Pesonamu

Pesonamu
73


__ADS_3

Pagi harinya.


Di kediaman Maora dan Nathan,mereka semua tengah berkumpul di ruangan makan,untuk sarapan bersama.


"Mengenai Ulang tahun Daren, bagaimana Juand?" Tanya Maora.


"Buatkan di taman rumah saja Ma..lagi pula kita sekeluarga saja merayakannya." Ucap Juandra.


"Baiklah..nanti biarkan kami menyiapkan semuanya.kalian pagi ini mau menjenguk Papa Gerath kan..!Barusan Mita memberitahu,Geril sudah sadar.." Ucap Maora.


"Papi sama Mommy dan Juga Papa, mama duluan saja kesana..kami berdua masih ingin mencari mainan yang Daren inginkan.Mungkin setelah itu kami menyusul..!" Ucap Juandra.


"Dean dan Davin tetaplah di rumah, membantu Opa sama papa..!" Ucap Nathan membuat Dean menghentikan makannya.


"Tapi Opa.."Dean keberatan mendengar perintah Opa Nathan.


"Kalian kan bisa nanti kesana..kalau semuanya pergi kesana..siapa yang akan membantu Opa sama Papa di rumah.." Ucap Bareil ikut bicara.Amira, Maora dan Keyra serta Sofia saling pandang lalu tersenyum.


"Dia memang sangat cantik Keyra.." Bisik Maora membuat Keyra menoleh kearah Mama Maora.


"Mama sudah melihatnya..?" Maora menganggukan kepalanya tersenyum mengiyakan apa yang Keyra tanyakan.


"Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya.." Ucap Keyra tersenyum.


"Apa yang kalian bicarakan?"Tanya Amira.


"Mom..Mama sudah melihat putrinya Ayura Mom.." Amira melihat kearah Maora yang saat itu tersenyum sembari kembali menganggukan kepalanya.


"Pantasan saja Dean ingin kerumah sakit..!" Bisik Amira tersenyum yang di angguki Maora dan juga Keyra.


"Baiklah Opa.." Ucap Dean datar.


Di samping Dean,Andreu saling pandang dengan nathan lalu menyeringaikan senyuman mereka.


"Deysa kamu sama Debora pergilah kerumah Kakek Geril,tadi pagi nenek Mita meminta kalian mengambil hadiah yang Om Gerson berikan untuk Daren..! Dirumah ada Rani juga bisa membantu kalian.." Ucap Maora.


"Kenapa bukan Davin saja yang mengambilnya Oma.." Ucap Davin lansung mendapat tatapan tajam dari Dean.


"Kalian berdua kan akan membantu papa sama Opa disini..!Deysa sama Debora tidak ada pekerjaan,biarkan mereka berdua yang mengambil..!" Ucap Maora.


"Baiklah.." Ucap Davin sedikit kecewa.


"Apa yang kau pikirkan Davin!!" Tekan Dean.


"Kau jangan salah paham kak!"Ucap Davin.


"Lalu kau ingin sekali kerumah Kakek Geril kenapa,Mata biruku ada disana, kau ingin melihatnya..??"Tekan Dean menatap tajam kearah adik sepupunya itu.


"Dasar suka menuduh,dia sudah di rumah sakit!Aku ingin kesana bukan karena aku ingin bertemu wanitamu.. tapi hal lain,sudahlah kau susah di jelaskan..!"Ucap Davin kesal lalu kembali memakan makanannya.


"Dean...!" Dean menoleh kearah Opa Andreunya.


"Adikmu tengah berperang dengan Ricko!" Bisik Andreu tersenyum membuat Dean mengernyitkan keningnya lalu melihat kearah Davin lagi.


"Kenapa kau melihatku..?" Tanya Davin semakin kesal.

__ADS_1


"Opa biarkan Davin pergi bersama Deysa dan Debora.Kevin tinggal saja, kau bersamaku dan frans dan juga Doni membantu Opa dan Papa dirumah..!" Ucap Dean.


"Baiklah.." Jawab Nathan setuju.


"Aku membantumu!selanjutnya jangan lupakan tugasmu..!" Ucap Dean.


"Sialan kau Opa..!!" Kesal Davin dengan Opa Andreu karrna sudah memberitahu rahasianya,sedangkan Andreu hanya tersenyum melihat kekesalan cucunya.


20 menit kemudian,mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka. rombongan Andreu berangkat menuju rumah sakit,sedangkan Juandra dan istrinya menuju ke Mall mencari apa yang putranya inginkan dan sedangkan Davin,Deysa juga Debora menuju rumah Geril.


Di rumah sakit.


Mita dan Gerath sudah kembali lagi kerumah sakit bersama Meira ikut bersama mereka,sedangkan Raymond masih tinggal dirumah,karena masih melihat kiriman barang-barang dari Asissten daddynya dan juga melihat pekerjaannya.


"Kakek..."Geril menyuruh cucunya mendekati dirinya.


"Cucu kakek.."Ucap Geril sembari memegang tangan Meira.


"Lain kali jangan membohongi kami lagi ya kek.." Ucap Meira.


"Ia Sayang,kakek berjanji tidak akan membohongi kalian lagi.." Ucap Geril.


"Biar Aku menyuapi Kakek.." ucap Meira mengatakan dengan neneknya.Mita memberikan bubur itu dengan Meira.


"Mereka Andreu sedang dalam perjalanan menuju kemari pa.." Ucap Mita.


"Mereka sudah datang Ma..?" Tanya Ayura.


"Sudah nak..subuh tadi mereka sampai. Tante Elisa sama Om Dio juga kemari..!" Ucap Mita.


"Siapa mereka Mom..?" Tanya Meira.


"Kakek Dio dan Nenek Elisa itu orangtuanya Tante Keyra istri dari Om Juandra..!Mereka juga teman kakek dan nenek kalian sayang." ucap Ayura memberitahu putrinya.


"Emm begitu.!"Ucap Meira lalu dia mengingat Dean.


"Mom..Apa Putra Om Juand akan ikut kemari..?" Tanya Meira membuat Ayura tersenyum.


"Kenapa kamu menanyakan Dean Sayang..?" Ucap Ayura.


"Tidak,hanya bertanya..Nek,nenek saja menyuapi Kakek,Dad..ikut aku sebentar.." Ucap Meira kemudian membawa daddynya keluar ruangan kakeknya.


"Dad..daddy tau apa yang aku pikirkan saat ini..?" Ucap Meira.


"Kamu tidak mau bertemu dengan Dean..?" Tanya Gerson.


"Dia akan tau penyamaranku bagaimana Dad..?" Ucap Meira.


"Dia sudah menduga kamu mata Biru itu sayang dengan menyamaran kamu..!" Ucap Gerson.


"Maksud Daddy,dad mengijinkan mereka melihat asliku..?" Ucap Meira.


"Kamu sudah Dewasa sayang..Daddy memberikan kesempatan untuk mereka melihat kamu..Lagi pula hanya mereka yang tau,tidak dengan pihak luar..Dad sangat mengenal keluarga mereka. Mereka memahami kenapa Dad menyembunyikan kamu selama ini.." Ucap Gerson memeluk tubuh putrinya.


"Emm baiklah Dad.." Ucap Meira tersenyum.

__ADS_1


"Kalau mereka memintaku seperti Oma Maora kemarin,dad mengijinkan?" Ucap Meira.


"Tentu Dad mengijinkan..!Kamu tau dimana Elvano sekarang..?" Ucap Gerson lalu menanyakan Elvano membuat Meira gugup.


"Dad.."


"Daddy tau semuanya Sayang..!" Ucap Gerson tersenyum.


"Daddy..."Wajah Meira lansung memerah karena Daddynya.


Di dalam ruangan.


Rombongan Andreu datang dan lansung masuk kedalam ruangan Geril.


"Mbak..."Sapa Amira lalu berjalan mendekati Mita lalu saling memberikan pulakan hangat mereka.


"Mita.." Kali ini Elisa yang memeluk Mita.


"Aku sudah dari tadi menunggu kalian datang..!" Ucap Mita tersenyum.


"Ia Mbak..kami masih sarapan tadi.. Oh Ayura..." Amira lansung memeluk tubuh Ayura kemudian giliran Elisa juga memeluk Ayura.


"Ahkirnya kita ketemu lagi sudah bertahun-tahun kan.." ucap Amira.


"Aunty benar..kalian sehat semua kan..?" Tanya Ayura.


"Kami sehat Ayura.." Ucap Elisa tersenyum.


"Uncle.." Ayura menyalimi tangan Andreu kemudian menyalimi tangan Dio.


"Bagaimana bisa Ger..kami sangat terkejut mendengar kau sakit..?" Ucap Andreu.


"Aku salah..aku sudah membohongi keluargaku..!" Ucap Geril.


"Hah kau ini..kalau mau mati..tembakin saja kepalamu sendiri jangan membuat perlahan..!" Ucap Andreu membuat Geril tersenyum.


"Kau mengkhuatirkan aku And.. terimakasih..!" Ucap Geril tersenyum lansung mendapat sentilan dari Dio tepat di jaitan di perutnya.


Aukkkh Uuuuh..


"Sialan Kaau Dio..."Ucap Geril merasakan sakit sekali di perutnya.


"Papa..,Jangan jail gitulah..kau kira nggak sakit apa itu..?" Tegur Elisa membuat Andreu dan Dio malah tertawa.


"Halah..ini tidak seberapa..bagaimana dulu dia hampir mati..." Ucap Andreu mengejek Geril masih meringis.


"Sialan kalian berdua..Aku terluka juga karena istrimu,Bangsat..."Ucap Geril.


"Aku tau..cepat pulih.."Ucap Andreu serius.


"Hmm.."Jawab Geril.


"Suami kamu mana Ayura?" Tanya Andreu beralih melihat kearah Ayura.


"Masih__"

__ADS_1


"Apa kau merindukanku Tuan Andreu..!!" mereka semua menoleh kearah pintu, melihat Gerson merangkul seorang wanita muda disampingnya.


__ADS_2