lalu mengangkat bahu mereka masing-masing tidak mengerti ucapan Morgan barusan.


Tidak lama mereka sampai disana, kemudian lansung masuk menuju Outdoor Cafe itu dan duduk disana. Mereka lansung memesan makanan saat itu.


"Ceritakan sekarang!" pinta Meira.


Morgan melihat kearah Meira dan Devi secara bergantian.


"Ayolah aku mau dengar.." Ucap Devi juga menyuruh Morgan segera menceritakannya.


"Kenapa sampai keceplosan begitu, kau ini benar-benar ya.." Geram Meira dan Devi kembali memukuli Morgan.


"Aku minta maaf,aku ngak sengaja." Ucap Morgan mengusap kepalanya sakit di pukuli Meira sama Devi barusan.


"Sekarang ceritakan cepat dari awal." Ucap Meira.


"Ia...jadi gini.saat aku mau masuk kampus,aku dapat pesan langka dari kakak sepupu aku.dia menyuruhku keApartemennya sudah selesai urusanku,ya aku iakan..selepas aku dari kampus aku pergilah kesana, sampai disana juga aku lansung menanyakan maksud dia membawaku bertemu.Kalian mau tau apa yang dia tanyakan??" Meira dan Devi menggelengkan kepala mereka kalau mereka tidak mengetahuinya.

__ADS_1


"Apa!!" tanya Meira dan Devi bersamaan.


"Dia nanyain kalian berdua sama aku. Siapa kalian sebenarnya"Jawab Morgan membuat Meira dan Devi sama-sama melototkan mata, terkejut mendengar ucapan Morgan.


"Nanyain kami!,kenapa dia bisa nanyain kami berdua? Bukannya dia ngak pernah lihat kami berdua kan!" Tanya Meira bingung.


"Ia Bray..apa yang Meira bilang benar,kenapa dia bisa tiba-tiba nanyain kami..?" Ucap Devi juga.


"Itulah yang membuat aku terkejut, tapi aku berpikir lagi,tidak susahlah untuk kakak sepupuku itu mencari tau soal kalian.Lalu Aku ceritain kan' sama dia gimana kali pertama kita bertemu lalu berteman.nah saat itulah aku ngak sengaja keceplosan bilang nama panjang kalian sama dia.Dia lansung tu Nanyain aku kenapa dia sebelumnya nyari tau identitas kalian tidak ada nemuin ujung nama kalian menggunakan BM sama F ?, ya aku jawabkan' kalau aku ngak tau tulisan ujung nama kalian itu Apa artinya, karena kita berteman tidak boleh mencampuri urusan pribadi,begitu. Beruntungnya dia percaya"Ucap Morgan kemudian lansung meminum minumannya yang baru saja di antar pelayan di depan mereka.karena sejak tadi dia sudah kehausan.


"Udah itu tu dia bilang mau keApartemen aku,yang bikin aku terkejut trus lansung chat kalian.." lanjut Morgan lagi.


"Ndak..gini.aku tuh masih heran deh. Kenapa dia nanyain kami berdua tiba-tiba gitu..?udah itu dia sebelumnya pernah nyariin identitas kami..ya maksudnya untuk apa coba?" Ucap Meira masih merasa janggal.


"Kamu benar beb,aku juga merasa ada kejanggalan deh sama tu kakak sepupu buaya." ucap Devi.


"Mana aku tau.Mungkin saja kalian pernah berurusan dengan Dia,Dia kan' satu Apartemen sama kita." ucap Morgan.


"What!!"Pekik Meira dan Devi terkejut mengetahui kakak sepupunya Morgan ternyata Satu gedung Apartemen dengan mereka tinggalnya.

__ADS_1


__ADS_2