Pesonamu

Pesonamu
28


__ADS_3

"Aku harus segera memberitahu Meira sama Devi"Guman Morgan kemudian mengirim pesan di Group mereka.


"Beb Gawat darurat sepupu Aku yang aku cerita dulu,aku bilang balok Kayu mau melihat Apatemenku,entah angin apa dia mau kesana please kasi solusi."


Meira dan Devi yang melihat pesan Morgan disana mengernyitkan kening mereka kemudian baru memahami pesan yang Morgan katakan.Meira lansung memberitahu Morgan untuk menyuruh Kak kenzi menyimpan semua Foto mereka.Morgan lansung menghubungi Kenzi mengatakan semua apa yang Dia suruh kepada Kenzi.beruntungnya Kenzi tengah berada di Apartemennya,Dia Segera menuju kelantai 49 menuju Apartemen Morgan lalu segera mengemas semua foto yang ada foto Meira disana.


Morgan keluar dari ruangan itu menuju ruangan Tamu,menunggu Elvano selesai dengan Acara mandinya.tidak lama Elvano keluar dari kamarnya.


"Kak untuk apa kau mau keApartemenku.?" tanya Morgan.


"Aku mau memakai sesuatu disana.." jawabnya kemudian lansung menuju kearah pintu keluar Apartemennya.


"Kak sekarang kau mau kesana!!" ucap Morgan bertanya.


"Ia.kenapa?" tanya Elvano.


"Tidak,tidak.aku bertanya saja,


ayolah." Ucap Morgan kemudian berjalan bersama dengan Elvano Menuju Apartemennya.


Aku harap Kenzi sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Guman Morgan dalam hatinya. Saat ini mereka sampai di Apartemen Morgan,mereka berdua lansung masuk.sampai di dalam,Morgan menarik napas leganya karena Kenzi sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Kak kau mencari Apa..?" tanya Morgan lagi.Elvano tidak menjawab dia terus berjalan menuju kearah Gudang, membuat Morgan melototkan matanya berpikir jangan-jangan Kenzi tadi menyimpan foto mereka di dalam gudang. Morgan lansung segera menyusul Elvano masuk kesana.

__ADS_1


"Kak..."


"Aku menemukannya." Ucap Elvano yang ternyata dia mengambil sebuah Kotak berisikan sesuatu miliknya.


"Aku mencari ini" Tunjuk Elvano kearah Morgan.saat itu morgan terkejut tapi bukan terkejut karena barang yang Elvano Ambil melainkan kotak berisikan Fotonya bersama Meira sedikit terbuka.


"Ayo kak.." Morgan menarik Elvano keluar dari gudang itu.


Ais" Kau ini kak,kira aku apa kau cari." Ucap Morgan.


"Kenapa kau begitu panik aku masuk kesana hah..!" Tanya Elvano curiga.


"Tidak...,aku tidak mau kau melihat banyak bungkusan bekasku main disana.sudahlah. Nanti aku suruh bibik membersihkan semuanya." Ucap Morgan Asal.


Plak..Elvano lansung memukul kuat kepala Morgan dengan kotak yang di bawa barusan.


"Berhentilah bermain dengan ******-****** itu lagi.Atau kau mau aku lempar jauh-jauh dari Negara ini." Ucap Elvano mengamcam kemudian kembali memukuli kepala Morgan berulang kali.


Aukh.."Bangsat kau kak.ya aku akan memikirkannya."triak Morgan.


"Apa kau bilang,memikirkannya!!" Elvano kembali memukuli Morgan kali ini dengan tangannya sampai Morgan kesakitan lagi.


"Stop kak.jangan lagi.oke..oke aku akan berhenti.beri aku waktu.tidak mudah untuk aku menghilangkan kebiasaanku kak.itu sungguh masih sulit.kau pikir aku mau! Semua karena Renata bangsat.cewek sialan!!" Ucap Morgan kesal kembali mengingat Mantan kekasih yang dia cintai dulu namun sekarang dia sangat membencinya.


"Jangan menyalahkan orang lain, seharusnya kau memperbaiki diri bukan malah sebaliknya.Aku pulang!" ucap Elvano kemudian pergi dari Apartemen Morgan.

__ADS_1


"Sial..sial.." ucap Morgan kesal menahan ujung bibirnya terluka karena bekas pukulan kakak sepupunya itu.Morgan berjalan menuju Sofanya ingin mengobati lukanya.


"Tuan Muda."


Yakkkk." Bangsat kau Kenzi!!!" Ucap Morgan sampai terjatuh dari tempat duduknya karena terkejut melihat Kenzi yang ternyata masih berada di Apartemennya saat itu.


"Maafkan saya Tuan muda." Ucap Kenzi.


"Benaran sialan kalian.Kau rapikan kembali foto tadi di kamarku saja." Ucap Morgan yang di angguki Kenzi kemudian mengambil lagi foto tadi lalu menyimpannya kedalam kamar Morgan.


"Sudah selesai Tuan muda,kalau begitu saya Permisi." Ucap Kenzi yang hanya di acungkan Morgan jarinya mengusir Kenzi. Tidak lama Ponsel Morgan berdering.


"Gio Aku kangen sama kamu.."


"Kau bisa bermain dengan yang lain!" jawabnya kepada wanita itu.


"Ngak mau!,Aku mau milikmu masuk." Ucap wanita itu manja.tampa di sangka wanita itu, Morgan malah mematikan telepon wanita yang biasa bermain dengannya. Wanita itu menyumpah serapah Morgan karena menolaknya.


Hais..."Diamlah kau,tidak bisa mendengar sedikit saja soal itu.bangsat kau!!" kesal Morgan karena senjata berdiri membuat Morgan menjadi semakin risau. Morgan bangun lalu segera menuju kamar mandinya,ingin segera menidurkan senjatanya lagi.


"Bangsaaaaat kau Renata!!!!!!!" pekik Morgan saat sudah mengeluarkan cairannya.


Dulu Morgan tidak seperti itu. Hal itu bermula karena suatu kejadian,saat ketika dia ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya untuk 1 tahun hubungan mereka,tapi dia malah di kejutan dengan melihat Renata kekasihnya tengah asik bercinta dengan selingkuhannya di dalam kamar Apartemennya.


Padahal masa itu mereka masih duduk di bangku SMA.Morgan sangat marah,dan saat itu dia lansung menyiksa Renata dan membunuh pria itu juga. Yang ahkirnya melibatkan Elvano yang mengurus masalah dirinya dan menutupi kasus itu.sejak itulah Morgan berubah menganggap semua wanita sama seperti Renata.

__ADS_1


dia mulai bermain dengan wanita -wanita di luaran sana.Dua bulan kemudian setelah kejadian itu,Renata datang menemui Orangtua Morgan ingin meminta pertanggung jawaban Morgan Atas kehamilannya,namun orangtua morgan tidak percaya dengan ucapan Renata.mereka pun lansung mengusut tuntas semua kasus itu sampai kebenarannya terungkap kalau renata hanya menuduh Morgan saja. Keluarga wanita itu lansung mereka usir dari Negara itu bahkan mereka tidak bisa lagi kembali Kenegara itu selamanya.


__ADS_2