
"Dia menemui wanita bahkan sepertinya wanita itu bukan orang sembarangan.." ya Elvano menyuruh anak buahnya mengikuti Dean yang dia ketahui ingin menemui seseorang tadi.
"Apa yang mau anda rencanakan Tuan?"Elvano tersenyum,senyumannya itu membuat Rafa,asisstennya begidik ngerik melihatnya.
"Jangan berburuk sangka padaku Raf, aku tidak akan melakukan apapun. Tampa aku lakukan semuanya akan menguntungkanku nanti." Rafa sungguh tidak mengerti dengan apa di ucapkan Tuannya yang selalu membuat otaknya harus berpikir lebih keras lagi untuk bisa memahami maksud dari ucapan Tuannya itu.
Elvano mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi Meira.
"Hallo.."Jawab Meira disana.
"Aku mau pergi bermain..." Meira mengernyitkan keningnya mendengar apa yang Elvano katakan.
"Bermain apa..?" Tanya Meira bingung karena Elvano tidak menjelaskan ucapannya.
"Pastinya akan menyenangkan..kau bersedia menemaniku?" Ucapnya kali ini bisa di mengerti Meira,kalau Elvano mau mengajaknya jalan keluar.
"Aku masih mengerjakan tugasku.." Ucap Meira.
"Bukan karena larang pria itu kau tidak mau..?" Apa?Kenapa Elvano tau Dean tadi melarangnya keluar..,pikir Meira yang saat itu menghentikan tangannya mengerjakan tugasnnya.
"Kenapa kakak bisa tau soal itu?." Meira menarik napasnya lalu membuangnya yang terdengar oleh Elvano.
__ADS_1
"Apa yang tidak bisa aku ketahui..!" Ucap Elvano.
"Dasar penguntit! Ya aku akan pergi denganmu..!" Ucap Meira membuat Elvano disana tersenyum.
"Tunggu aku seperti biasannya.." Elvano lansung mematikan sambungan teleponnya membuat Meira mengernyitkan keningnya karena Elvano lansung mematikan teleponnya.
"Ya ampun,ini orang.." Gerutu Meira mulai mengemas meja belajarnya. Setelah itu,menyiapkan dirinya karena dia mau pergi bersama Elvano.setelah selesai melihat penampilannya sendiri, Meira lansung keluar dari Apartemennya untuk segera kebawah menunggu Elvano di depan.
Tidak lama mobil Elvano datang,dia keluar lansung berjalan menemui Meira menunggunya di dalam.
"Ayo..." Meira menoleh terkejut,melihat Elvano berada di belakangnya.Meira lansung mengejar Elvano menuju mobilnya yang saat itu membuat Meira mengenyitkan keningnya karena melihat jenis dan model mobil Elvano pakai berubah lagi.
"Masuk.." Meira masuk kedalam, dan kemudian Elvano melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
"Aku tidak mengitungnya.." Jawabnya asal membuat Meira melototkan matanya.
"Tidak ada gunanya mengoleksi banyak mobil.."
"Lebih baik banyak mengoleksi mobil dari pada aku mengoleksi banyak wanita.." Ucap Elvano manatap manik mata Meira yang saat itu lansung Meira alihkan,dia tidak mau berlama-lama menatap wajah pria itu.Bisa-bisa nanti dia terhipnotis,pikir Meira.
"Terserah kamu..,tapi mobil-mobil___"
__ADS_1
"Hanya Mama dan adikku yang pernah menaikinya.." Ucap Elvano memotong pembicaraan Meira yang membuat Meira menatap lekat wajah Elvano.
"Jangan menatapku lebih dari satu detik,itu akan membahayakan jantungmu." Ucap Elvano Mengoda Meira.
"Rayuan klasik.." ketus Meira semakin membuat Elvano tersenyum.
"Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.." Ucapnya serius.
"Aku tidak perduli.."Jawab Meira ketus lagi.
"Benarkah...?"
"Boleh aku menanyakan sesuatu..!!" Ucap Meira mengalihkan pembicaraan Elvano yang tadi,Meira kembali menatap mata Elvano.mendengar itu Elvano menurunkan laju kendaraannya lalu menghentikannya.
"Katakan.." Ucap Elvano sudah siap mendengar apa yang mau Meira tanyakan padanya.Meira menelisik wajah Elvano dengan seriusnya.
"Katanya mau menanyakan sesuatu, kenapa malah menatapku..?" Ucap Elvano.
"Siapa dirimu sebenarnya..?" Elvano kembali mengulas senyumannya mendengar pertanyaan dari Meira untuk dirinya.
"Siapa aku sebenarnya?" Elvano mengulangi ucapan Meira,namun Meira tidak menjawab ucapan Elvano itu.
__ADS_1
Elvano melajukan lagi kendaraannya menuju tempat tujuan mereka.
"Akan aku beritahu setelah kita sampai.." Ucap Elvano lalu fokus menyetir mobilnya lagi.