
Mereka berdua sudah tiba di tempat tujuan mereka yaitu di tempat bermain Bowling.
"Kamu mau bermain..?" Tanya Elvano.
"Aku tidak mengerti cara memainkannya.." Jawab Meira.
Elvano membuka baju jaketnya lalu meletakannya diatas bangku di sampingnya.Meira melihat apa yang Elvano lakukan saat itu.
"Lihatlah,aku akan mengajarimu..!" Ucap Elvano bersiap dengan posisinya sudah siap ingin melempar bola bowling itu. Dengan sudah mengatur posisinya,tidak lama dia melemparnya dan membuat semua bola yang berdiri berjumlah 10 itu lansung habis terjatuh.Meira melihat kearah Elvano,sungguh dia mengangumi Elvano begitu pandai memainkannya.Elvano mendekati Meira lalu menarik tangan Meira namun Meira malah menjadi diam dengan matanya menatap Elvano.
"Ayo aku akan mengajari kamu.." Ucapnya lalu menarik tangan Meira mendekati tempat pelempar bola Bowling itu.
"Pegang begini,lalu ayunkan dulu. setelah merasa sudah pas lansung lemparkan..!" Ucap Elvano.
"Ini berat sekali.." Cicit Meira.
"Tidak...Ayo mulailah.." Meira menarik napasnya lalu mencoba mengikuti apa yang Elvano barusan katakan padanya.
Melihat keraguan Meira melempar bola itu,Elvano mendekati Meira lalu memeluk tubuh Meira dari belakang, membantu Meira melempari bola bowling itu.
"Ayo lempar bolanya..." Ucap Elvano menatap mata Meira saat itu tengah menatap kearahnya.Entah kenapa Meira tidak menolak apa yang Elvano lakukan saat itu,dia pun mulai mengayunkan tangannya melempari Bola tersebut.
"Yey...." triak Meira bahagia,dia bahkan membuat semua bola itu terjatuh,tampa sadar kalau Elvano tersenyum melihat Meira saat itu.
"Tidak sulit bukan..?" Meira lansung menganggukan kepalanya.
"Ia...aku kira akan sulit,ternyata tidak.." Ucap Meira.
"Mau bermain lagi..?"
__ADS_1
"Boleh..." Jawab Meira.
Mereka berdua saat itu sama-sama melempar bola itu.Elvano kembali menjatuhkan semua bolanya namun Meira tidak.Dia hanya bisa menjatuhkan bola itu 3 buah saja,hal itu membuat wajah Meira lansung cemberut.
"Kalau sudah sering memainkannya, kamu pasti bisa melumpuhkan mereka semua.." Ucap Elvano.
"Hem..kakak benar,aku kan baru sekali ini bermain permainan ini.." Jawab Meira.
"Ayo kita makan dulu.." Ucap Elvano mengambil kembali jaketnya lalu menarik pelan tangan Meira yang dengan begitu senangnya,karena Meira tidak menolaknya.
"Kakak tidak kerja kalau malam begini?" Tanya Meira memecah keheningan mereka menuju ruangan yang sudah di siapkan Elvano mengajak Meira makan malam.
"Kerja..,tapi malam ini tidak..!" Jawab Elvano.
Mereka berdua masuk kedalam dan saat itu Meira terkejut melihat ruangan itu ternyata sudah di persiapkan Elvano.
Meira menduduki bangku yang ada di depan Elvano.
"Kakak menyiapkan semua ini?" Tanya Meira.
"Hmm..kamu tidak menyukainya?"
"Bukan begitu.ini bahkan sangat bagus sekali menurutku.." Ucap Meira jujur. Meira merasa dirinya sedang makan bersama kekasihnya yang memberikan kejutan spesial untuknya saat itu.
"Pilihlah makanan mana yang mau kamu makan.." Ucap Elvano dengan tangannya sudah mengambil satu persatu makanan untuk di bawa kedalam piringnya.
Mereka berdua sedang makan saat itu dengan saling melirik satu sama lain.
"Apa kamu pernah makan bersama pria lain seperti ini ?"
__ADS_1
Huk...huk...Meira lansung tersedak makanan mendengar Ucapan Elvano menanyakan dirinya.Meira lansung teringat dengan Janson yang dulu pernah memberikan kejutan spesial untuk hari ulang tahunnya.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Elvano yang sudah membantu Meira meminumkan airnya.
"Aku tidak apa-apa.." Jawab Meira.
"Apa pertanyaanku__"
"Tidak bukan itu! mengenai apa yang kakak tanyakan,belum ada pria memberikan kejutan makan malam seperti ini padaku.." Jawab Meira berbohong. Elvano menatap lekat wajah Meira yang membuat Meira menjadi salah tingkah saat itu.Elvano lansung tersenyum saat itu membuat Meira merasa lega,Elvano tidak mencurigai kalau dirinya sudah berbohong.
"Kakak tadi mau mengatakan kepadaku mengenai__"
"Siapa sebenarnya aku?" Ucap Elvano memotong ucapan Meira.Meira menganggukan kepalanya membenarkan apa yang Elvano ucapkan barusan.Elvano menegakan tubuhnya dengan matanya tidak lepas dari wajah Meira.
"Namaku Elvano Sky Alexander,putra sulung Dante Sky Alexander.."
Meira sangat terkejut sekali mendengar Elvano mengatakan siapa dirinya sebenarnya,bahkan Meira tampa sadar melepaskan sendok di tangannya sampai terjatuh.
Ems..Ems..Meira lansung mengambil minum lalu meminumnya.dia tidak mau Elvano mencurigainya.
"Aku merasa kamu mengenal Papaku..?" tanya Elvano menyelidik.
"Tidak!aku tidak mengenal Orangtua kamu." Jawab Meira berbohong.
"Benarkah??"
"Ia...benar,aku serius..!!" Jawab Meira sebisa mungkin tidak gugup.
"Baiklah aku percaya..,tapi bisa kamu menjelaskan padaku mengenai sesuatu yang akan aku tunjukan padamu?" Meira menatap serius kearah Elvano setelah Elvano mengatakan akan meminta penjelasan padanya mengemai sesuatu. Elvano mengambil Jaketnya lalu mengeluarkan sesuatu dari bajunya itu.setelah itu Elvano meletakan barang itu di depan Meira yang membuat Meira seketika itu kembali terkejut.
__ADS_1