
Raymond membuka pintu untuk adiknya.
"Ada apa sayang?" ucap Gerson menghampiri putrinya kearah pintu.
"Maaf menganggu Daddy..Aku hanya ingin memimjam laptop kakak,laptopku sedikit tidak bagus jaringannya.aku tengah mengerjakan tugasku,Dad!" Ucap Meira.Mendengar itu Raymond lansung mengambil Laptopnya lalu memberikan kearah adiknya.
"Oke..maksih ya kak,kalau begitu aku pergi dulu,kalian lanjutkan.." Ucap Meira kemudian pergi dari sana.Gerson menutup kembali pintu ruangan mereka lalu menguncinya.
"Dad kita harus berhati-hati,jangan sampai Meira mengetahui rencana kita dan apa yang terjadi dengan Om Dante dan Elvano." Ucap Raymond.
"Daddy sudah pikirkan!"Ucap Gerson lalu berjalan menuju ruangan lain dalam ruangan tersebut.Gerson mencoba menghubungi Dante saat itu.
"Kami sudah berada disini..Keluarga Gilbert sudah tau mengenai masalah ini!" Ucap Gerson.
"Aku tau,Anak itu pasti memberitahu keluarganya.apa tanggapan mereka?" Ucap Dante.
"Mereka ingin membantu tapi aku sudah menjelaskan dengan mereka siapa kau sebenarnya dan siapa musuh yang ingin kau lawan sekarang..!" Ucap Gerson.
"Baiklah! Jangan lakukan apapun katakan pada mereka.aku akan menghadapi mereka dengan cara kami,jangan sampai anak itu mengacaukan rencanaku dengan Elvano!" Ucap Dante memberitahu Gerson yang di pahami Gerson saat itu.
"Baiklah,nanti Aku beritahu mereka.Kau berhati-hatilah!beritahu aku apapun..!" ucap Gerson yang di iyakan Dante dari sana lalu mematikan sambungan pembicaraan mereka berdua.
"Apa yang akan di rencanakan Dante dengan putranya?" Gumanan Gerson penasaran.
"Sebaiknya aku fokus melindungi putriku dan juga keluargaku disini!" Gumanannya lalu keluar dari ruangan itu.
"Apa yang Daddy bicarakan dengan Om Dante?" Raymond menatap Daddynya.
"Memberitahu Dean sudah memberitahu keluarganya mengenai masalah Om kamu dan kita.aku terpaksa memberitahu kebenaran siapa sebenarnya Om Dante kamu dengan mereka." Jawab Gerson.
"Dean!anak itu!" Ucap Raymond sedikit tidak suka dengan tindakan Dean.
"Jangan memusuhinya,nanti dia tidak merestui hubunganmu dengan kembarannya,bagaimana..?" Gerson sedikit mengoda putranya.
"Apaan sih Dad..!Aku tidak menjalin hubungan dengan wanita itu!" Ucap Raymond membuat Gerson tersenyum.
"Hati tidak ada yang tau,Boy.. Sekarang kau bilang begitu,tidak tau hari esok!" Gerson tersenyum kearah putranya.
__ADS_1
"Daddy brisik!" Raymond lansung pergi dari ruangan itu meninggalkan Daddynya masih tersenyum saat itu melihat kearahnya.
Di Negara E.
Cuaca disana semakin dingin dari biasanya bahkan selalu mendung tidak seperti biasanya ada cahaya menerangi setiap kota Negara tersebut.
"Ketua!"
Pria yang di panggil ketua itu menoleh kearah yang memanggilnya.
"Kami kehilangan jejak wanita itu!" Dia melaporkan informasi apa yang di dapatkan saat itu.
"Lalu?" Ucapnya.
"Semua akses mengenai wanita itu semuanya hilang..!" Pria itu menajamkan matanya membuat semua barang yang ada di dalam ruangan itu habis melayang kemudian terjatuh hancur dan berhambur di lantai.
"Dantesky!!"Pria itu mengepal kuat tangannya marah.
"Temukan wanita itu,kita harus berhasil membawanya segera ketempat pemujaan.Bulan semakin cepat bergeser,Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapat kekuatan itu.Aku akan menghancurkan Alinsky dari dunia ini.!" perintahnya.
"Baik Ketua!" Ucap anak buahnya lalu keluar dari ruangan tersebut.
***
Elvano tengah berada di ruangan biolagi papanya.Dia tengah mengambil sampel darahnya lalu memasukan kedalam tabung kecil untuk menguji alat tersebut.
Alat tersebut tidak berhasil di aktifkan karena hanya ada darahnya yang tersimpan disana.
"Sial!" kenapa harus Mata biruku,kenapa bukan wanita lain!!"kesalnya sembari menjabak rambutnya frustasi.
"Tuan Muda,Menurutku ini akan berfungsi sedikit saja jika anda mengambil darah Nona..!" Ucap Rafa.
"Jangan gila Kau,Rafa!!sedikit pun akan mengubah semuanya.Meiraku akan merasakan panasnya dan aku akan kehilangan nyawanya! Kau pun tau!!" Bentak Elvano menatap marah kearah Asisstennya.
"Maafkan saya Tuan Muda!saya hanya menghuatirkan keselamatan anda.Kalau saya tidak perlu anda pikirkan, saya siap menyerahkan hidup saya untuk melindungi Anda." Ucap Rafa membuat Elvano terdiam.
"Aku akan melakukan apapun untuk melindungi kita semua..!" Ucap Elvano sangat terlihat jelas dia tidak ingin semua mengikut mereka akan musnah dan hancur dari dunia mereka sekarang apalagi mengenai Meira,dia sangat khuatir mengenai keadaan Meira.
__ADS_1
"Tuan Muda sudah membicarakan ini dengan Tuan Ruga..?Mereka pasti akan mau membantu kita.." Ucap Rafa menyarankan Elvano memberitahu ketua dari Srigala putih.
"Dia sudah mengetahuinya,dia siap membantu kita..!" Ucap Elvano kemudian menoleh kearah pintu melihat siapa yang masuk.
"Pa.." Elvano menyapa papanya.
"Bagaimana percobaannya?" Dante menanyakan alat yang selama ini mereka rancang untuk di gunakan dalam keadaan darurat.
"Darahku tidak bisa berhasil mengaktifkannya pa,Aku juga sudah meminta bantuan Ruga tapi darahnya bahkan hilang sebelum masuk kedalam alat ini!" Ucap Elvano. mendengar itu Dante mengusap wajahnya sedikit kasar.
"Jika begitu,Kita harus bersiap menghadapinya dengan kemampuan kita.Alat yang Papa ciptakan sama seperti yang kamu alami.entah apa terjadi,saat seperti ini semuanya tidak aku gunakan!" Ucap Dante frustasi.
"Mama dengan Adik tidak boleh ikut kita Pa,Papa tidak mengirim mereka keluar dari sini?" Ucap Elvano.
"Mama sudah memutuskan menjadi kalian,kenapa mama harus menghindar dari masalah ini.kita akan hadapi bersama sama!" Mamanya Elvano tiba-tiba di hadapan mereka.Elvano lansung merangkul istrinya lalu menciumnya di hadapan putranya dan juga Asisstennya.
"Sebaiknya kamu menurut sayang,bawa putra kedua kita pergi dan tinggallah bersama Ayura.Aku berjanji akan menyelesaikan peperangan ini! Ucap Dante tidak ingin istri ikut dalam perperang dengan Bangsa Rudorf.
"Kamu sudah membuat hidupku merasakan apa itu kebahagiaan!jika Kematian kamu hadapi,aku tentunya tidak akan bisa hidup jika tampa kamu suamiku!" Ucap Mamanya Elvano memeluk suaminya itu.
"Biarkan aku bersama kamu menyelesaikan masalah kita ini.biarkan putra kedua kita yang kita kirim jauh dari sini.Aku ingin dia tetap hidup." Ucapnya menatap suaminya.
"Kau sangat keras kepala!"Dante membalas memeluk istrinya dengan erat.
"Buatkan persiapan kita akan melakukan penyerangan saat purnama itu datang." Ucap Dante.
"Aku akan mengacaukan semuanya Tuan,Aku akan membuat awan hitam agar bulannya tidak terlihat nampak!" Ucap Rafa.
"Aku percaya kau bisa melakukannya Rafa."Ucap Dante menepuk bahu Rafa.
"Papa sudah menanyakan Om Gerson?" Ucap Elvano.
"Papa sudah bicara,Meira baik-baik saja disana.kamu tenang saja!" Ucap Dante menatap putranya.
"Ia Pa.." Ucap Elvano dalam hatinya masih tetap di penuhi kekhuatiran mengenai keselamatan Meira.
"Kenapa kau tidak menemuinya?" Dante sedikit mengoda putranya.Elvano menatap kedua orangtuanya yang tengaj tersenyum saat itu.
__ADS_1
"Terimakasih Pa,kalian sangat mengerti!" Ucap Elvano tersenyum lalu menatap Rafa memberitahu Asisstennya itu untuk pergi dari sana.
"Kami Pergi Pa.."Mereka berdua pergi dari ruangan itu meninggalkan Orantuanya.