
Dean sampai di Apartemennya lagi.
"Kak,kau dari mana?" tanya Davin yang saat itu menonton di ruangan tv.
"Membelikan Sesuatu."jawab Dean kemudian lansung kekamarnya,duduk diatas tempat tidurnya.
"Kemana Wanita itu pergi ya?,aku merasa sangat penasaran kepergian mereka."
Dean menelentangkan tubuhnya berbaring di tempat tidur dengan menutup matanya.
"Besok saja aku akan menyidikinya lagi." Gumannya bangun pergi menuju ruang gantinya,setelah itu duduk mengerjakan lagi tugasnnya.
***
"Bagaimana keadaan putrimu Bro, Kau bilang dia sedang sakit?" tanya Dante.
Mendengar itu,Gerson berjalan kearah sofa lalu duduk disana,yang
Kemudian di ikuti Dante dan juga Raymond.
"Putriku sudah baik-baik saja." Jawabnya.
"Syukurlah kalau begitu.selain menemuiku,apa yang kau lakukan disini,kau tidak akan punya waktu sebanyak ini kalau hanya menemuiku saja Bro?" Ucap Dante menebak kedatangan sahabatnya keNegaranya.Gerson belum menjawab namun dia mengeluarkan bungkusan Obat yang dia ambil tadi lalu memberikan kepada Dante.Dante menerimanya dan melihat bungkusan obat itu dengan menelitinya. Dante kembali menatap Gerson dengan tatapan pertanyaan.
"Ini hanya diproduksi untuk keluargaku saja.Bagaimana bisa ada padamu bro?" Dante mengangkat bungkusan obat itu kedepan Gerson.
"Putramu tidak menyadari,dia sudah merawat putriku Dante." Ucap Gerson membuat Dante sedikit terkejut.
"Maksudmu?,Aku tidak mengerti."Ucap Dante namun kemudian dia menangkap maksud Ucapan sahabatnya.
"Owh tungu-tunggu!,kau mau mengatakan kalau Putrimu itu berada di Negaraku ini Bro,Begitu?" tanya Dante untuk memastikan apa yang dia pikirkan.
"Bisa aku katakan ia.."jawab Gerson tersenyum yang kemudian membuat Dante ikut tersenyum.
"Kau menyembunyikannya melebihan Berlian Bro." Ucap Dante.
__ADS_1
"Tentu saja.Karena dia sangat berharga dalam hidupku." jawab Gerson dengan meneguk minumannya.
"Aku akui usahamu sangatlah sempurna,namun yang pastinya Kau membuat putraku tidak bisa berkutik Gerson.Aku akui juga putrimu memang sangat cantik,membuat putra kecilku dulu,yap sampai sekarang mencarinya.namun sesuai perjanjian kita aku akan tetap menyembunyikan putrimu darinya."
Ucap Dante ikut meminum minuman di gelas yang sama dengan Gerson.
"Apa maksudnya ini Dad..?" tanya Raymond belum mengerti pembicaraan Daddynya dan Unclenya.Gerson kembali meneguk minumannya kemudian menatap kearah putranya.
"Dua bocah yang selalu memberikan adikmu hadiah itu,mereka berdua adalah putranya Juandra gilbert dan Uncle Dante mu ini son." jelas Gerson membuat Raymond terkejut.
"Jadi..."
Raymomd tidak melanjutkan ucapannya.
"Itu kebenarannya son." Ucap Gerson lagi.
"Itu memang benar Ray..,Putra Uncle memang salah satunya." sambung Dante tersenyum.
"Bagaimana mungkin adikku di perebutkan..?" Ucap Raymond membuat Dante dan Gerson tersenyum kembali mengingat kejadian mereka dulu.
"Sialan kau Bray.." Ucap Gerson kesal sahabatnya membongkar masalalunya mendapatkan istrinya kepada putranya.
"Daddy tidak pernah mau menceritakan masalalunya Uncle.." Ucap Raymond.
"Tentu saja dia tidak mau,Karena dia malu dengan kelakuannya.." Dante lansung tertawa seketika kembali mengingat perjuangan sahabatnya mendapatkan istrinya yang saat itu bersaing dengan sepupunya.
"Kau tidak perlu tau son,itu masalalu daddy." Ucap Gerson tidak ingin putranya mengetahui perjalanan dirinya mendapatkan mommy mereka.
"Tapi sepertinya menarik kisah dad?" Ray menaik turunkan alisnya mengoda daddynya,membuat Dante semakin tertawa.
"Tertawalah sepuasmu Bray,apa kau tidak merasa bersalah merebut istri orang,tindakan baikkah Itu???" serkah Gerson.
Glep!Seketika itu Dante lansung menghentikan tawanya,sedangkan di samping mereka,Raymond semakin penasaran dengan kisah percintaan kedua pria yang sudah tidak muda lagi itu.
"Apa!?,Uncle merebut istri orang.? Kalian membuatku semakin penasaran dad." Ucap Raymond terkejut.Dante menatap tajam kearah Gerson,sedangkan Gerson tersenyum lalu tertawa.kini giliran Gerson yang tertawa.
__ADS_1
"Apa kau sudah kalah bray...?" ucap Gerson dalam tawanya.
"Sialan kau!!" Kesal Dante.
"Jangan meracuni otak Putramu,Lagi pula kau pun tau alasanku merebutnya dari suaminya,yang pasti judulnya istri orang yang perawan." Ucap Dante membanggakan dirinya.
"Baik..baiklah.." Ucap Gerson masih tertawa.
"Ray...itulah kami,kegilaan kami dulu jangan kau ikuti." Ucap Daddynya.
"Kalian membuatku semakin penasaran Dad..?" ucap Raymond.
"Tidak perlu kau tau masalalu kami Ray,itu kami anggap akan menjadi pengingat untuk daddy dan Unclemu.
intinya memperjuangkan cinta sebenarnya tidaklah mudah,dengan uang pun kau tidak akan bisa mendapatkannya kalau tidak tampa ketulusan hatimu.sedikit pesan dari Uncle" Ucap Dante menepuk bahu Raymond.
"Baik Uncle,terimakasih pesanmu bagusmu.Aku mau mengetahui Putramu Uncle..sedikit mengerjainya suatu saat tidaklah salah bukan..!" Ucap Raymond dengan pikiran liciknya.
Dante menganggukan kepalanya,
menyetujui permintaan Raymond.
"Dia tidak mudah bisa kau tipu Ray,
jadi jika kau mau,gunakan akalmu yang membuatnya ya..sedikit percaya." Ucap Dante memberi sedikit tentang sifat putranya.
"Tentu saja,lagi pula dia belum pernah bertemu denganku,setelah kami dewasa bukan!,itu akan mempermudah rencanaku,begitu juga dengan putranya Om juandra." ucap Raymond menyeringai.
Mendengar itu Gerson dan Dante saling pandang dan kemudian sama-sama tersenyum.
"Lalukan sesukamu Son,tapi setelah mereka mengetahui kalau Adikmu berada disini,bahkan di dekat mereka." Ucap Gerson.
"Tentu saja dad."
Malam itu,mereka bertiga masih mengobrol hingga subuh,barulah mereka kembali kemension mereka.
__ADS_1