Pesonamu

Pesonamu
65


__ADS_3

Subuh malam itu.


Gerson tiba di bandara Negara B bersama istri dan kedua anaknya. Mereka keluar dari pesawat pribadi mereka lalu berlanjut masuk kedalam Helikopter yang akan membawa mereka lansung menuju kedimanan Geril, Orangtua Ayura.


Berapa belas menit mengudara,mereka mendarat di halaman belakang rumah utama Geril.Gerson membantu Istri dan putrinya turun dari dalam Helikopter itu yang di ikut Raymond,putranya.


"Cucu Nenek....." Triak Mita sembari berjalan mendekati Meira.


"Nenek..." Meira lansung memeluk erat tubuh mita yang di lihat Geril tersenyum sambil berjalan mendekati mereka juga.


"Kakek...Aku merindukanmu.." Raymond memeluk erat tubuh Geril.


"Hem..cucuku yang tampan..kau semakin besar.." Ucap Geril menepuk belakang Raymond.


"Tentu saja..Aku fotokopy Daddy.." Jawabnya membuat Geril tertawa begitu juga Gerson dan Ayura jika Mita.


"Lihat cucu perempuan kita..dia semakin Cantik suamiku..." Ucap Mita.


"Kemarilah..kakek merindukan kamu sayang.." Ucap Geril.Meira mendekati Geril lalu lansung memeluk tubuh kakeknya itu.


"Hoho...Cucuku yang paling cantik sedunia..kau bertambah besar saja sayang..kakek sampai ingin muda kembali melihat kecantikanmu.." Ucap Geril membuat semua tertawa.


"Baiklah kek,kalau begitu mudalah kembali..dan jadilah pacarku..!" Ucap Meira kembali membuat mereka semua tertawa.


"Baiklah..Ayo kita masuk dulu,udaranya cukup dingin.." Geril merangkul Meira dan Raymond ingin beranjak dari sana.


"Papa jahat..." pekik Ayura menghentikan langkah mereka bertiga.


"Kenapa bicara seperti itu..?" Tanya Geril.


"Papa melupakanku..aku kan juga merindukan papa...!" Ucap Ayura seperti anak kecil menghentakan kakinya membuat Geril tertawa lepas.


"Lihat Mommy kalian..dia tidak menyadari umurnya sekarang berapa.. Dia memang sangat cemburuan.." ucap Geril tertawa.membuat semuanya juga ikut tertawa.


"Ih papa...jangan menuduhku begitu,..." Ucap Ayura kesal.


Geril melepaskan rangkulan dari cucu-cucunya lalu berjalan mendekati Ayura.


"Kamu memang putriku..." Ucap Geril memeluk erat tubuh ayura begitu juga ayura balas memeluk tubuh papanya.


"Aku mau kamu selalu sehat papa.." Ucap Ayura.


"Tentu saja...sekarang tubuhmu ini milik suamimu,jika papa berlama-lama memeluk kamu..Gerson akan kepanasan.." Ucap Geril mengoda menantunya.Gerson hanya tersenyum mendengar ucapan Mertuanya.


"Karena kau papanya..aku masih memberikan toleransi untukmu,papa.." Ucap Gerson membuat Geril kembali tertawa.


"Sudah..sudah..ayuk kita segera masuk..udara semakin dingin.." Ucap mita lalu merangkul lengan putrinya, Sedangkan Gerson berjalan beriringan dengan Geril,dan Raymond merangkul adiknnya.


"Kalian istirahatlah..nanti kita lanjut mengobrol lagi.." Ucap Geril.

__ADS_1


"Baik pa.."


"Ia kakek.."


Jawab Gerson,ayura dan kedua anaknya.


"Ray..kau mau kemana..?bukankah kamu disana.."Ucap Geril.


"Aku mau tidur di kamar Meira.." Ucapnya membopong Meira menuju kamar adiknya.


"Mereka seperti itulah kalau bertemu pa..bahkan orang mengira,Meira itu kekasih Raymond.." Ucap Ayura.


"Ia..wajar saja..putrimu cepat sekali mengejar Ray besarnya..sudahlah istirahatlah kalian.." Ucap Geril mengerti anak menantunya pasti kelelahan setelah melewati perjalanan panjang mereka.


"Ia pa..Ma kami kekamar dulu.." Ucap Ayura lalu bersama suaminya menuju kamar mereka.


Aaa..."Ahkirnya merasakan tempat tidur ini lagi..suamiku..!" Ucap Ayura menoleh kearah suaminya masih membuka mantel bajunya namun tidak lama Gerson menindih Ayura.


"Dan udaranya sangat mendukung untuk kegiatan panas kita sayang.." Bisik Gerson membuat Ayura tersenyum.Perlahan bibir mereka menyatu dengan tangan nakal Gerson sudah mulai bermain di tempat kesukaannya.pasangan yang tidak muda lagi itu menghabiskan waktu subuh mereka dengan pertempuran panas mereka.


Pagi pun begitu cepat,mita sudah berada di ruangan dapur melihat pekerjaan pelayannya menyiapkan sarapan untuk Anak,menantunya dan cucu-cucunya.


"Nenek...."triak Rani Cucu tertua Geril dan mita,putrinya Gerath.


"Hais kamu...membuat gendang telinga nenek pecah saja.." Omel mita.


Hehehehehe


"Mereka datang subuh tadi.sekarang masih tidur nak..pergilah temui Memei kesana..makasih makanannya.." Ucap Mita.


"Ia nek..aku kekamar Memei dulu." Ucap Rani berlalu menuju kamar Meira.Rani membuka pintu kamar Meira, lansung menggelengkan kepalanya melihat Raymond juga tidur di kamar Meira.


Dengan jailnya,Rani mendekati Raymond lalu lansung menarik telinga Raymond.


Aukkkkh...aukk..aukk..


Raymond melihat kearah Rani,baru menyadari kakak sepupunya yang menjewer telinganya.


"Sakit Ran..lepaskan,sakit..." pekiknya.


"Kenapa sih kak..ribut banget sih.." kesal Meira masih memejamkan matanya.


"Bangun...udah siang ini..!" pekik Rani membuat Raymond menutup telinganya dan Meira lansung terbangun.


"ooh kak Rani..." Meira lansung menarik Rani yang lansung terjatuh kearah mereka berdua yang lansung Meira dan Raymond peluk.


"Ini balasannya kau menjewerku.."Ucap Raymond mencubit pipi Rani.


"Sakiiiiit bodoh..Aaa kalian merusak penampilanku..." Ucapnya Rani berpura menangis.

__ADS_1


"Lebay..mulai ratu lebay..." Ucap Raymond lalu mengacak rambut Rani kembali membuat Meira tertawa.


"Awas kau Ray..." triak Rani membalas menarik rambut Raymond.


"Aduh..aduh aukkkh..sakit Raniii.. Lepasin..." Triak Raymond.


"Rasain.." Ucap Rani puas membalas Raymond.


"Kakak aku merindukanmu.." Ucap Meira memeluk erat tubuh Rani yang lansung Rani balas.


"Kaka juga.." Ucap Rani.


"Aku juga.." Ucap Raymond ikut memeluk Rani dan Meira.


"Hais..kau ini,kau hanya berbeda berapa bulan dariku.."ucap Rani mengusap kepala Raymond.


"Kalian lama disini?" tanya Rani sudah menguraikan pelukan mereka sembari merapikan rambutnya.


"Tidak lama..Nanti malam kami akan berangkat lagi menuju Negara C.." Jawab Raymond.


"Menghadiri Acara ulang tahun putra Om Juandra yang bungsu itu?" Tanya Rani mengejutkan Meira.


"Ia.." Saut Raymond lagi.


"Apa tadi kakak bilang..?" Tanya Meira.


"Bilang apa?" Ucap Rani.


"Menghadiri apa Acara ulang tahun siapa tadi..?" Tanya Meira.


"Ulang Tahun putra Bungsu Om Juandra sama Tante Keyra.." Jelas Rani membuat Meira terdiam dengan matanya melotot.


"Benarkah itu kak..?" Tanya Meira melihat kearah Raymond.


"Daddy bilang sih begitu,memangnya kenapa?" Tanya Raymond dengan adiknya.


"Artinya kita akan kerumahnya Dean??" Ucap Meira membuat Rani dan Raymond saling pandang.


"Kamu tau putra sulung Om Juandra..?" Tanya Rani menyelidik.


"Emm..pernah dengar.." Ucap Meira bangun menghindar lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.


"Kau perlu mencari tau Ray.." Ucap Rani.


"Hmm.." Saut Raymond.


"Ya sudah aku mau berangkat kerja dulu, aku juga akan ikut kesana.." Ucap Rani.


"Hemm..salam untuk kakak ipar.." ucap Raymond meledeki Rani.

__ADS_1


"Apaan sih..!tidak ter ta rik!!!!,Memeeeii kakak pergi kerja duluu..." pekik Rani mengema lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Raymond menggerutu.


__ADS_2