Pesonamu

Pesonamu
56


__ADS_3

"Bagaimana?" Dean duduk mendekati alif yang sedang mengotak atik komputernya.


"Tuan aku rasa mereka sangat kuat sekali membuat keamanan Informasi, aku tidak bisa sama sekali menembusnya Tuan. Ini membuatku juga semakin geram..!siapa pemilik jaringan laba-laba ini" Ucap Alif.


Dean duduk mendekati komputer di samping Alif,Dia pun memulai mengotak atiknya lalu menekan sesuatu disana sampai terlihatlah semua jaringan pertahanan Negara E.


"Tuan,kau...?" Alif sangat terkejut melihat Dean bisa menembus lapisan pertama jaringan Negara E.


"Aku sangat penasaran siapa memiliki jaringan laba-labar ini..sial..." kesal Dean.


"Itu artinya anda juga__"


"Aku baru merasakan kesulitan Alif.." ucap Dean dengan tangan mencoba membuka retasan jaringan Laba-laba itu.


"Tuan..maaf sebelumnya,bukan anda belajar semua ini dari Tuan Gerson!" Dean lansung menghentikan ketikan tangannya dengan matanya dan pikiran saling mengimbang.


"Itu tidak mungkin,Om Gerson tidak mungkin melakukan itu denganku. Kalau pun ia tapi untuk apa dia sampai meledakan laptopku..!!" pikir Dean.


"Apa Tuan muda memiliki musuh di Negara E.."


"Tid__" Ucapan Dean terhenti karena mengingat Elvano saat itu.


"Satu orang yang membuatku merasa tersaingi sampai sekarang dan itulah membuatku menyuruh kau meretas informasi mengenai dia,sampai sekarang aku tidak menemukan apapun informasi mengenai sialan itu!!" Geram Dean.


"Apa kita minta bantuan pama Zarel saja Tuan..?" Usulan Alif.


"Kau mau membuat daddyku mengetahui rancana kita.?" Ucap Dean menatap tajam Alif.Alif menggarukan tengkuknya tidak gatal karena harus bagaimana lagi.


Yakk..Alif terkejut mendengar triakan Dean.

__ADS_1


Dean kembali mengotak atik Komputernya itu dan tidak lama jaringan kembali terbuka.


"Ayolah...?" Ucap Dean tidak sabar.


Di sisi lain.


Elvano tengah berada di perusahaan papanya,dia tengah melihat berkas pekerjaan yang akan dia bubuhkan tanda tangannya,teralihkan melihat Rafa berjalan menemuinya tergesa-gesa.


"Tuan Muda,Ada yang berusaha meretas Jaringan milik kita.." Rafa meletakan tap miliknya kedepan Elvano.


"Buka semuanya,aku mau melihat lokasi dimana orang sok berani ini berada." Rafa lansung mengikuti apa di perintahkan Elvano dengannya.tidak lama semuanya mengedip,terlihat semua jaringan pertahanan Negara E terlihat di layar tap itu.


"Negara G..??" Kening Elvano bertautan mengetahui siapa yang berusaha ingin meretas Data miliknya.Elvano mencoba meretas informasi mengenai posisi orang yang ingin mencoba membobolkan jaringan miliknya.


"Tunggu!! Bukankah ini markas milik paman Juandra??" Guman Elvano kemudian menyeringaikan senyumannya.


"Aku tau siapa yang ingin mencoba meretas data kita Rafa." Elvano mengambil laptopnya lalu mengetik sesuatu disana.


Tit...tik...


***


Di Negara C.


Juandra yang baru selesai metting mengalihkan pendengarannya keponselnya berdering yang lansung dia lihat.


"Bos informasi mengenai Markas kita di bobol seseorang Bos,aku sedang berusaha menguncinya kembali.." Panik Zarel sedang berusaha mengamankan sebelum semuanya terdeteksi oleh orang itu.


"APA!!" Pekik Juandra membuat semua stap yang mengikuti metting itu terkejut namun mereka melihat Berto memberikan isyarat untuk mereka segera keluar dari sana.

__ADS_1


"Kau tau apa yang harus kau lakukan Zarel..aku akan mencoba menekan siapa orang ingin menantangku..!!" Ucap Juandra kemudian mematikan teleponnya.Juandra berjalan menuju ruangannya yang di ikuti Berto di belakangnya.


Juandra dan Berto lansung membuka pintu yang menuju ruang bawah tahah. Setelah masuk keruangan bawahnya, Juandra lansung menghidup peralatannya.


"Tidak mungkin ini kerjaan Gerson.." Ucap Juandra dengan tangannya sudah mengotak atik komputernya.


"Aku rasa bukanlah Tuan Gerson Bos, lagi pula untuk apa dia membuat candaan dengan hal serius seperti ini." Ucap Berto.


"Kau Benar..,Untuk musuh kita,aku tidak yakin.mereka tidak memiliki kemampuan meretas seperti ini. Aku mengacungkan jempol karena dia sudah berani menantangku!"Ucap Juandra terus melihat data milik markasnya.


tidak lama semua datanya bisa terbaca oleh Juandra lagi,dan saat itu Juandra mengernyitkan keningnya.


"Dean...!apa yang di lakukan dia,benar- benar anak ini? tidakkah dia sadar, tindakannya ini membahayakan Markas.." Kesal Juandra mengambil ponselnya lalu menghubungi Dean.


"Dean apa yang kau lakukan hah?, tindakan bodohmu itu membuat data markas baru saja di bobol seseorang.." Ucap Juandra dingin membuat Dean disana merutuki kebodohannya lupa mengamankan pasword jaringannya tadi.


"Dad.."


"Daddy tidak mau mendengar apapun, tindakan kekanak-kanakan kamu membuat semua kacau.kembalilah sekarang juga!!" Juandra lansung mematikan sambungan telepon dengan putranya.


"Jangan terlalu keras Juan,mungkin dia tidak sengaja."Ucap Andreu baru saja sampai.


"Papi..kau terus saja memanjakan cucumu itu,lihat apa yang dia lakukan..?" kesal Juandra.


Andreu mendekat kearah Juandra lalu duduk mendekati putranya itu. Bersamaan ponsel keduanya berdering lain saat itu yang membuat mereka berdua saling pandang dan lansung membuka ponsel mereka.


"Salam hormatku,paman dan kakek Andreu.Aku sedikit bermain,karena keturunanmu memulai duluan.aku hanya membukanya saja tapi kalian tenang saja,data kalian tetap aman,tidak bocor keluar sama sekali.." setelah Andreu dan Juandra selesai membaca pesan rahasia itu,pesan itu juga lansung menghilang sendirinya.


"Sial...,siapa bocah ini!!" kesal Juandra karena dia tidak lagi melihat pesan itu untuk mengetahui siapa pengirimnya.

__ADS_1


"Papi tau??" Tanya Juandra.


__ADS_2